Senin, 11 Februari 2013

SMA di Australia

Norwood Secondary College

            Kami sudah terbiasa dengan suasana apartemen punthill knoxcity. Kami bisa tidur nyenyak, nonton TV, masak bareng atau pergi ngobrol dengan Barry dan Judy May- pemilik apartemen. Kemaren kami harus merapikan dapur kembali sebagaimana tempat itu bersih pada awal masuk. Setelah itu kami turun ke lantai dasar, sekalian membawa semua barang- barang buat pindah ke apartemen lain. Dan belum sempat kami duduk pada parlour, Judy sudah menyodorkan sehelai kertas berisi tagihan.
“Pay 3 dollar for your internet !!!”  
“Of course Judy….no worried, malah kami mau nambah quota internet namun internet anda tidak jalan”. Kami melunasi semua masalah keuangan apartemen. Beberapa menit kemudian Pak Ismet datang dan kami kembali menyusun barang- barang ke dalam jeep.
Pagi ini kami mengunjungi sebuah secondary school. Di sekolah tersebut ada guru Bahasa Indonesia yang terbaik di Australia. Namanya Nasrin Zaher. Salah seorang guru di sana telah memberi respon dan minta maaf, sebab bila kami sampai di sana akan dijumpai suasana sekolah yang berantakan. Ya karena sedang beres- beres untuk memasuki liburan Natal. Orang disana menyambul liburan Natal secara besar- besaran ibarat kita di Indonesia menyambut hari Lebaran.
“Bulan Desember adalah bulan yang sibuk. Nanti kalau kita sampai di sana tidak boleh mengambil foto, kecuali minta izin. Mengambil foto siswa juga tidak boleh harus minta izin pada orang tua mereka. Ini berguna bagi mereka untuk mengantisipasi kejahatan internet- kejahatan Face Book. Paling kurang ada izin dari pihak sekolah”. Kata Pak Ismet memberi warning pada kami.
Mendekati lokasi sekolah kami mengontak pihak guru lagi ya..untuk memberi kabar bahwa kami sudah berada di sana. Kami menunggu untuk dipekenankan buat masuk ke komplek sekolah. Ya…akhirnya kami diperkenankan untuk masuk dan disambut oleh staff Norwood Secondary College.
Kami berlima akan melihat-lihat dan juga melakukan Tanya jawab tentang pembelajaran pada sekolah ini. Sekolah merupakan sebuah dunia- yaitu dunia besar yang terlihat dalam sebuah miniature.
“Dimana-mana di dunia ini semua anak, semua siswa sama saja. Mereka senang berteriak- teriak, senang mencoret coret. Bagi orang dewasa yang tidak mengerti perkembangan anak akan buru- buru berkomentar bahwa anak tersebut anak nakal. Namun kondisi positif siswamusti dikondisikan dan dibangun melaluisekolah. Karakter tersebut adalah seperti karakter cinta kebersihan, tidak membuang sampah sembarang, saling menghormati, peduli pada sesama. Ya sekali lagi bahwakarakter yang demikian memang dibina melalui sekolah”.
“Guru musti menjadi model terlebih dahulu, berbahasa yang santun pada siswa, juga peduli dengan prilaku hidup bersih dan tidak merokok di areal sekolah”.    
 Komplek sekolah ini dari depan terlihat kecil dan sempit,namun setelah kami menelusuri ke dalam maka …di belakang terlihat bangunannya memanjang dan juga luas. Semua ruangan kelas dikelilingi kaca. Itu karena Australia cuaca dan suhu sering ekstrim jadi dengan demikian suhu bisa diatur.
Ruang kelas di Indonesia tidak perlu demikian, tidak perlu ditiru karena bisa bikin lebih panas. Namun yang perlu diadopsi mungkin tentang pola pelayanan dan pengelolaan sekolahnya.  Aku pergi ke dalam toilet ya..sangat bersih. Hal- hal kecil yang belum menjadi perhatian kita di Sumatra adalah mengenai mkebersihan toilet.
Meskipun toilet itu tempat pembuangan sampah biologi kita namun ia tidak semestinya dibiarkan jelek, diabaikan dan tidak mendapat prioritas utama. Toilet harus bersih, terang dan juga perlu diberi aroma harum.
“Seharusnya pengelola sekolah mewujudkan sebuah sekolah bisa bersih dan menjadi tempat yang menyenangkan agar para siswa juga memikirkan untuk memiliki tempat yang bersih- rumah dan kamar yang bersih”.
Untung selama berada di Melbourne belum ada turun hujan, sehingga perjalanan kami kemana-mana terasa lebih nyaman. Kami juga bisa bertemu dengan Nasrin Zaher yang terpilih sebagai teacher of the year untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kami juga pergi ke ruang kerjanya dan benar bahwa ia adalah guru Bahasa Indonesiasebab aku menemukan ada dua buah kamur Indonesia- English. Aku sempat mewawancarai Nasrin Zaher:
“Nama saya Nasrin Zaher, saya guru dari Melbourne Australia. Asli saya dari Afganistan. Saya lahir di Afganistan dan sudah 19 tahun tinggal di Australia. Saya suka Bahasa Indonesia, orang Indonesia dan makanan Indonesia. Saya beruntung dalam bulan Januari sampai Februari bisa pergi ke Jakarta dan juga ke Bali”.
“Cara saya belajar bahasa Indonesia adalah saya selalu berbicara bersama teman dari Indonesia dalam bahasa Indonesia. Saya juga mempelajari budaya dari Indonesia”. Demikian sambung Nasrine.   
Nasrine tentu saja sudah jadi warga Australia dan kini umurnya 31 tahun. Ia memiliki pribadi yang mempesona. Ia banyak senyum- ramah, tutur bahasanya sopan dan lembut, ia mampu memberikan pelayanan informasi padakami. Aku yakin bahwa siswanya menyukai pribadinya sehingga juga suka belajar bersamanya.
Kadang- kadang aku memisahkan diri dari dari kelompok agar aku bisa mengambil foto- foto tentang Norwood Secondary College. Aku mengambil foto-foto ruangan kelas, ruang labor, gambar- gambar pada dinding. Penempelan gambar atau karya siswa pada dinding merupakan bentuk apprersiasi sekolah atas karya siswa.
Secara umum kami tertarik dengan manajemen sekolah ini. Dalam struktur manajemen sekolah, di sini ada kepala sekolah, wakil dan ada coordinator serta juga walikelas. Namun posisi gurunya tidak boleh jabatan rangkap atau overlap. Sekolah ini berlokasi di Byron street, Ringwood Victoria, 313. Ia memiliki kampus sendiri untuk jenjang pendidikan kelas 7 hingga kelas 12. Jumlah siswa 1050 orang.
Secara umum sekolah ini sangat mengesankan. Penataan kelasnya menarik dan variatif. Bentuk kursi dalam kelas tidak selalu persegi empat pada permukaanya, bisa melengkung. Meja dan kursi tidak harus dari kayu- bisa dari logam atau plastik. Pada dinding kelas ada hiasan/ lukisan yang ditata dan juga memajang karya siswa. Juga ada foto- foto siswa yang meraih prestasi pada bidang akademik dan juga non akademik. Ini bisa memberi efek motivasi pada siswa untuk selalu maju.

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture