Sabtu, 19 Januari 2013

Seleksi Guru Berprestasi Nasional 2012 asal Batuangkar



3. Hijrah Ke SMA Unggulan Kab. Tanah Datar
            Tidak terasa bahwa aku  telah mengabdi cukup lama (14 tahun) di sekolah lama  (SMAN 1 Lintau)  yang berlokasi di daerah pedesaan. Untuk maksud penyegaran aku  ingin hijrah ke sekolah alumni di Payakumbuh, namun akhirnya aku  diizinkan/ direkomendasikan untuk mengabdi di sekolah baru SMA Negeri 3 Batusangkar, sebuah sekolah unggulan di Kab. Tanah Datar.
            Bakat menulis dan bakat untuk menguasai bahasa asing yang lain aku semakin bertambah. Aku  juga tertarik dalam mendalami bahasa Arab, karena bahasa ini akan memudahkan ku  dalam memahami bacaan sholat dan memahami kitab suci al-Qur’an.
            Mengabdi di sekolah unggulan dengan rekruitmen guru berdasarkan skor TOEFL dan TPA (Test Potensi Akademik) tertinggi serta rekruitmen siswa yang cukup selektif- hingga terjaring para siswa yang berbakat bagus memberi peluang yang besar bagi penulis untuk mengembangkan profesionalisme sebagai seorang guru. Tantangan dari lingkungan membuatku  mampu membaca banyak buku,  dan juga mampu menulis lebih banyak artikel. Anak didik juga lebih gampang untuk dibimbing hingga mereka mampu  meraih juara sampai ke tingkat propinsi dan bahkan ke tingkat nasional.
            Kesempatan  untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascarjana lebih terbuka lebar bagi guru-guru sekolah unggulan (juga bagi sekolah non unggulan, dan aku   juga pada tahun 2008 tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana UNP. Kebiasaan membaca dan menulis sangat membantuku  dalam menyelesaikan kuliah dan dalam merampungkan penulisan tesis. Akhirnya aku  mampu menyelesaikan perkuliahan pada pascasarjana sesuai dengan target waktu dengan IPK cum-laude. Setelah meraih pendidikan master, kemampuanku  terasa lebih meningkat hingga aku  mampu menerbitkan 4 buku pada penerbit Yogyakarta dan buku- buku tersebut beredar pada toko-toko buku di Indonesia.

4. Seleksi Guru Berprestasi
            Suatu hari  Kepala Sekolahku   menyuruh ku   untuk ikut seleksi guru berprestasi. Pada mulanya aku  separoh ragu, karena dahulu sempat juara guru teladan peringkat 2 Sumatera Barat. Namun label itu  dianggap sudah kadaluarsa apalagi waktunya sudah terpisah selama 14 tahun. Akhirnya aku  setuju untuk mengikuti seleksi, dahulu bernama “seleksi guru teladan” dan sekarang berubah nama menjadi “seleksi guru berprestasi”, ya mulai dari jenjang sekolah dan kecamatan.
            Karena aku  sebelumnya pernah meraih juara 2 Sumatera Barat, maka aku  merasa cukup percaya diri, apalagi dukungan portofolio sangat memadai- seperti jumlah sertifikat, penghargaan, karya tulis dan dokumen- dokumen yang lain. Agaknya aku  merasa cukup merasa mudah untuk menjadi guru berprestasi tingkat Kab. Tanah Datar.
            Kebijakan juri penseleksi guru berprestasi Kab. Tanah Datar untuk memberi pelatihan dan persiapan bagi peserta seleksi yang akan mewakili Kab. Tanah Datar ke tingkat propinsi cukup signifikan, agar pserta ada punya persiapan.  Penulis pada tahun berikutnya (2012) mewakili Kab. Tanah Datar ke tingkat Propinsi. Untuk tingkat propinsi sudah terasa persaingan yang ketat dengan utusan dari 19 Kabupaten/ Kotamadya  di Sumarera Barat.
            Lawan- lawan yang berat terasa bagi ku adalah yang datang dari daerah Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh dan Solok. Apalagi di daerah-daerah ini terdapat sekolah unggulan yang hebat di Sumatera Barat- tentu guru-guru mereka juga hebat. Para juri cukup profesional dan bersikap netral dalam menilai. Penulis kemudian juga terjaring sebagai nominasi guru berprestasi Sumatera Barat dan dua nominasi lain berasal dari Bukittinggi dan Kab. 50 Kota.
            Para nominasi tingkat Sumatra mendapat penilaian  atau kunjungan lapangan lapangan-untuk mencari informasi tentang kontribusi calon juara terhadap  kondisi di sekolah dan di seputar rumah. Fokus yang menjadi penilaian tim juri adalah seputar keberadaan dan sumbangsih nominator terhadap sekolah dan terhadap anak didik.
“Apakah penulis hanya pintar untuk diri sendiri saja”, demikian juga petranyaan dann investigasi tim juri terhadap nominator dengan lingkungan rumah “Apakah penulis tidak berperan terhadap lingkungan ?.
            Dari bukti portofolio- sertifikat dan surat keterangan- bahwa aku  cukup  memberi kontribusi yang signifikan terhadap sekolah, seperti rata-rata nilai UN Bahasa Inggris yang cukup bagus, kemudian dalam pembimbingan pada siswa hingga  bisa menang dalam perlombaan sampai ke level Propinsi malah hingga tingkat nasional. Kemudian peranku terhadap masyarakat seperti membina mesjid dan menjadi narasumber dalam lokakarya.
            Hal yang sangat signifikan sebagai pendukung bahwa aku  dipilih sebagai peringkat 1 (satu) Sumatera Barat adalah karena kenampuanku  yang cukup banyak. Aku  telah menulis artikel  lebih dari 120 judul. Artikel- artikel tersebut  terbit pada koran- koran di Sumbar dan Sumsel. Kemudian , kemudian  5 judul tulisanku  terbit untuk tingkat internasional (perancis), empat buku dengan ISBN dan beredar secara nasional, beberapa penghargaan tingkat nasional dan dokumen kerjasama penerbitan atau  surat kontrak  dengan beberapa penerbit nasional, serta kemampuan menguasai 3 bahasa asing  ( Bahasa Inggris, Perancis dan Arab).
Meraih guru berprestasi tingkat 1 (satu) Sumatera Barat agaknya telah terasa sebagai prestasi sangat tinggi bagiku dan aku  tidak  tahu apa kekuatan diri untuk melaju untuk persaingan di tingkat nasional di Jakarta, yang jelas aku  akan mewakili Propinsi Sumatera Barat untuk seleksi guru berprestasi tingkat nasional.

5. Persiapan diri menuju lomba tingkat nasional
Pada pertengahan bulan puasa (Ramadhan/  Agustus 2012) seluruh guru dan tenaga kependidikan  yang meraih peringkat 1 Sumatera Barat diundang untuk berkumpul di Padang. Semuanya ada 13 orang, masing-masing  mewakili guru- guru pertingkat, kepala sekolah per tingkat dan juga pengawas sekolah. Agar utusan Sumatera Barat bisa berkiprah di tingkat nasional maka panitia Propinsi mengundang seorang ahli yang punya pengalaman dalam urusan seleksi guru berprestasi tingkat nasional.
Dalam acara pembekalan yang dilaksanakan di Hotel Mariani Padang, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat- Bapak Syamsurizal-  memberi pencerahan kepada semua peserta. Beberapa uraian pencerahan yang masih teringat oleh penulis adalah sebagai berikut:
            “Pendidikan  sangat penting, maka pelajaran pertama yang ditekankan dan harus dibiasakan adalah  membaca. Perintah membaca adalah  perintah pertama yang disampaikan oleh Sang Khalik kepada kita, melalui Nabi Muhammad SAW. Ayat yang pertama turun adalah : iqra’ bismirabbillazi khalak- bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan.
            Membaca adalah salah satu strategi dalam belajar dan belajar itu sendiri diwajibkan bagi laki-laki dan perempuan. Lebih lanjut dikatakan bahwa musuh utama kita adalah kebodohan dan untuk melawan kebodohan tentu saja melalui pendidikan.  Pendidikan punya induk yaitu “membaca”.   Selain membiasakan diri dalam membaca dan belajar, maka kita juga perlu bearktifitas atau bekerja. Dalam ajaran agama Islam dikatakan bahwa:
 “Jika kamu bekerja, maka cukupkanlah, bila selesai dalam satu pekerjaan maka pindah pada pekerjaan yang lain”.
Selanjutnya dikatakan bahwa kita perlu untuk memiliki percaya diri yang baik. Seseorang yang memiliki percaya diri yang mantap maka ia boleh punya filsafat atau moto hidup yaitu “saya bisa”.
Aku juga tahu  bahwa seorang guru mutlak untuk  memiliki karakter. Guru yang berkarakter harus  memiliki “kemandirian, profesional dan percaya diri’. Atau dalam program sertifikasi sekarang dikatakan bahwa setiapguru mutlak untuk memiliki 4 kompetensi, yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial.
            Pakar/ ahli yang diundang oleh Dinas Pendidikan  Sumbar adalah ibu Dra. Farida Ariani, M.Pd, yang sering  berpengalaman  sebagai juri (juri yang adil/ juri yang netral). Beliau juga bertugas pada P4TK Bahasa Jakarta. Sekali lagi bahwa beliau  tentu saja tetap non blok, ia hanya memberikan wawasan secara umum- yaitu bagaimana agar setiap peserta (utusan Sumatera Barat) bisa mempersiapkan diri.
Dia mengatakan   dari pengalaman setiap tahun bahwa peserta yang hebat  banyak datang dari “Jawa Timur, Jawa Tengan dan DKI Jakarta”.
 Namun utusan Sumatra Barat harus tetap optimis bahwa yang menentukan nasib kita- menang atau kalah- adalah kita sendiri, nasib kita kitalah yang menentukannya. Guru yang bakal mewakili Sumatra Barat untuk seleksi tingkat nasional harus memiliki motivasi yang tinggi. Biasanya orang yang memilki motivasi terlihat sehat- sehat dan yang kurang memiliki motivasa biasanya terlihat banyak penyakit.
“Dipesankan bahwa  yang penting kita harus  mampu menjadi diri sendiri- be ourself- kita harus menjadi yang terbaik- ya menjadi yang terbaik dalam hidup kita. Maka untuk itu selalulah  untuk menambah pengetahuan dan pengalaman” 
Agar utusan Sumatra Barat bisa meraih prestasi di Jakarta, maka semua peserta diberi pengetahuan dan pembekalan yang meliputi pengetahuan dan penyempurnaan portofolio. Bagian- bagian portofolio meliputi:
- Kelengkapan bio data (seperti Nama, Surat keterangan dokter, dll)
- Sertifikat –sertifikat dari suatu kegiatan,
- Foto- foto kegiatan guru dan siswa yang dibimbing bisa sebagai dokumen.
- Piagam penghargaan
- Bukti fisik semua prestasi murid dan guru, misal dalam bentuk surat keterangan dari
   pihak yang berwenang.
- Bukti fisik dalam bentuk buku, artikel, karya tulis dan juga karya inovatif.
- Penulisan buku bisa dalam bentuk buku fiksi dan non fiksi dalam bidang pendidikan.
- Juga bisa penulisan dalam bidang inovasi (pembaharuan) untuk tujuan peningkatan
   mutu pembelajaran.  Juga bisa dalam bentuk penemuan tekhnologi tepat guna dalam
   bidang pendidikan.   
Tema seleksi guru berprestasi dan berdedikasi adalah “ menjadi guru profesional, bermatabat dan sejahtera”. Secara sekilas susunan portofolio adalah sebagai berikut:
- Kualifikasi akademik
- Pendidikan dan pelatihan
- Pengalaman mengajar
- Perencanaan pembelajaran
- Prestasi akademik yang meliputi lomba dan karya akademik
-  Sertifikat keahlian dan keterampilan
- Pembinaan siswa
- Karya tulis
- Penelitian
- Sertifikat forum ilmiah
- Pengalaman pengurus organisasi dan sosial
- Penghargaan
Pada prinsipsipnya bahwa bentuk kegiatan pembekalan bagi guru- guru berprestasi untuk menuju  tingkat nasional ada 2 macam yaitu, penyusunan kembali portofolio dan latihan  presentasi karya ilmiah- langsung dibedah dimana kelebihan dan kekuranganya. 
Setiap peserta  juga  harus menyiapkan tulisan untuk presentasi di Jakarta. Tulisan tersebut adalah  tentang  best practice” yang judulnya:
“ Mengapa saya layak sebagai guru berprestasi”
Aku  juga menyiapkan tulisan ilmiah yang lain yaitu tentang PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Aku dan peserta lain menunggu tanggal pelaksanaan seleksi yaitu antara 4- 10 September 2012. Keberangkatan kami  pada tanggal 3 September 2012 dengan pesawat Garuda Indonesia Airways.

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture