Selasa, 07 Januari 2014

Suka Antrian dan Minta Maaf


 
B. Suka Antrian dan Minta Maaf
1. Karakter Positif
            Hari ketiga berada di hotel Rydges, aku sudah merasasepeprti berada di rumah sendiri. Kalau kemaren aku tidak sanggup buat mandi pagi. Aku tak sanggup melawan rasa dingin air kamar mandi- walau ada air panas, namun rasa malas terasa besar.
            Pagi ini aku cukup kuat buat mandi. Aku memutar kran air panas dan juga kran air dingin sekaligus, maka pancaran shower sekaligus menjadi hangat dan jadi enak di kulit. Kini aku bisa mandi dengan lebih leluasa. Badan jadi lebih bersih dan sholat subuhku lebih khusuk.
            Dalam kamar hotel ada beberapa fasilitas yang bisa dinikmati, namun tidak secara bebas. Untuk menggunakannya kita musti buat konfirmasi pada petugas front officer. Ada pesan yang musti kita ketahui bila ingin menginap di hotel- hotel Australia, yaitu sebagai berikut:
            - Kebanyakan hotel mempunyai fasilitas “pay movie” yang tertera di remote control TV. Itu berarti apabila salah pencet tombol, maka tagihan akan langsung dikenakan saat kita membayar. Pay movie adalah film- film tontonan di layar TV yang harus dibayar, diantaranya ada film-film khusus untuk orang dewasa. Untuk menghindari anak agar jangan salah tekan, maka kita harus menghubungi tour leader (ya tentu bagi yang membawa anak- anak) atau receptionist untuk mendapat penjelasan yang lebih terperinci.   
            - Jangan mengeringkan pakaian yang sudah dicuci di atas kap lampu, karena hotel akan mengenakan biaya yang cukup tinggi apabila kap lampu tersebut berbercak atau rusak.
            - Pada saat menyalakan air kran di kamar mandi atau pada saat mandi, mohon diperhatikan agar air tidak keluar dari kamar mandi dan membasahi karpet, karena hotel akan mengenakan biaya yang cukup tinggi apabila hal ini terjadi.
            - Air kran di hotel ada yang boleh dan tidak boleh diminum langsung. Tour leader kita akan memberitahukan informasi dalam hal ini.
            - Barang barang milik hotel seperti handuk, vas bunga, asbak, gelas/ cangkir, map, dll, tidak diperkenankan untuk diambil. Apabila kita ingin memilikinya sebagai souvenir, kita dapat menghubungi tour leader atau hotel reception untuk membelinya.
            - Jangan membuat keributan di lobby, koridor atau kamar hotel.
            - Tempat masak air panas, teh, kopi dan gula adalah fasilitas gratis, tetapi minuman lainnya- air aqua, soft drink, alkohol- dan juga makanan ringan yang ada di kamar akan dikenakan biaya kecuali atau tulisan “with compliment”.
            Manfaat yang aku rasakan tidak menggunakan fasilitas TV di kamar, aku bisa memanfaatkan waktu untuk membaca dan menulis. Aku betul- betul senang dengan pengalaman bisa menelusuri Melbourne ini sebagai pengalaman internasional.  
            Karena suhu disini dingin atau karena gaya berjalan semua orang cepat maka gaya berjalan kami juga cepat. Orang- orang yang tidak aku kenal, apakah mereka warga Australia atau hanya sekedar touris. Mereka pada umumnya terbiasa minta maaf. Kata “I am sorry” amat mudah terlontar dari mulut mereka. Apakah kita menyenggol mereka atau mereka menyenggol kita.
            “Di bandara Melbourne kemaren aku tertinggal oleh grup dan aku bergegas mengejar mereka. Tiba tiba bagasi yang aku seret menyenggol kaki seorang wanita muda. Aku berfikir kalau ia akan marah, sebaliknya ia malah minta maaf “I am sorry”
            Masih kemaren juga, saat antri di immigrasi, kami semua antri menunggu panggilan. Aku kemudian keluar dari barisan dan pergi ke belakang. Sebentar kemudian aku datang lagi dan menyelinap pada barisan semula. Salah seorang pria yang merasa telah mengambil posisiku juga minta maaf “Sorry…sorry !!”. orang orang yang sudah level internasional memang lebih suka minta maaf dengan mudah. Kebiasaan suka minta maaf adalah karakter positif dan karakter ini bisa kita adopsi.

2. Rumah- rumah di sepanjang jalan
            DHS adalah singkatan dari Dandenong High School. Kemaren saat bis wisata mengantarkan kami dari hotel Rydges ke DHS. Aku melemparkan pandangan keluar jendela bis. Jalan- jalan yang terbentang dari pusat kota hingga suburb terlihat cukup lebar dan mulus. Asphalt beton sengaja dirancang untuk bisa menampung truk berbadan panjang dengan roda lebih dari 10. Aku juga ingin agar jalan-jalan raya di kampungku- di Sumatra- dibangun seperti jalan raya disini.
            Aku fikir bahwa sebenarnya prilaku warga Australia ada juga suka membuang sampah sembarangan juga ada di Melbourne, namun jumlahnya sedikit. Buktinya adalah di sepanjang lorong jalan dalam kota Melbourne aku juga melihat amat banyak puntung- puntung rokok. Agar puntung rokok tidak jatuh masuk ke dalam saluran drainase maka petugas telah menempatkan  lapisan berupa saringan dibawah reruji besi jalanan. Dengan demikian petugas kebersihan bisa memindahkan puntung rokok kedalam gerobak sampah. Dari banyaknya bertebaran punting rokok dalam kota, dapat diasumsikan bahwa banyak penduduk kota Melbourne yang suka merokok.    
            Namun secara umum bahwa tidak ada warga yang membuang sampah lewat jendela mobil dan aku memang tidak menemukan tebaran sampah di pinggir kiri dan kanan jalan raya. Semua mobil di Australia memiliki jendela yang kacanya tak bisa dilepas. Kemudian dalam semua mobil juga terdapat tong sampah. Penumpang mobil yang habis makan dan minum akan menumpuk sampah ke dalam tong sampah. Namun makan dan minum dalam bis dilarang, kecuali ada izin dari pak sopir.
            Rumah-rumah penduduk disepanjang jalan menuju suburb terlihat seragam dan tersusun rapi. Aku hampir tidak ada menjumpai ana- anak dan remaja yang berkeliaran sebagai anak jalanan. Pemerintah dan jugamungkin warga meletakkan dua buah tong sampah berukuran jumbo, satu buat organic dan yang lain buat sampah anorganik. Tong tong sampah, ditutup sehingga tak bisa diganggu hewan atau diterbangkan oleh angin. Tong sampah memang berjejer di sepanjang gerbang rumah mereka, kemudian akan datang petugas kebersihan untuk mengumpulkannya. Selanjutnya dibawa ke tempat penumpukan sampah akhir.    

3. Sarapan Pagi
Aku membangunkan Abdul Hajar dari tidur-tidur ringannya (take a nap), ia memang mudah tertidur kalau sudah berbaring. Ia segera bangun dan aku mengajaknya untuk segera turun buat sarapan pagi. Aku katakana bahwa kami telah amat terlambat buat sarapan dan semua hidangan utama tentu sudah ludes. Yang tinggal adalah daging- daging yang tidak aku kenal apakah halal atau haram buat dikosumsi. Ku biarkan Abdul Hajar menyusulku, ia akhirnya turun dengan langkah tergopoh-gopoh menuju lift.
Kami kemudian menuju ruangan dengan tulisan “Lucanda, cucina and bar”. Di sana adaplilihan untuk duduk. Aku memilih untuk duduk sendirian disamping sebuah meja kecil, di atasnya ada lampu dengan cahaya remang-remang.
Aku selalu menyadari bahwa ada beberapa hal yang tidak gratis di hotel ini seperti air mineral, WiFi dan penggunaan audio visual- TV- namun ada hal lain yang gratis, seperti surat kabar dan tabloid. Semua surat kabar dan tabloid gratis. Aku cukup bernafsu buat membaca dan aku mengambil koran the Australian, Heralad Sun dan the Age. Dari 3 koran ini berarti aku sudah memperoleh gratisan hampir 6 dollar. Demikianlah pemerintah Australia membuat semua orang bisa membaca, yaitu dengan menyediakan gasilitas  koran yang bisa diambil secara gratis pada beberapa tempat seperti dalam pesawat, di bandara, di hotel dan pada tempat- tempat pelayan publik yang lain. 
Untuk sarapan aku mengambil beberapa roti, karena ini aku baca terbuat dari bahan-bahan yang cukup halal. ternyata stelah memakan dua biji roti saja sudah cukup membuatku manjadi kenyang dan aku menyisakan beberapa roti buat dibawa ke luar. Apalagi menyisakan adalah prilaku mubazir. Prilaku mubazir tidak direstui oleh ajaran Islam. Untuk minuman aku menikmati satu gelas juice dari buahan segar.

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture