Senin, 11 Februari 2013

Kualitas Guru


KUALITAS GURU

            Betul….betul, kami merasa beruntung bisa pergi ke Melbourne dalam acara studi tour sebagai reward dari Pemda buat kami bertiga. Selain berkunjung ke tempat- tempat pendidikan- perguruan tinggi dan sekolah, maka bertukar pikiran dengan Prof Dr Ismet Fanany dan Dr Rebecca Fanany juga menambah wawasan kami tentang pendidikan. Misalnya bagaimana pandangan mereka berdua tentang penddidikan dan perbedaan kualitas guru Australia dan guru Indonesia. Hasil diskusi tersebut juga aku perkaya dengan membaca referensi tambahan dari internet.
“Bagaimana dengan kualitas guru di Australia ?”
Selama decade terakhir, peran guru di Australia telah berubah. Guru di Australia diharapkan dapat mendorong siswa untuk mengasah keterampilan seperti pemikiran kritis, diatur untuk belajar mandiri, pengetahuan diri, serta belajar seumur hidup. AustralianTeacher Education Association (ATEA) merupakan asosiasi profesional utama untuk pendidikan guru di Australia. Misi ATEA  adalah untuk mempromosikan/ meningkatkan kualitas para  pendidik (guru) dalam segala bentuk dan konteks.
Di Australia, salah satu cara untuk mengubah wajah pendidikan yakni dangan melalui pendidikan nilai-nilai (pendidikan karakter). Nilai pendidikan di sekolah-sekolah Australia menjadi aspek kunci dari kebijakan pemerintah.
Kualitas guru di Australia dapat dilihat  dari keterlibatan mereka dalam suatu pembelajaran-  yang mana  berperan sebagai fasilitator atau pemandu dan mendorong anak-anak untuk terlibat dalam forum diskusi. Peran guru di kelas menjadi satu factor penting dalam  pembelajaran bagi siswa. Guru Australia diharuskan memiliki pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan agar mampu mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan  mengembangkan nilai-nilai pendidikan.
“Bagaimana kualitas guru di Indonesia ?”
Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya. Selain itu, sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. Kelayakan mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri. Data Balitbang Depdiknas (1998) menunjukkan dari sekitar 1,2 juta guru SD/MI hanya 13,8% yang berpendidikan diploma D2-Kependidikan ke atas. Selain itu, dari sekitar 680.000 guru SLTP/MTs baru 38,8% yang berpendidikan diploma D3-Kependidikan ke atas. Di tingkat sekolah menengah, dari 337.503 guru, baru 57,8% yang memiliki pendidikan S1 ke atas.
Di tingkat pendidikan tinggi, dari 181.544 dosen, baru 18,86% yang berpendidikan S2 ke atas (3,48% berpendidikan S3). Walaupun guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan, tetapi pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi, sebagai cermin kualitas, tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya.
“Bagaimana perbandingan kualitas guru di Australia dengan guru di Indonesia ?”
Mungkin maksud kita memuji satu negara dan merendahkan negara lain- yaitu negara kita sendiri. Bahwa pendidik di Australia memiliki cara pengajaran yang baik bila dibandingkan dengan Indonesia. Karena pendidik di Australia memiliki pandangan yang bertujuan untuk pengajaran nilai-nilai bagi peserta didiknya. Selain itu pendidik di Australia juga dituntut harus memiliki pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan dalam mendorong peserta didik berpikir kritis dan juga mempu mengembangkan nilai-nilai pengetahuan.
Pendidik memiliki peran sebagai fasilitator. Sedangkan kualitas guru di Indonesia masih terbilang cukup rendah. Hal ini dapat terlihat dari tingkat pendidikan guru-guru di Indonesia. Selain itu pendidik di Indonesia juga dapat dikatakan kurang professional dalam menjalankan tugasnya (Sariwati, 2010: Masalah-Masalah Pendidikan Indonesia, www.ubb.ac.id)

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture