Sabtu, 19 Januari 2013

11. Pembelajaran abad 21



11. Pembelajaran abad 21
Pada saat itu juga disampaikan tentang bagaimana konten pembelajaran abad 21. Ciri-ciri pembelajaran dalam abad 21 adalah sebagai berikut:
- Critical thingking dan problem solving
- Creativity dan innovation
- Communication
- Collaboration
- Global awareness (peduli terhadap keadaan financial, economy, bisnis dan
   kewirausahaan, civic literacy, healthy dan wealthiness).
Pembelajaran untuk abad 21 tentu memerlukan konsep untuk kelas masa depan atau future classroom.  Bagaimana  bentuk sekolah/  kelas di masa depan ? ya kelas tersebut tidak membutuhkan  guru- guru yang galak dan otoriter. Dan ruang kelas tidak sepreti pabrik lagi. Maka apa yang harus diketahui guru buat pendidikan abad 21, ya mereka harus tahu tentang beberapa hal seperti:
- Mengajar siswa lewat google
- Menguasai/ mengetahui bahasa dunia
-  Membangun virtual technology (pendekatan pada tekhnologi) untuk membangun
   kualitas kognitif dan adaptive.
- Guru musti mengajar tentang topik yang lebih spesifik.
- Mampu memunculkan kesadaran siswa.
- Sistem mengajar bersifat personal, jadi memang butuh kesabaran guru.
- Guru butuh  media untuk menghadapi keterbatasan di luar dan di dalam sekolah.
- Belajar bisa terjadi di dalam dan di luar kelas. Guru perlu tahu dan mampu
   menggunakan ICT (internet dan laptop).
- Karir guru tentu dihargai sesuai dengan kualitas  kompetensi dan guru direkrut
   sesuai dengan keahlian mereka, misal ahli musik untuk mengajar kesenian.
- Pemberdayaan dan pemberian reward pada guru yang punya inovasi dan keahlian. “ adalah juga penting untuk menghargai guru atau orang yang accomplish- punya peran dalam masyarakat”.
Kemudian juga ada ceramah dari tokoh pendidikan yang lain.  Pencerahan (ceramah) tersebut disampaikan oleh  Prof. Alcaff  (staff ahli Dikbud), tema pembicaraan adalah tentang kompetensi TIK untuk tenaga pendidik dan kependidikan dalam mendukung pendidikan abad 21. Pendidikan berbasis TIK sangat dibutuhkan oleh siswa-siswa kita. Tema kompetensi pendidikan abad 21 adalah seputar kepedulian global, keuangan, kewirausahaan, civic literacy dan health literacy.
Sementara inovasi belajar difokuskan pada kreatifitas yaitu bagaimana menemukan ide-ide baru (melalui observasi, melihat, mendengar, dan membaca). Kemudian penekanan pada kritical thingking dan problem solving, selanjutnya pada komunikasi dan kollaborasi.
Guru masa depan musti memiliki information, media dan ICT literacy. Kemudian tentang bentuk model kehidupan dan pencarian karir, diharapkan siswa atau orang- orang yang pro-masa depan  bersikap fleksibel dan mudah beradaptasi, mampu mengambil inisisatif dan self direction, memahami sosial dan lintas budaya. Orang untuk masa depan musti bersikap produktif dan akkuntabilitas, memiliki leadership dan bertanggung jawab.
“Tentu saja anak tidak bisa mempelajari semuanya dari sekolah, untuk itu mereka perlu belajar sendiri, punya self directing, melakukan eksplorasi pada sumber-sumber belajar.  Sementara untuk kompetensi guru abad 21 meliputi kompetensi pedagogi, sosial, profesional, kepribadian dan plus dengan kompetensi ICT (mampu mengoperasikan ICT)”.

12. Pengumuman Pemenang Guru Berprestasi
            Usai sholat Jum’at yang  kami  ikuti pada sebuah mesjid di samping komplek gedung kementrian, semua peserta guru berprestasi menyempatkan diri untuk makan siang. Kemudian tibalah moment yang ditunggu-tunggu- yaitu pengumuman pemenang guru berprestasi dan berdedikasi. Semua peserta berkumpul di aula pada plaza kemendikbud gedung A di Senayan.
Sesuai arahan  dari panitia bahwa semua peserta harus duduk sesuai grup mereka, mulai dari grup Guru TK, Kepala TK, Pengawas TK, hingga grup Guru SMA, Kepala SMA dan Pengawas SMA. Berarti total peserta ada sekitar 700 orang. Para eselon dan menteri Pendidikan sudah hadir dan tentu pengumuman pemenang segera digulirkan.
Sejak semula aku  membuat patokan bahwa untuk tingkat Guru SMA, aku termasuk orang yang biasa-biasa saja karena aku berasal dari daerah kecil. Aku berfikir buat sementara bahwa guru-guru  yang terbaik itu tentu berasal dari propinsi di Pulau Jawa. Sesuai dengan keberdaan Universitas dan Perguruan Tinggi yang populer, seperti: ITB, UI, UGM, UNDIP, UNIBRAW...maka guru guru hebat juga  bakal datang dari Jawa Barat, DKI-Jakarta, Jogjakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Kalaupun aku bisa juara mungkin aku memperoleh  peringkat 6 atau juara harapan 3, dengan alasan bahwa aku berasal dari Padang/ Batusangkar”.
Ternyata saat itu tidak ada pengumuman untuk harapan 1, 2 dan 3 (juara 4, 5 dan 6), maka hilanglah harapan aku  untuk memperoleh juara harapan. Namun sekali-sekali terlintas juga  dalam fikiran bahwa “jangan jangan yang juara satu guru berprestasi tingkat nasional  itu adalah aku  sendiri. Namun fikiran itu harus diusir, agar.... kalau tidak terbukti aku  tidak bakalan kecewa.
Maka juri/ panitia mengumumkan peringkat 1,2 dan 3 guru terbaik/ berprestasi tingkat nasional. Pemanggilan dimulai dari nomor 3....wah nama Sumatera Barat terlewatkan, untuk nomor 2.
 “Wah untung ada nama Sumatera Barat tersenggol lewat  Suyetmi untuk kategori guru berprestasi  tingkat SMP, ia berasal  dari  SMP Sijunjung”.
Dan untuk tingkat 2 buat kategori guru SMA, nama Sumbar masih lewat. Tinggal lagi untuk menunggu pengumuman pemuncak juara 1 Tingkat Nasional “Siapa gerangan..??”.
Aku  juga memperhatikan nama-nama  calon pemenang yang lain. Dalam hati aku  juga berharap untuk bisa jadi juara 1, namun aku  tetap berprinsip bahwa yang the best teacher of Indonesia  datangnya dari Pulau Jawa. Aku  jadi terperanjat dan kaget...mungkin itu namanya surprised, begitu nama yang dipanggil adalah namaku:
“ Guru berprestasi peringkat 1 (satu) Indonesia adalah Drs. Marjohan, M.Pd guru SMA Negeri 3 Batusangkar Sumatera Barat”.
Penulis merasa senaaaang, terharuuuuu, tak terbayangkan, semua orang sekitar memberi ucapan selamat. Mereka yang merasa punya hubungan darah dengan ranah Minang juga datang menyodorkan tangan dan berucap: “Bapak saya orang Padang...Selamat ya Bapak atas Prestasi nomor satu”.
“Terima kasih...terima kasih, alhamdulillah ” Aku  melontarkan dan mengucapkan rasa syukur tanpa tiada henti. Hari itu hari Jum’at dan aku  merasa terlahir kembali sebagai orang baru yaitu sebagai seorang pemenang. Seorang pemenang dengan rasa percaya diri sangat tinggi. Aku  pun meluangkan waktu untuk mengambil moment dan mengabadikan diri sebagai dokumen buat sejarah. Aku  kemudian mencari tahu nama- nama para juara 1 guru berprestasi tingkat nasional, mereka adalah sebagai berikut:
Daftar Pemenang I  Guru dan Tenaga Pendidik Berprestasi tahun 2012
1. Guru TK Berprestasi: Iis Sumyati Shalihat (TK Darul Hikam Bandung/Jabar)
2. Kepala TK Beprestasi: Zahra (TK Raudhah Pasuruan/Jatim)
3. Guru SD Beprestasi: Dhebora Krisnowati Sumarahingsih (SDN Kepahitan 06 Jember
     Kaliwates/Jatim)
4. Kepala SD Berprestasi Slamet (SDN Kalisari Sayung Demak/Jateng)
5. Pengawas SD Beprestasi: Dyah Budiarsih (UPK Purwekerto Utara/Jateng
6. Guru SMP Berprestasi: Subhan (SMPN 9 Pontianak/Kalbar)
7. Kepala SMP Beprestasi: Suyoso (SMP Meranti Mustika Seranau/Kalteng)
8. Pengawas SMP Berprestasi: Ganif Rojikin (Dinas Pendidikan Kab Probolinggo/Jatim)
9. Guru Sekolah Pendidikan Khusus Berdedikasi: Dedeh Kurniasih (SLB Negeri 7     
     Jakarta/DKI Jakarta)
10. Kepala Sekolah Pendidikan Khusus Berdedikasi: Ratmartini (SLB Ulaka Penca/DKI
      Jakarta
11. Guru SMA Beprestasi: Marjohan (SMAN 3 Batusangkar/Sumbar)
12. Kepala SMA Berprestasi: Isdarmoko (SMA 1 Bantul/DIY)
13. Pengawas SMA Berprestasi: Budihardjo (Dinas Pendidikan Semarang/Jateng)
14. Guuru SMK Berprestasi: Ejon Sujana (SMKN 1 Cimahi/Jabar)
15. Kepala SMK Berprestasi: Ahmad Ishom (SMK Negeri 6 Semarang/Jateng)
16. Pengawas SMK Berprestasi: Riadi Nugroho (Dinas Pendidikan Pati/Jateng)
17. Tutor Paket C Berprestasi: Alif Rokhana Mukhromah (UPTD SKB Kota
      Salatiga/Jateng)
18. Lomba Kreativitas Pembelajaran Guru SMALB: Endang Sri Lestari (SLB A
      Yaketunis/DIY)
19. Lomba Guru Berdedikasi Pendidikan Menengah: Elmapida (SMA Mesuji
      Timur/Lampung) 
            Hari itu terasa amat indah dan menjelang maghrib kami semua naik mobil untuk menuju Hotel Millenium. Habis makan malam masih ada ceramah atau kuliah umu yang disampaikan  Prof. Indrajati Sidi- dosen senior ITB dan juga dari Dirjen Dikdasmen. Pencerahan itu setelah pengumuman pemenang, dimana penulis memperoleh peringkat 1 guru berprestasi untuk kategori guru SMA. Topik yang dibahas oleh Bapak Indrajati Sidi adalah seputar profesionalisme.
            Ia mengatakan bahwa kalau orang tidak bisa dipegang profesionalismenya maka ia bukan orang yang teladan. Hidup ini juga butuh proses, tidak mungkin seseorang bisa jadi hebat secara tiba-tiba, pasti itu semua lewat proses yang panjang.  Dia menambahkan bahwa secara makro negara kita belum begitu maju pada pendidikan, namun secara mikro sudah banyak orang-orang yang profesionalisme.
            Kalau bangsa mau maju  maka diperlukan banyak para teladan atau profesionalisme. Mereka semua harus menjadi panutan, acuan (reference), ditiru, dikagumi dan dibanggakan.  Seorang teladan atau profesionalisme perlu menguasai substansi bidang profesinya, bersikap jujur, pekerja keras, mempunyai cita-cita yang tinggi, punya target/ tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan dan menikmati goal setting (tujuan hidup mereka). Profesionalisme adalah bagaimana kualitas sikap para anggota suatu profesi serta bagaimana derajat pengetahuannya.
            Profesional itu terlihat dalam tindakan atau action. Segita dari profesionalime itu adalah seperti:
- Profesionalisme value and profesional commitmen- kommitmentnya adalah agar
   terus menerus belajar.
- Profesional skill and abilities- punya kemampuan dalam mengatasi problem.
- Profesionalism knowledge and understanding- memiliki kompetensi
   profesionalisme.
Prof. Indra Jati Sidi juga mengatakan bahwa orang yang teladan perlu menerapkan karakter hidup, yaitu sesuai antara perkataan dan perbuatan.           Seorang profesionalisme (teladan) – sekali lagi- perlu menguasai profesi. Seorang guru yang profesionalisme ia harus jago dalam mendidik. Ia tahu dengan substansi (bidang studi), tahu dengan psikologi, tahu cara memotivasi diri dan anak didik, tahu cara menilai, dll.  Orang yang suka mencontek, korupsi, dll, maka tak patut dikatakan sebagai orang yang profesionalisme.   
Masalah bangsa kita yang lain adalah dari segi kualitas dan kuantitas, untuk itu memang diperlukan para teladan.           Kita para pendidik bertanggung jawab dalam menyiapkan SDM bangsa ini.
“Prinsip dalam belajar dan berlatih bahwa- exercise makes perfect- atau latihan membuat sesuatu bisa sempurna. Tidak ada sustu kompetensi yang akan bisa diperoleh tanpa ada latihan. Karakter bagi para profesionalisme – guru berprestasi adalah seperti:
- Berkarakter gembira, berenergi, antusias, optimis, suka diajak kerja sama dan
   bekerja lebih lama.
- Rendah hati, yakni tidak sombong, mau mendengar dan mau belajar.
- Selalu berfikir dan berfikir untuk meningkatkan kemampuannya. Ia juga bersikap
   proaktif, manusiawi, pembelajar, pantang menyerah dan tidak mudah puas.
Dalam pertemuan/ kuliah itu juga dibahas tentang  trend kepemimpinan di dunia, yaitu dalam bentuk participative leadership. Gaya  kepemimpinan  ini kurang ada di Timur Tengah. Lihat apa sekarang yang terjadi- Suria, Mesir-  yang mudah bergejolak. Pesannya  bahwa profesionaliosme- para teladan- jangan lari dari medan tempur. Guru- guru jangan lari dari profesi.
Carilah lingkungan atau tempat yang hebat heterogennya atau hebat kebinekaanya. Contoh kekuatan ITB a adalah   memiliki intake yang bagus- anak- anak hebat se-Indonesia bergabung, dosen- dosen hebat juga bergabung. Musuh terbesar dalam upaya peningkatan mutu sendiri adalah diri sendiri, yaitu tidak ada kemampuan pada diri.
“Use your head and you will be teacher, guru berkualitas akan menjadi lebih terhormat”.
Dunia memang juga telah berubah dari berbasis SDA (Sumber Daya Alam) menjadi berbasis pada ilmun pengetahuan. Cara mencari ekonomi berbeda, keterampilan juga berbeda dan cara belajar juga berbeda. Maka pembelajaran harus mampu beradaptasi pada perubahan.

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture