Jumat, 19 Juni 2015

Wah Pergi Ke luar Negeri lagi- Gratis..



Wah Pergi Ke luar Negeri lagi- Gratis..
Bimbingan Tekhnis
            Sudah menjadi kegiatan rutin apabali ada sesuatu kegiatan yang baru dan asing maka selalu diberi pelatihan atau pengarahan. Kegiatan ini mungkin namanya bimtek atau bimbingan tekhnis. Nama lainnya adalah coaching.
            Malam ini seharusnya ibu Maria (Maria Widiani) yang bekerja sebagai Kapala Subdit PTK SMA, Dit.P2TK Dikmen harus hadir, karena beliau berhalangan maka posisi dalam coachning diisi oleh ibu Nani (Nani Parhanah) yang bekerja sebagai Kasi Perencanaan dan Kualifikasi, Subdit PTK SMA, dan juga di pandu oleh ibu Aat, Mas Hadi dan Mas Rachman.
            Ibu Aat menjelaskan tentang serba serbi pergi ke Australia. Memang saat MoU program ini harga dollar masih stabil dan sekarang saat kami mau berangkat maka harga dollar sangat melambung maka ini tentu ikut mengganggu pada keuangan kami, paling kurang pada jumlah uang saku yang bakal kami terima.
            Karena iklim Indonesia berbeda dengan Australia maka tentu akan berdampak pada kesehatan kami. Untuk itu kami perlu menjaga kesehatan dan juga mengontrol selera. Susah mengontrol selera akan berdampak padakesehatan. Aku sendiri selama di Australia akan lebih banyak mengkonsumsi sayuran dan banyak buah-buahan.  
            Kami di-request bahwa kalau boleh pergi ke sana jangan hanya sekedar lihat sana lihat sini- sekedar cuci mata saja. Yang diharapkan adalah agar kami musti proaktif untuk menggali barbagai keunggulan program pendi dikan di Australia. Yang mungkin bisa kami tanya adalah tentang pengelolaan sekolah yang meliputi rekruitmen sekolah, pengelolaan sekolah, pengelolaan perpustakaan dan labor, juga tentang kesejahteraan guru dan juga tata usaha (administrasi).
            Berdasarkan pengalaman dari ibu Nani bahwa staff administrasi di Australia lebih baik kwalitasnya dari staff administrasi di negara kita. Demikian juga dengan kualitas guru dan kepala sekolah. Ya semua tergantung pada rekruitmen dan komitmen pengambil kebijakan. Kemudian bahwa di sekolah tentu ada supervisor, kalau di Indonesia supervisor direkrut dari guru, sementara kalau di Australia kemungkinan juga berasal dari masyarakat.
            Kami juga akan mencari tahu tentang kegiatan ekstra-kurikuler di sekolah sana. kalau di sekolah di negeri China kegiatan ekskul memperoleh perhatian yang sangat lebih. Demi kegiatan ekskul di sekolah dibangun stadion, ada juga kolam renangnya, dilengkapi dengan fasilitas olah raga yang sangat lengkap. Pantaslah negeri China bisa melahirkan banyak atlit berkelas dunia.
            Kalau fenomena siswa kita-pulang sekolah pintarnya cuma pergi bimbel (ini juga bagus), namun kalau di China anak anak pulang sekolah bakal datang lagi dan juga ada yang diantar oleh orang tua untuk bisa ikut ekskul (kegiatan ekstrakurikuler)  yang pelatihan dapat dikatakan level internasional.   

2. Petunjuk Travel
            Perjalanan kami ke Australia bakal dipandu oleh tour travel. Guide kami bernama Mas Rachman (Rachmansyah Syariat). Ia menjelaskan serba serbi dan peraturan immigrasi dan tour ke Australia. Beberapa harapan adalah sebagai berikut:
- Para peserta dimohon agar siap berkumpul ditempat yang telah ditentukan diatas tepat pada waktunya.
- Para peserta diminta untuk selalu tepat waktu dan mengantri dengan tertib. Mata uang yang dianjurkan adalah AUD ( Australian Dollar ) & USD yang dapat Anda tukarkan dengan mudah di kasir hotel. Jangan menukar dengan orang yang tak dikenal untuk menghindari memperoleh uang palsu.
- tentang bagasi dan hand-carry, yaitu bagasi harus mempunyai kunci dan roda, Jangan tinggalkan bagasi untuk menghindarkan kehilangan dan penyeludupan narkoba yang bisa diselipkan di bagasi atau tas yang ditinggalkan oleh pemiliknya, berat bagasi cuma-cuma maskimum 20 kg per orang.
- Menurut peraturan Airlines- International Flight- bahwa 1 orang hanya diizinkan membawa 1 hand carry dengan ukuran 55 cm x  36 cm x 20 cm dengan berat maksimum hand carry 7 kg. Barang-barang runcing seperti pisau, gunting, jarum, gunting kuku, baterai, shaver, sikat gigi elektronik dll harus disimpan didalam bagasi, tidak boleh ditas atau handcarry.
- untuk keamanan, dianjurkan untuk selalu menyimpan paspor, ticket, uang yang berlebihan dan perhiasan didalam safety box. Jangan meninggalkan tas yang berisi barang-barang tersebut didalam kamar tanpa safety box, di kursi lobby hotel dan di kursi restaurant di hotel (biasanya saat makan pagi atau malam), didalam bus, didalam restaurant dll. Supir, tour leader dan guide tidak bertanggung jawab atas kehilangan yang terjadi.
- Pada saat acara bebas, untuk pergi ke tempat shopping atau liburan, sebaiknya minta petunjuk dari tour guide atau pihak hotel untuk ke tempat dan jalan yang aman. Bila berada di Australia maka kami selalu menyeberang di Zebra Cross atau lampu penyeberangan. Apabila ada kunci double lock kamar, jangan lupa untuk selalu menggunakan kunci double- lock kamar pada saat tidur malam hari.
            Untuk kenyaman kami selama tinggal di hotel Australia, Mas Rachman juga menjelaskan tentang peraturan tinggal di hotel. Kami harus tahu tentang penggunaan fasilitas hotel seperti pay movie, penggunaan toilet, pernak pernik hotel, kami jugadiingatkan untuk tak membawa milik hotel. Kami juga dilarang membawa senjata api dan obat-obatan terlarang / narkoba.
Tour travel juga memberi kami informasi tentang beberapa tanggung jawab diluar kemampuannya. Info ini tentu harus kami ingat selalu. Infonya adalah sebagai berikut:
- Bila terjadi sesuatu diluar kemampuan kami, REIRA TOUR, AIRLINE & Para Tour      Operator berhak merubah tanggal keberangkatan , hotel, transportasi, acara dan lain – lain tanpa pemberitahuan terlebih dahulu demi kelancaran acara tour.
- Para Tour Operator tidak bertanggungjawab atas segala keterlambatan gangguan bencana alam (force majeure) serta hal-hal diluar kemampuan kami. Perubahan, penambahan reservation atau kegagalan termasuk tiket pesawat, hotel, visa dan lain-lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab peserta tour.
- Anda diharapkan selalu berhati – hati selama mengikuti tour dan tidak meletakkan barang-barang penting seperti passport, tiket pesawat dan uang di sembarang tempat untuk menghindari Pencurian Misalnya : di dalam Bus, restaurant, Hotel, dll. Driver, Tour Operation & Tour Leader serta REIRA Tour sebagai penyelenggara tidak dapat dituntut apabila terjadi kehilangan.
Dan sebagai catan bagi kami bahwa salah satu yang perlu diperhatikan ketika berkunjung ke Australia adalah aturan 'custom' yang lumayan ketat. Barang-barang seperti bahan makanan segar dan produk turunan susu tidak boleh dibawa masuk negara ini. Catatan terakhir bahwa kalau di negeri kita (Indonesia) kalau berangkat dengan grup maka bis wisata terbiasa menunggu kita. Kalau di Australia bis wisata mengantarkan kita ke destinasi- di sana kita didrop (diturunkan) dan setelah itu bakal dijemput sesuai dengan waktu yang dijanjikan- jadi di Australia kitalah yang nunggu bis.

3.One night in Hotel
            Tidurku dua hari ini kurang nyenyak. Apalagi semalaman tidur di tempat di tempat kakak. Aku kurang bisa beradaptasi dalam mengusir nyamuk, mungkinaku tidur tanpa lotion anti nyamuk, sehingga banyaknyamuk mengganggu tidurku. Sekarang aku bakal mengganti tidur- tidurku yang kurang berkualitas.
            Tiap kali nginap di hotel bagiku bisa berfungsi buat mengganti kekurangan tidur. Sebagaimana aku ungkapkan tadi bahwa malam kemaren aku hampir tidak bisa tidur. Banyak perumahan rakyat golongan ekonomi bawah yang lingkungan mereka dikelilingi oleh system drainase yang jelek, dimana jentik-jentik nyamuk sangat cepat berkembang biak dan selanjutnya akan menularkan malaria dan juga penyakit demam berdarah.       Kita berharap agar   semua masyarakat, pemerintah dan juga grup sosial yang peduli pada kesehatan lingkungan untuk bisa memprakarsai perbaikan system drainase yang lebih sehat.
            Aku menyempatkan diri buat menikmati buah-buahan segar, seperti apel dan jeruk- yang sengaja aku persiapkan dari Sumatera. Dan juga sengaja buat aku konsumsi selama traveling di Australia. Aku berbagi buah segar dengan Ibnu Hajar- temanku satu hotel dan juga bakal sama- sama berangkat menuju Australia. Dia adalah juga guru berprestasi yang berasal dari Makasar.
Mengkonsumsi buah-buahan segar sangat bagus untuk kesehatan tubuh, terutama kesehatan pencernaan.
            Kami di Batusangkar punya kebiasaan, sebelum tidur mengkonsumsi buah segar dalam bentuk jus. Aku biasanya amat rajin bikin jus buat seluruh anggota keluarga. Bahan dasarnya jus buatanku adalah: sayatan papaya, alpukat, sedikit gula dan juga diberi sedikit susu. Kebiasaan mengkonsumsi jus buah segar bikin keluarga menjadi sehat dan bugar dan kami jarang menderita sakit.
            Bila ada waktu, aku juga bikit jus tomat. Jus itu sangat bagus buat menambah butir-butir darah merah. Satu lagi khasiat yang kita rasakan bahwakalau minum jus cukup banyak sebelum tidur maka ini akan membuat tidur kitasangat lelap- sangat nyenyak.
            Keberangkatan kami menuju Australia sudah menghitung jam saja. Semalaman kami sudah menerima dokumen keberangkatan, yaitu satu set dompet dokumen yang berisi visa kunjungan, passport, lembaran dollar Australia dan juga daftar itenary selama di Australia. 

F. Menuju Pulau Bali

1. Cek out Dari Kalibata
            Jam 10.00 pagi inisaatnya kami harus cekout dari hotel Kaisar yang berlokasi di daerah Kalibata ini.tidurku semalaman sangat nyenyak dan ini membuatku merasa sangat bugar. Di bawah bis wisata sudah menunggu kami, kami semua menyeret bagasi. Bis segera menuju terminal keberangkatan internasional di Bandara Sukarno Hatta.
            “Oh, aku berjumpa dengan Niman lagi. Niman adalah officer tour travel yang bekerja untuk melayani orang yang bakal terbang ke luar negeri”.
            Niman sudah menunggu kami dan juga memandu kami ke dalam terminal. Kami masih punya waktu selama 3 jam untuk free- duty, maksudnya untuk kegiatan bebas di bandara sebelum boarding ke dalam pesawat. Kami sengaja melakukan shopping minuman dan makanan ringan saja. Kemudian kami juga sholat, ya jamak zuhur dan ashar.
            Pada mulanya kami mau membawa laptop ke Melbourne. Setelah difikir bahwa itu akan membuat hand carry jadi bertambah. Kami yakin laptop juga bakal tidak terpakai. Wah lebih baik ditip saja pada Niman. Dan Niman akan menyimpan semua laptop ini di kantornya.     
            Kami masih punya waktu satu atau duajam lagi. Pemandu kami, Mas Rachman segera datang. Aku sengaja duduk beberapa meter dari grup untuk menikmati satu cangkir kopi panas. Ya masih terasa panas sehingga susah buat aku minum. Wow sudah ada panggilan buat menuju ruang boarding- minumanku masih banyak. Ya aku tinggalkan saja, karena betul betul panas. Biasanya aku tidak terbiasa membuat makanan dan minuman bersisa, mubazir makana tidak direstui oleh agama Islam. Aku segera menyusul grup ke ruangan boarding.
            Ada beberapa tiket pesawat yang kami terima dari Niman tadi yaitu tiket buat Jakarta –Bali, Bali- Melbourne, Melbourne- Sydney dan Sydney- Jakarta. Mas Rachman kembali mengingatkan agar kami nanti tidak salah beri tiket  pada pegawai penerbangan nanti.   
            Aku sangat merasakan bahwa andaikata aku tidak punya kegiatan maka menunggu adalah sesuatu yang terasa lama dan membosankan. Aku sudah terbiasa untuk membaca dan menulis, jadi no problem, hingga jadwal  boarding menuju Denpasar segera datang.
            Aku tahu bahwa Denpasar atau Bali adalah salah satu pulau di Indonesia. Namun sebagai pulau internasional. Namun proses pergi ke sana sekarang ibarat proses pergi ke luar negeri, ya sedikit rumit dibandingkan pergi ke kota lain. Dalam pesawat yang aku naiki jumlah wajah penumpang yang berwajah Indonesia lebih sedikit dari yang berwajah asing. Ini juga menjadi alasan bagiku bahwa pulau Bali adalah pulau internasional. Apalagi saat kami terbang sekarang juga sedang berlangsung ajang seleksi “Miss World”, di pulau Bali ini maka seleksi atau prosedur boarding jadi lebih rumit dan kita kita terasa separoh dicurigai- ya dengan alasan keselamatan dan keamanan pesawat dan pulau Bali.   

2. Jakarta dan Bali
            Seumur-umur aku belum belum pernah pergi keBali. Kadang- kadang kalau turis dan juga-juga teman luar negeriku bertanya “have you ever been in Bali ?”. Aku tidak bisa menjawab sudah apa belum, aku merasa malu karena sebagai orang Indonesia aku belum sempat ke Bali, maka untuk merespon mereka aku cuma tersenyum, atau terpaksa berdusta- meski itu tidak bagus. Jadi transit di Bali kali ini adalah merupakan kunjunganku yang pertama ke Denpasar/ Bali. Jadi kalau nanti ada yang bertanya seperti itu tentu aku akan jawab:
            Yes I have ever been in Bali….hhhhh
            Penerbangan Jakarta dan Bali jaraknya hanya 1,5 jam. Grup kami terbang dengan pesawat Garuda dan aku merasakan adanya pelayanan yang sangat bagus. Kali ini juga ada gerakan cinta membaca secara tidak langsung dari pada penerbagan sebelumnya. Tidak hanya dengan pesawat ini, malah juga dengan pesawat kelas ekonomi juga demikian.
Kemaren saat aku terbang dengan Lion Air dari Padang ke Jakarta, kami- semua penumpang- disuguhi sebuah tabloid. Sehingga banyak orang dalam pesawat terlihat membaca. Sekarang penerbangan dari Jakarta ke Denpasar kami juga disuguhi beberapa pilihan surat kabar oleh flight attendant pesawat Garuda buat dibaca. Penumpang boleh membawanya secara gratis.
Biasanya membaca dalam pesawat seolah-olah hanya budaya orang Barat. Namun sekarang itu sudah budaya/ kebiasaan orang kita. Orang kita juga sudah membaca dalam pesawat. Ini adalah kebijakan manajemen penerbangan untuk membuat penumpang tidak bengong dalam pesawat- mereka musti punya kegiatan, seperti membaca, dan sekaligus untuk memantapkan SDM penumpang melalui membaca koran dan tabloid.
Aku sendiri menikmati beberapa artikel yang tersaji dalam majalah “Garuda Indonesia Colours”. Ada beberapa opini dan juga catatan yang bisa aku peroleh. Majalah Colour berbincang dengan Martha Tilaar mengenai kesuksesannya sebagai seorang beauty-preneur dan juga tentang komitmennya terhadap lingkunga. Pernyataanya adalah bahwa:
- Ia punya mimpi besar untuk mempercantik wanita Indonesia.
- Kekayaan alam dan budaya Indonesia sangat indah dan bervariasi.
- Kita perlu mencintai alam dan budaya Indonesia. Jangan kita ikut-ikutan latah tidak menyukai produk Indonesia. Kalau produk kita tidak berkualitas maka kita jangan hanya pintar mencela. Yang kita harapkan adalah agar ikut berkontribusi untuk meningkatkan kualitasnya- paling kurang ikut sumbang saran positif.
- Dalam menjalankan bisnis, Martha juga sering jatuh bangun. Namun ia selalu mencari strategi untuk bangkit lagi.  
- Martha meraih gelar Doktor kehormatan (Honoraris Causa) dalam bidang fashion and artistry dari World University Tuscon, Amerika Serikat 1984. Ia juga melakukan banyak riset dan ia ingin mengubah cara pandang banyak orang ke arah positif melalui motivasinya. Walau ia orang kampung namun ia bisa juga untuk go international.  Mimpi Martha sudah tercapai, tapi ia belum puas, ia tetap ingin memperdayakan wanita Indonesia.    
Martha mengidolakan R.A Kartini dan juga Cut Nyak Dien. Tentu saja ia bisa mengidolakan kedua tokoh sejarah ini setelah membaca biografi mereka. Pengalaman kedua tokoh ini ikut memotivasi potensinya. Nah sekarang bagaimana dengan anak anak gadis Indonesia hari ini ?
Martha sukses dalam karir juga sukses sebagai ibu. Ia punya 4 orang anak dan ia telah menjadi model ideal bagi anak-anaknya. Ia berprinsip bahwa ia hidup sebagai orang timur, maka ia harus hidup sederhana, menunjukan rasa hormat pada orang tua dan kepada siapa saja.

3. Bali Sebagai Pulau Internasional
            Sebagaimana yang telah aku katakana bahwa Bali adalah sebuah pulau internasional. Saat pesawat mendarat di Bandara Ngurah Rai, aku mendengan turis berbicara dalam berbagai bahasa- bahasa negara mereka masing- masing.
            Parawisata pulau Bali sudah level internasional. Tentu saja manajemen wisatanya bagus sekali sehingga semua Propinsi di Tanah Air harus belajar ke sini. Begitu memasuki terminal, kita dapat menemui berbagai brosur tentang tawaran berwisata.  Dari peta terlihat setiap jengkal geografi Bali adalah tempat objek wisata. Itu berarti bahwa setiap jengkal geografi Bali adalah bisnis yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Maka di saat mencari kerja itu sulit maka menata daerah dan mengaktifkan dunia atau industry wisata akan bisa mengurangi indeks pengangguran.
            Tampaknya bahwa parawisata di pulau ini tidak semata-mata dikelola oleh pemerintah, namun hampir semuanya diserahkan ke pihak swasta. Ada ratusan malah mungkin ribuan grup pemilik industry wisata di sini. Fungsi pemerintah hanya sebagai koordinator. Semuanya tumbuh dan menghiasi grup mereka dan pada akhirnya membentuk kecantikan pada pulau Bali.
            Orang orang asing sangat banyak yang bermukim di pulau ini. Dan tentu saja banyak teman dan keluarga mereka yang ingin datang- buat berlibur- dari negara mereka. Aku perhatikan saat keluar dari terminal bandara, warga Indonesia dan warga asing membaur satu sama lain dalam menyambut family dan kenalan mereka.
            Kami terus melangkah menuju ke terminal transit. Bule-bule, warga Australia, terlihat sudah sangat familiar dengan Bali. Tentu saja mereka lebih familiar dibandingkan dengan grup kami. Bagi kita pergi berlibur ke pulau ini masih termasuk sangat sulit dan juga mahal.              Kami masih punya waktu, sekitar dua atau tiga jam, sebelum terbang- menunggu buat boarding lagi menuju Melbourne. Bosan juga berada dalam ruang tunggu ini, kecuali kalau ada kegiatan.  
            “Wah kesempatan ini kami manfaatkan buat rileks, buat duty free dan juga cuci mata. Namun yang paling penting kami perlu mencari praying room buat sholat. Akhirnya kami menemukan tempat sholat pada ujung sebuah gang. Di sini kami melakukan sholat jamak buat sholat magrib dan isya. Ada rasa tenang dalam praying room kecil ini, ukurannya mungkin sekitar 4 kali 4 meter”.
            Usai sholat kami belum mau keluar-pergi ke tempat lain. Kami menghabiskan sisa waktu dan bercanda sehangat canda anak anak kecil. Teman- temanku yang pada umumnya berlogat Jawa berbagi cerita, kadang mereka bercanda dalam bahasa kampungnya. Aku mengerti namun aku tidak bisa ngobrol bahasa mereka. Sekali sekali mereka tertawa terbahak- bahak memecah kesunyian di senja itu. Bule bule yang datang buat mampir ke toilet juga menoleh memperhatikan kami. Kami semuanya adalah 10 orang dan juga berasal dari 10 propinsi yang juga berbeda.
            Akhirnya kami memutuskan untuk meninggalkan praying room. Aku melemparkan pandangan ke toko-toko buku dan juga toko kerajinan. Namun seleraku buat membeli buku muncul. Ingin rasanya aku membeli lusinan buku, tetapi tidak mungkin untuk menambah bagasi. Niat buat beli aku batalkan, mungkin nanti bila sudah balik lagi ke Indonesia maka aku akan bali banyak buku.
            Aku merasa senang memperhatikan prilaku bule-bule dan interaksi mereka satu sama lain. Ternyata mereka juga suka punya anak sebagaimana halnya orang- orang kita. Beberapa keluarga bule Australia baru saja pulang berlibur dari Bali atau mungkin dari bagian Indonesia lainnya. Bukan dimana- dimana saja anak-anak selalu mudah jadi rewel.dan aku lihat bahwa beberapa keluarga usia muda asal Australia sangat sabar dalam menenangkan balita mereka yang lagi rewel- mungkin karena mengantuk atau karena kelelahan.
            Mereka- ayah dan ibu- berbagi peran dan juga berbagi waktu dalam mengasuh anak dan dalam menenangkan anak. Berbagi waktu untuk menggendongnya. Agar balita mereka tidak terlalu bosan rewel dalam perjalanan, maka mereka telah menyiapkan kebutuhan balita seperti perangkat makan dan minuman ringan, alat alat elektronik buat hiburan dan juga alat tulis dan juga buku- buku cerita. Aku tidak pernah mendengan orang muda itu menghardik dan mengeluh pada balita mereka. Kesimpulan aku lihat bahwa mereka betul betul siap buat menjadi orang tua dan mereka tentu selalu membaca buku tentang parenting.

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture