Minggu, 29 Juni 2014

FaceBook dan BBM: Buat Persahabatan, Jatuh Cinta, atau Sekedar PHP



FaceBook dan BBM: Buat Persahabatan, Jatuh Cinta,  atau Sekedar PHP
Oleh: Marjohan M.Pd
(Guru SMAN 3 Batusangkar)

            Face Book jejaring social sudah jadi kebutuhan kita, tidak hanya buat konsumsi masyarakat metro namun sudah merambah seluruh lapisan masyarakat. Apalagi FB digunakan tidak harus melalui warnet segala, dan malah bisa digunakan melalui gadget (hape, tablet, smarphone, dll).
            Face Book tetap mendapat tempat dalam hati para face-booker (pengguna facebook), mengapa ? Karena fitur nya yang menarik. Melalui wall Fb seseorang  bisa ngintip percakapan, juga bias ngintip album, kecuali bagi yang terkunci. Setelah profil seseorang dirasa mantap-menarik, maka ia dapat dipilih jadi teman dan tinggal lagi menunggu konfirmasi balasan.
            Ada ada saja bahwa seseorang apalagi kaum ABG bisa mengukur populeritasnya melalui FB, yakni melalui seberapa banyak orang yang memberi tanda “Like” pada status dan photonya. Biasanya yang memperoleh peringkat popularitas tertinggi adalah pada profil foto. Profil foto bisa diupdate berulang ulang hingga target “like”bisa bertambah terus.
            Sejak FB menjadi sarana mudah buat mencari teman dan juga teman special, maka para ABG peduli dan rajin mengupdate foto. Apalagi kepedulian pada narsis, yang juga  adalah bagian dari budaya para anak-anak muda. Mereka meluangkan waktu membuat foto yang terbaik dan penampilan paling keren.
            Malah ada yang tahu tekhnik dalam berfoto dan selfie (foto ngambil sendiri), yakni kalau berfoto tak perlu harus melihat pada focus kamera. Bila lagi in action, coba lihat ke titik lain, cobabikin sedikit tersenyum dan jangan berdiri dengan kaku, maka insya Allah akan mendapatkan foto terbaik. Bila hasil foto kurang bagus maka bisa dipoles jadi lebih bagus.
            “Nah bila sudah ada foto terbaik, maka inilah foto yang bakal jadi PP atau foto profil”.
            Foto foto popular lain adalah yang berhubungan dengan kisah perjalanan, prestasi dan juga event lain. Kalau memperoleh banyak “like” maka pemilik akun bakal segera menjadi popular dan selanjutnya bakal jadi temanan.
            Yang menarik untuk disimak adalah kisah persahabatan ABG lewat facebook. Lewat wall mereka saling berbagi cerita- suka, duka, sedih, bahagia dan juga putus asa. Agaknya facebook juga telah menjadi buku diary (buku harian) untuk mengungkan suasana hati. Wah yang kurang kita pujikan adalah para ABG (face-booker) yang mengekspose suasana hati mereka dengan kata kata marah, sumpah dan carut. Moga- moga bahasa kasar ini bisa mereka tinggalkan.
            Lagi lagi sejak bisnis music Korea, semisal K-POP, merambah masyarakat muda Indonesia, maka topic-topic lagu dan abjad/ huruf Korea telah menjadi topi diskusi. Yang amat menarik di kalangan pelajar SMP dan SMA (SLTA) adalah mengupas para para artis Korea yang memang terlihat cantik dan ganteng. Sehingga banyak ABG kita mengupdate penampilan agar bisa terlihat keren mirip actor/artis Korea.
            Lirik-lirik lagu cinta bisa menjadi topic yang dibahas sambung bersambung melalui chat terbuka pada status/ wall FB. Ada energy dahsyat bila yang membahasnya adalah teman baru kenalan (sepasang ABG). Malah ujung ujung nya mendatangkan energy cinta.
            Para ABG sekarang bisa lebih memiliki kesempatan luas buat memilih teman.Bila suka ya berlanjut pada chat. Dan bila chat lebih spesifik bisa diteruskan pada chat inbox dan melalui sarana BBM-an.
            Wah fenomena zaman/budaya sudah mengglobal/ mendunia. Dalam budaya masyarakat timur yang tradisional, bahwa kaum perempuan “menunggu dan harus tabu pada beberapa hal- ngobrol tentang cinta, duluan bilang I love you, ngobrol larut malam”. Kini melalui media chatting BBM, chat inbox, sms, dll, fenomena tadi tidak terpantau mata, namun para cewek dan cowok adalah punya posisi sama. Mereka punya kesempatan yang sama buat memulai chat dan bila tidak ada pe-er dan nggak bisa tidur malam maka mereka bisa chattingan.
            Chatting yang bermuatan emosi saling suka memang sangat dahsyat. Bisa mengahabiskan waktu yang cukup banyak. Chatting heart to heart sangat memikat/ membius. Efek pada pribadi adalah menimbulkan rasa cinta, rasa saling suka. Rasa ingin ketemuan dan untuk copy darat- ingin jumpa di suatu tempat.
            Ngobrol dalam media chatting di dunia maya- terasa juga samar- samar. Ada yang merasa enak dalam dunia chatting pada media gadget, namun saat bertemu pada dunia nyata butuh kesadaran dan pengetahuan orang tua- karena bias jadi nggak enak.
            Chatting remaja yang sedang mabuk cinta bisa dengan banyak bumbu bahasa. Saat berjumpa pada dunia nyata dikhawatirkan akan menumbuhkan prilaku “aggresifitas” yang bias melampaui norma social. Misal setelah chatting heart to heart sepasang facebooker dan pengguna BBM  ingin jumpa di tempat special- di mall, karaoke, nauzubillah bila ada yang berani buat jumpa di kamar kost atau hotel. Orang tua tetap perlu mengenal, atau bila pengguna media chatting sudah dewasa selalu tahu bahwa nilai agama perlu buat dimiliki, demi mendapatkan ridho Allah Swt.
            “Buat apa sih perlunya mengupas chatting ala BBM dan inbox Fb ?” Sebetulnya hanya buat melihat dampat chatting itu sendiri melalui dua titik yaitu manfaat dan mudaharatnya.
            Chatting itu sendiri adalah berarti ngobrol. Maka memiliki manfaat untuk mengatasi rasa sepi, rasa bosan,menambah pergaulan. Seseorang yang berada terasing jauh di suatu tempat atau terasing dalam hiruk pikuk metropolitan yang individu akan merasa terobat oleh sarana chatting ini. Sehingga mereka tetap mampu bertahan dan mampu beradaptasi.
            Chatting melalui media BBM dan inbox sangat bermanfaat buat memperluas persahabatan, malah bisa berdampak untuk meningkatkan mutu persahabatan, mutu akademik hingga untuk tujuan bisnis. Seseorang yang belum punya ide buat berusaha (bisnis) malah bias memperoleh ide lewat chatting dan juga melalui chatting bisa antar sahabat bisa saling memotivasi semangat hidup dan semangat belajar/ semangat kerja.
            Pada titik lain, chatting melalui BBM dan inbox FB bisa berdampak memberi mudharat- manfaat yang merugikan. Chatting dengan tujuan mengganggu, menggunakan bahasa merayu, menggoda bisa mendatangkan rasa hampa. Para remaja rentan untuk tidak berfikir logis- mereka menelan kata kata berbunga tanpa filter. Kata kata pujian yang bertubi- tubi menumbuhkan rasa simpati, rasa tertarik dan pada akhirnya pihak yang berharap (bisa cewek berharap pada cowok, atau cowok yang pada posisi lemah dan berharap pada cewek) mereka berharap adanya ungkapan “love me, like me, take me…atau I love you”. Namun bila salah seorangbelum siap buat jatuh cinta atau mengungkapkan keseriusan maka muncullah istilah “PHP- pemberian harapan palsu.
            Hati atau cinta yang tidak direspon akan mendatangkan rasa sedih, stress, depresi, sedih yang  berlebihan. Bisa merusak semangat buat berprestasi dan semangat belajar. Parahnya malah PHP juga bisa mendatangkan rasa frustasi, rasa nggak dicinta, rasa ditolak, prestasi akademik para ABG bisa hancur.      
            Penyalah gunaan chatting melalui BBM dan inbox hanya sekedar iseng-iseng telah mendatang rasa cemburu, rasa merasa digantung tak bertali, rasa dipermainkan hatinya. Kita berharap buat pengguna BBM dan inbox yang kebetulan berwajah elok dan kemampuan berbahasa yang yang mengalir agar tidak memberi harapan palsu pada teman teman barunya. Karenaakan memberikan dampak dan keruguian pada kesehatan jiwa seseorang.

Mungkinkah Soulmate Terbaik Bisa diperoleh Lewat Face Book ?



Mungkinkah  Soulmate Terbaik Bisa diperoleh Lewat Face Book ?
Oleh: Marjohan, M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar

            Tekhnologi ternyata telah mengubah prilaku, apakah seseorang menjadi positif atau negative, itu tergantung dari cara menggunakannya. Seperti kata pribahasa- The man behind the gun- sebuah senjata akan berbahaya atau tidak tergantung pada orang yang  mengendalikannya.
            Dengan bermunculan produk tekhnologi, seperti gadget dengan berbagai merek dan harga yang terjangkau, maka penggunanya yang pada umunnya adalah kaula muda bisa memperoleh untuk mengatasi rasa sepi dan keterasingannya. Rasa sepi dan terasing memang bisa menyiksa ketenangan jiwa. Kini lewat penggunaan gadget mereka bisa mencari sahabat lewat jejaring social, seperti facebook, twitter, dll, dan juga bisa lebih ekspresif-mengungapkan kegalauan dan kegembiraan hati.
        Mencari soulmate- kekasih atau sebatas TTM (teman tapi mesra) terasa semakin menjadi naluri dan kebutuhan semenjak seseorang memasuki usia remaja akhir- mungkin bagi ABG yang sedang duduk di bangku SLTA dan berlanjut ke bangku perguruan tinggi. Tanpa memiliki soulmate jiwa seseorang mungkin terasa sepi- dengan demikian seorang soulmate berguna untuk mengatasi rasa sepi.
            Mencari soulmate bagi usia remaja akan berbeda dengan yang telah memasuki usia dewasa. Umumnya seorang ABG- dari pengalaman sehari hari-  lebih tertarik  untuk menyukai pasangan yang didamba hanya sekedar penampilan keren dan beken. Namun begitu usia beranjak dari remaja memasuki dewasa maka jatuh cinta atau menyukai seseorang lebih terpikat oleh factor nilai kepribadian. Dengan kata lain seseorang yang memiliki wajah biasa-biasa saja namun memilik kepribadian yang menarik akan tetap menjadi pujaan seseorang.
            Secara conventional (kebiasaan) bahwa ABG laki-laki akan jatuh cinta pada seorang gadis oleh factor kecantikan dan baru kemudian didukung oleh factor kualitas pribadinya. Dan sebaliknya seorang ABG perempuan akan bisa terpesona oleh kualitas pribadi seorang lelaki dan baru kemudian didukung oleh penampilannya yang keren- ganteng. Fenomena ini terjadi secara copy darat- maksudnya dalam perjumpaan di luar dunia maya.
            Namun fenomena kini berobah, apalagi semenjak kemudahan untuk saling mencari dan saling mengenal pasangan lewat dunia maya- seperti facebook- terasa semakin mudah. Agar terasa lebih mudah untuk jatuh cinta dan proses mengenal, biasanya calon penembak cinta mencari- cari info tentang profil seseorang yang diminati.
            “Eh mau nggak nembak si dia, dia cantik, baik, baik, pinter, ramah, lebih lanjut lihat profilnya di facebook”. Maka bermulalah proses pencarian. Tentu saja proses pertama adalah melacak penampilan “sang idola” lewat foto album, kalau perlu ambil/ curi dan simpan. Karena foto foto kita yang terpajang dalam album facebook akan mudah buat dimiliki oleh teman teman facebooker lainnya. Kemudian berlanjut dalam mempelajari kalimat kalimat yang ditulis pada semua baris akun facebooknya
Kepo (rasa ingin tahu) tumbuh terus. Apakah calon pujaan hatiku orangnya baik, lembut, santun, dan lain- lain. Bila ya, maka kasih “like”  atau bikin konfirmasi untuk persahabatan. Setelah dijawab maka mulailah transaksi persahabatan, chatting biasa dan berlanjut ke chatting yang  special.
Mencari soulmate lewat dunia maya ada yang berlanjut ke pernikahan. Ada yang berlanjut langgeng dan ada yang terganjal dalam menjalani rumah tangganya- hingga  berujung pada perceraian. Gagal atau tidak dalam menjalankan proses pergaulan, percintaan- juga rumah tangga, bukan ditentukan oleh factor dunia maya seperti facebook, namun oleh factor pribadi kita sendiri. Salah seorang teman penulis dari Australia, menjumpai soulamatenya seorang gasdis Melayu, melalui sarana chatting dan berlanjut ke mahligai perkawinan. Keduanyamenikah dan penulis diundang hadir ke Singapura.
“Apakah mereka berbahagia dengan perkawinannya itu sekarang ? Tampak dari luar “ya”, namun yang terasa dalam hati mereka berdualah yang lebih tahu. Namun mereka berdua sering bungkam dan malas ngomong satu sama lain. Dan itulah warnakehidupan.
Nasehat beberapa teman saat penulis berusia remaja saat ingin serius untuk jatuh cinta mengatakan bahwa: Pilih cinta mu dan cintai pilihanmu. Pilih calon pujaan hati bukan hanya lewat penampilan, karena penampilan biasa diupdate hingga terlihat jauh dari keasliannya. Pilih lah pujaan hati yang ngak malu tampil dengan orang tuanya yang sudah tidak gagah dan cantik lagi. Kenapa ? Karena banyak remaja yang malu dan tidak mau menerima keberadaan orang tua. Banyak anak anak muda yang malu dengan penampilan orang tuanya.
“Moga moga mama nggak datang ke sekolah,…. Moga moga papa nggak datang ke kampusku. Tetapi berani nggak gadis cantik atau cowok ganteng memajang foto bareng mama atau yang nggak keren lagi  di face-book….malu ???”
Bila ingin mencari pujaan hati sejati jangan lihat saat ia lagi sedang berdandan, atau melihat fotonya yang sudah direkayasa dengan acting hingga tampil keren sekali. Namun turun ke darat- dunia nyata- dan kenali dia secara langsung (?). Ibarat kata pribahasa bahwa karena tak kenal maka tak sayang dan tak sayang maka tak cinta. Proses mengenal lewat bergaul langsung tentu lebih hebat dari pada sekedar tahu di facebook.   
Memilih cowok atau cewek hanya bermodalkan bersahabat di dunia maya, khawatir kalau terpilih pujaan hati yang bermental selebriti, lebih butuh dipuji-puji melulu. “Wah adek terlihat keren…wah yang ini  terlihat hebat…wah aku suka gaya yang kayak begini”.
Proses saling suka atau proses pertemanan hanya karena lewat cara memuji dan memuji akan menumbuhkan karakter selebriti- ibarat karakter model atau kaum selebriti  yang selalu ingin dipuji dan disanjung. Sementara proses memuji dan menyanjung harus bisa diberikan oleh kedua belah pihak. Orang orang yang hanya butuh disanjung- dipuji kemudian baru muncul aksinya, maka diperkirakan bahwa api cintanya bakal mudah padam. Karena ia sendiri kurang punya sumber api untuk memanaskan dan menyalakan nilai- nilai cinta.    
Pesan salah seorang sahabat penulis adalah bahwa kalau mencari soulmate yang sejati- maka cari lah yang nggak merasa malu kalau pergi bareng dan berfoto bareng dengan orang tuanya yang sudah rentan, nggak cantik atau ganteng lagi. Juga carilah cowok atau cewek yang tulus bisa menerima kekurangan dan keberadaan anggota keluarga kita, tentu juga anggota keluarga dia sendiri. Karena wajah dan penampilan keren nggak akan abadi, andai memilih pasangan hanya berdasar penampilan keren semata, maka apabila wajah keren memudar maka nilai cinta bisa meluntur. 
Saat penulis pergi tour keliling pulau Jawa, sempat berkenalan dengan seorang wanita muda cantik yang diperkirakan masih gadis. Ternyata ia sudah janda dengan satu anak kecil, sementara dia sempat  memperlihat foto mantan  suaminya yang cukup ganteng. Pastilah saat berusia ABG mereka adalah pasangan yang terlihat sangat ideal, karena kedua duanya dianugerahi wajah keren- cantik dan ganteng. Namun setelah melebur dalam perkawinan, factor wajah- kecantikan dan ketampanan semata belum bisa menjamin kelanggenangan persahabatan, dalam bentuk perkawinan.
Apa pesan yang kita ambil, dari uraian di atas bahwa jejaring social telah membuat kita mudah untuk memilih persahabatan dan sekaligus dalam memilih cinta. Bahwa pasangan muda, apakah cewek atau cowok keduanya cukup agresif dalam mencari pasangan. Namun hanya terpikat dengan penampilan keren di dunia maya- facebook- semata. Idealnya lakukanlah proses persahabatan dan proses perkenalan. Karena dibalik factor wajah, ada lagi factor yang lebih menjanjikan kelanggengan hidup yaitu nilai- nilai pribadi, ketabahan, kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi dan juga nilai religious yang ada dalam diri mereka sendiri.

Nggak Perlu KEPO (Rasa Ingin Tahu Berlebihan)



Nggak Perlu KEPO (Rasa Ingin Tahu Berlebihan)
Oleh: Marjohan, M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar

            Ada- ada saja bahasa gaul ala anak muda. Penulis pada mulanya kurang konek dengan istilah KEPO, dan setelah bertanya pada anak muda, ternyata KEPO adalah singkatan dari “Know Every Particular Object”. Namun banyak dari mereka juga tidak mengenal singkatan kata ini, mereka hanya tahu bahwa KEPO adalah rasa ingin tahu yang berlebihan.
            Istilah KEPO ini hanya daur-ulang dari kata CURIOSITY, yang juga berarti rasa ingin tahu. Curiosity atau KEPO ternyata adalah karakter dasar setiap orang. Apa jadinya andai Curiosity seseorang terhambat atau terhalang dalam pencariannya ?
            Sejak seorang manusia terlahir ke dunia, maka Tuhan telah memberi dia karakter curiosity untuk membuat dia cerdas, berkembang dan juga buat survival- atau bertahan hidup. Bayi kecil yang belum bisa melihat dengan jelas, maka melalui mulutnya dia menjelajah buat mendapatkan di mana letak ASI- Air Susu Ibu. Terus begitu usianya bertambah menjadi seorang balita, menjadi anak- anak dan seterusnya maka lewat rasa ingin tahu ia mengembangkan kepintarannya.
            Karena ada curiosity maka seorang anak kecil melakukan eksplorasi- penjelajaha- terhadap lingkungan. Melalui eksplorasi dalam bentuk bermain maka bahasa (kosa katanya) bertambah dan juga rasa sosialnya bertambah meningkat terus. Seorang anak yang memiliki curiosity yang lebih baik akan selalu ingin menjelajah- mencari dan mencari mulai dari lingkungan yang terkecil hingga menuju lingkungan yang lebih luas.
            Anak yang yang serba dilarang untuk mengenal lingkungan, dengan alasan takut akan bahaya- terjatuh, terluka, tergores, dll, maka kepintarannya berbahasa dan kepintaran sosialnya juga terhalang. Perhatikan anak anak yang kuper- kurang pergaulan- itu mungkin adalah korban serba melarang yang berlebihan.
KEPO- atau curiosity yang berlebihan, ini juga merupakan karakter dasar manusia. Lebih lebih dalam usia remaja. Usia remaja adalah usia melepaskan diri dari ketergantungan dari orang tua. Ciri- ciri remaja bahwa mereka lebih dekat dengan teman sebaya dan tokoh baru yang mereka kenal. Melalui tokoh- zaman sekarang mereka peroleh lewat media elektronik dan media cetak-mereka melakukan usaha meniru (identifikasi). Sebut saja bahwa dalam usia ABG-dimana mereka semua ingin bisa terlihat keren (gagah atau cantik).
            KEPO usia ABG sekarang banyak tersalur dalam mencari peniruan pada personil artis dan actor Korea. Entah mengapa mungkin sekarang saatnya Korea menjadi pusat inspirasi KEPO remaja. Kalau dahulu adalah dari India, Hongkong, Taiwan dan Jepang.
            Dimana- mana di Indonesia, terutama remaja SLTP dan SLTA memuja muja personil artis Korea, semisal K-POP. Mereka meniru pakaian, make-up, malah juga cara bergaya sang idola. Malah mereka sebagian juga ingin menguasai bahasa dan abjad Korea. Frustasi karenaBahasa Korea bukan Bahasa Internasional maka bakat dalam mempelajari Bahasa Korea terhenti di tengah jalan.
            Tidak masalah, karena remaja masih bisa menikmati lagu-lagu, irama music semua gaya/mode ala Korea. Dalam pergaulan sehari- hari, di sekolah dan juga du dunia maya (face book) maka perbincangan tentang lirik Korea akan menjadi sangat menarik.
            Akhirnya KEPO tersalurkan lewat Face Book. Memperhatikan bahasa dan gaya ABG melalui FaceBook adalah fenomena. Fenomena berarti peristiwa yang terjadi setiap hari. Remaja kecil pada mulanya akan membahas siapa dan mengapa saja actor/ artis Korea saat ini. Kemudian siapa sih teman teman kita dan remaja lain yang bisa bergaya nyentrik- menarik- ala artis Korea.
            Mengapa memungut budaya/ seni Korea ? Karena Korea adalah juga negara Asia, maka proses peniruan remaja Indonesia akan lebih dekat, dibanding meniru artis/ actor dari barat yang mana fisiknya jauh lebih berbeda. Orang Barat, badannya lebih gede, rambut pirang dan mata biru.
            Para remaja juga lebih mengagumi kalau teman teman sekitar yang juga mirip dengan gaya artis Korea. Wah KEPO membuat mereka mencari- cari. Browsing di depan layar laptop (atau sekarang di depan gadget) akan sangat menarik. Lebih menarik dari bikin belajar/bikin pe-er (inilah dampak negative browsing, yang mengganggu nafsu buat belajar). Akhirnya KEPO untuk mengenal teman lewat internet- misal lewat FaceBook bisa tersalurkan.
 “Siapa sih temanku yang tampil keren dan apa sih isi statusnya ?”     
Karena tidak mungkin mencari pujaan hati hingga Korea, maka teman teman sekitar akan lebih baik. Maka para ABG saling berbagi gossip, dan saling memperkenalkan teman baru buat menjadi teman khusus: “Mau nggak kenalan dengan temanku, dia asik dan keren ?, kalau belum mau temu langsung, karena nggak punya waktu, lihat saja profilnya di akun facebooknya”.
Maka KEPO adalah awal buat menjelajah. Akhrnya terpilih satu teman yang paling didamba dalam hati. Proses mulanya tentu mengenal fisik melewati profil foto- foto yang tentu saja foto yang paling keren/ paling bagus buat diupload. KEPO atau penasaran, mari jelajah statusnya dan apa sih maksudnya ?
“Ada statusnya, rasanya dia memancing perasaanku, dan  aku akan respon” Dan chatting demi chatting berlanjut, tentu saja isinya adalah canda dan tawa buat ke akraban. Chatting bisa berlanjut hingga berhari- hari, hingga muncul pula topic baru. Di balik keakraban dengan seseorang juga ada teman lain yang ternyata menyukai status chatting teman baru yang diidolakan- malah diklaim sebagai miliknya- sebagai kekasihnya.
KEPO bisa bikin rasa cemburu, dan akan mengejar dan menelusuri profil saingan yang bakal merebut sang idola. Rasa cemburu tentu nggak mungkin diungkap terang- terangan, bila tidak bias menahan diri maka akan diungkap lewat inbox, BBM, dan SMS.
“Maaf…abang ternyata dekat  ya dengan si Anu, kalau ya nggak usah, karena aku bakal sakit hati dan cemburu?” KEPO telah membuat seorang remaja menjadi agresif dan mengejar- ngejar untuk bisamerebut hati sang pujaan.
“Aku ingin pindah sekolah…aku ingin pindah kost…aku ingin pindah kota…aku ingin pindah kuliah ? Buat apa agar aku bisa lebih dekat dengan sang  idola yang aku kenal lewat FB dan aku KEPO, dan ingin memilikinya menjadi teman terbaikku”
KEPO buat mengetahui satus seorang calon kekasih di dunia telah membuat seorang ABG melacak/memonitor siapa saja facebooker lain yang dekat- dan terkesan mengganggunya- siapa saja yang banyak memberi status “like” pada foto dan komentar- komentarnya. Yang banyak memberi status “like” apa lagi terbaca ada orang lain yang saling chat maka ini akan bikin ABG sakit hati, merasa cemburu hingga  patah hati.
KEPO untuk mendapatkan sweetheart (kekasih hati) akan tersalurkan lewat chat. Sekarang sarana buat chat sangat berlimpah, salah satu yang popular adalah BBM. Fitur BBM dengan huruf yang menarik dan bunga- bunga cinta akan membuat rasa cinta itu akan membumbung setinggi langit. Karena KEPO maka seseorang minta kepastian lewat Chatting.
 “ Iya deh…kamu adalah sahabat terbaikku, …kamu adalah miliku”. Kalimat dan pernyataan begini saja sudah membuat rasa tenteram dalam hati. Namun chatting tanpa kepastian “yes or no, like atau dislike” akan bikin sakit hati dan sakit kepala.
Ada seorang cewek  ABG- tentu juga ada cowok ABG, yang prestasi belajarnya jadi anjlok, merosot hingga tidak berprestasi. Itu gara- gara harapan cintanya tidak terjawab. Dia merasa sebagai orang yang tidak beruntung, mersa ditolak dan tidak dihargai oleh kekasih dunia mayanya.
Menjadi frustasi, sedih dan murung. Tidak sedikit yang hancur masa depannya. Pernah ulama mengatakan bahwa “Facebook adalah haram- terlarang atau maksudnya tidak usah gunakan facebook”. Ini bisa jadi bahwa menggunakan Face Book bagi Remaja KEPO yang memburu cinta dan ternyata cintanya tidak direspon telah berakibat patah hati dan kehancuran nilai- nilai pribadi.
Jatuh cinta lewat facebook- melalui karakter KEPO- adalah buat mendapatkan pujaan hati yang berpenampilan keren dan yang berbahasa sangat indah. Bila KEPO akan rasa cinta oleh sang idola terjawab tentu tidak akan masalah, malah bisa berlanjut untuk melakukan proses pertemanan dalam bentuk rendezvous- atau janjian.
Di balik sana, ada orang yang tidak kenal dengan istilah KEPO, berkarakter biasa- biasa saja, tidak memburu buru cinta lewat face book ternyata bisa bias berbahagia memperoleh cinta lewat dunia nyata. Jatuh cinta tidak selalu terjadi antara sepasang remaja (sepasang manusia) yang berpenampilan keren- cantik dan ganteng. Malah dalam kehidupan banyak terlihat pasangan yang tidak masuk akal bagi yang sedang KEPO: yang satu berwajah tampan dan yang lain biasa-biasa saja. Ternyata orang jatuh cinta tidak selalu melalui penampilan yang keren- gagah dan cantik saja, ternyata juga melalui nilai nilai pribadi yang sangat mengagumkan.
“Si dia terlihat nggak begitu gagah namun punya pasangan yang keren karena terpesona oleh nilai nilai pribadinya”
KEPO- rasa ingin tahu yang berlebihan- buat menambah wawasan, semisal buat melacak tentang riwayat hidup seorang tokoh besar akan sangat bermanfaat. Ini akan bias menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Namun KEPO untuk melacak profil calon kekasih yang belum jelas ujung pangkalnya akan menimbulkan rasa sakit hati dan rasa cemburu. Chatting yang bermuara dalam meningkatkan gelora cinta, namun tidak direspon telah mendatangkan rasa patah hati, cemburu, letih- lelah- lesu, nggak bersemangat hingga menghancurkan prestasi kerja dan prestasi belajar.
KEPO itu adalah singkatan dari Know Every Particular Objek, atau rasa ingin tahu yang berlebihan. KEPO itu bisa berakhir positif dan juga berakhir negative, nah dampak dari KEPO terserah pada yang anda rasakan (?). Sebaiknya hindarilah KEPO kalau akan mendatangkan rasa sakit hati, cemburu, sakit kepala karena akan membuat anda hancur, dan merasa tidak berharga.

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture