Selasa, 07 Januari 2014

Serius Aku menjadi malu !!

4. Serius Aku menjadi malu !!
            Aku tahu bahwa harga buku cukup murah di Australia karena harga penerbitan disubsini oleh pemerintah. Buktinya saja koran-koran dan tabloid yang ada ditempat publik boleh diambil secara gratis. Ini bisa dibuktikan di bandara dan di hotel. Aku amat senang dengan bacaan, sebelumnya aku sering dikirimi oleh-oleh dalam bentuk buku yang banyak oleh Craig Pentland dari Perth, Australia Barat.
            “Oh iya buku buku di Australia harganya cukup murah”. Saat sampai di bandaraSydney  dan juga di bandara Melbourne kami melewati lorong lorong dalam terminal. Kami berjalan di samping blok penjualan buku. Aku merasa ngiler tiap kali melihat buku karena sejak berusia remaja aku sudah terbiasa melahap berbagai jenis buku seperti biografi, psikologi, religious, filosofy, dll. Aku melihat tawaran harga dengan tulisan angka “3 for 4” atau 4 for 5”, namun saat itu aku belum paham maksudnya. Aku sedikit bisa menterjemahkan maksudnya.
            “Wah..buku-buku murah banget !!!, yang itu 3 buku hanya 4 dollar dan yang ini 4 buku hanya 5 dollar. Aku bisa borong yang banyak buat oleh- oleh dan bisa disumbang padaperpustakaan”
            Kami berada di bandara Sydney dan langkah teman-teman begitu cepat sehingga aku tidak bisa melihat lihat buku di permulaan gang terminal ini. meskipun Sydney dan Melbourne adalah kota besar namun di sini juga ada item-item yang dijual murah. Kemaren kami beli barang barang berkualitasbagus di Paddys Market- yapasar murah ala Australia. Kami menikmati shopping murah di pasar murah ini. semua pedagang di komplek ini berwajah Asia, mereka mungkin keturunan Vietnam, Thailand, Bangladesh, India, Srilanka, dll.   
            “Have alook, chep prize…lihat lihat barang murah….ada yang 3 for 5, ada yang 4 for 5”. Seorang pedagang perempuan menggodakami. Kami boleh mengambil 3 items dengan harga 5 dollar. Item jenis lain 4 keping dengan harga 5 dollar. Wow murah banget dan aku tergoda untuk membeli peci, gantungan kunci, pulpem dan juga baju kaos. Semua sebagai cendera mata buat teman di tanah air.
Ternyata cendra mata yang aku beli di Paddys Market di kotaMelbourne masih kurang. Kemaren aku masih memberi item yang lain di Paddys Market di kota ini- Sydney. Nama toko atau komplek pertokoannya sama yaitu “Paddys Market”.
Pagi ini aku sangat gembira di terminal bandara Sydney ini. aku melihat pajangan buku buku bagus dengan tawaran harga “3 for 5 dan ada juga 4 for 5”. Wah aku kan masih punya uang 15 dollars. Aku bahkan ingin membeli belasan buku bagus.
Aku langsung memilih beberapa biji buku bagus dan segeramembawanya ke counter. Dibelakangku ada Sumarno, guru asal Medan dan orangnya juga termasuk hobby baca seperti aku. Tapi dia hanya dengar- dengar saja. Aku mulai tawar menawar. Aku menyerahkan semua buku- buku dan menyerahkan uang $ 15.
Petugas counter bengong dengan uang yang aku berikan hanya $ 15. Agaknya timbul misunderstanding (salah pengertian) dan juga miscommunication (salah komunikasi) antara kami. Hingga petugas itu bertanya:
“Do you have credit card ?”
“Yes I have but it is not for dollar currency, it is credit card of Bang Rakyat Indonesia”. Aku menjelaskan pada petugas counter dalam kebingungan dan aku juga kebingungan”.
“Mengapa sampeyen kok bengong, kan sampeyen guru Bahasa Inggris ?” Tanya Sumarno padaku.
“Saya baca tulisannya 3 for 5, itu berarti beli 3 dengan harga $ 5”. Kataku menjelaskan pada Sumarno.
“ Haaa..haa, 3 for 5 maksudnya, sampeyen beli 3 buku akan dikasih gratis 2 buku, jadi semuanya 5 buku. 4 for 5, maksudnya beli 4 buku, dapat gratisan 1 buku. Haaa…haaa, berapa TOEFL sampeyen….550 cukup tinggi bukan., tetapi tidak terbukti disini.
“ Oh I Am very sorry for misunderstanding, sorry….!!!” Aku menyesal dan maluuuu, sementara Sumarno terbahak bahak atas kebegokan aku. Kami melangkah meninggalkan counter dan bergabung dengan teman- teman dan juga penumpang lain yang sudah bersiap- siap untuk boarding untuk penerbangan Sydney- Jakarta di gate 08 siang itu.
Sumarno tidak bisa menahan rasa geli hatinya. Ia membongkar rahasiaku ke teman teman lain. Aku tidak bisamarah, kecuali ikut tertawa. Kami masih terbahak- bahak hingga kami melangkah menuju boarding process. Good bye Sydney…goodbye Australia.    

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture