Sabtu, 21 Mei 2016

Kriteria Guru Ideal (totalitas kompetensi guru)



A. Kesimpulan
1) Kriteria Guru Ideal (totalitas kompetensi guru)
Langkah-langkah menjadi guru ideal seperti:
a. Menguasai materi palajaran secara mendalam.
b. Mempunyai wawasan luas.
c. Komunikatif.
d. Dialogis.
e. Menggabungkan teori dan praktik.
f. Bertahap.
g. Mempunyai variasi pendekatan, seperti micro teaching, club discussion, small
    groups dan student categories.
h. Tidak memalingkan materi pengajaran.
i. Tidak terlalu menekan dan memaksa.
j. Humoris tapi serius.

2). Strategi Pengembangan Guru Ideal
a. Selalu belajar agar menguasai materi pelajaran secara mendalam.
b. Senang beromunikasi, pola komunikasi dua arah.
c. Akrab dengan tekhnologi, media, masyarakat, pengetahuan dan internet agar
    memiliki wawasan luas.
d. mengembangkan kebiasaan suka berbagi dan berdialog.
e. tidak sekedar jago berteori, namun mahir dalam menggabungkan teori dan praktik.
f. selalu memperbarui metode mengajar dan mampu menyampaikan materi secara
    hirarki (bertahap).
g. Selalu melakukan pendekatan utamanya dalam pembelajaran- tahu berbagai
    variasi pendekatan.
h. Tidak memalingkan Materi Pelajaran (sesuai dengan tujuan pembelajaran)
i. Tidak terlalu menekan dan memaksa siswa
j. berkarakter santai tapi serius dalam berinteraksi- utamanya dengan siswa

3). Tujuan Reformasi Pembelajaran Untuk Meraih Cita- Cita
Dalam rangka reformasi “proses pembelajaran”, mari belajar dari negara atau sekolah yang lebih maju.
            - Memperbaiki mind- set dan mental sebagai guru kreatif dan inovatif.
- Perencanaan guru sangat matang, dan membuat  perencanaan untuk satu semester, perencanaan mengajar  dalam bentuk utuh, meliputi seluruh kebutuhan siswa dan guru (LKS, alat peraga, media pendidikan, alat pendukung).
            - Penyusunan rencana mengajar guru kelas bekerja sama dengan guru bidang study, guru pembimbing, wakil, kepala sekolah dan orang tua.
-  Guru harus hadir di sekolah lebih awal dan menyiapkan PBM serta pulang sekolah lebih akhir, dan segera memeriksa PR siswa.
- Tiga atau empat PR siswa terbaik dipajang di kelas, selebihnya disimpan dalam file/ portofolio.
- Membuat kegiatan morning news yang mengagumkan, bahwa lima belas menit sebelum pelajaran pertama dimulai, 5 orang siswa secara bergiliran selama 3-4 menit menyampaikan morning news di depan kelas, siswa yang lain mendengarkan, bertanya dan menaggapinya.
- Menciptakan suasana kelas sangat menarik dan menyenangkan, siswa terlibat seara psikomotorik, intelektual dan emosional.
- Pembelajaran bahasa melalui kegiatan: menulis surat kepada orang tua, menulis kembali berita yang pernah didengar dan dibaca dengan bahasa sendiri, dan membuat komentar/ taggapan yang kegiatan ini sudah dimulai sejakkelas 1 SD.
- Pendidikan inklusif sudah berjalan sedeikian rupa, guru tidak lagi berbicara sebatas konsep PAKEM atau  life skill, namun konsep tersebut terlihat langsung terpadu dalam pembelajaran kelas.
- Kelas harus memiliki Rule Class.
- Pr siswa musti dikomentari dengan kata kata motivasi bukan kata yang menyudutkan.

4). Langkah-Langkah Reformasi Proses Pembelajaran.
a. Menata Lingkungan Fisik Kelas yang Kondusif
b. Guru harus mampu memberi penghargaan terhadap partisipasi aktif siswa dalam setiap konteks pembelajaran.
c.Guru hendaknya bersikap demokratis dalam mengelola kegiatan pembelajaran.
d.Setiap permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran sebaiknya dibahas secara dialogis.
e.Lingkungan kelas sebaiknya disetting sedemikian rupa sehingga memotivasi belajar siswa dan mendorong terjadinya proses pembelajaran.
f.Menyediakan berbagai jenis sumber belajar atau informasi yang berkaitan dengan berbagai sumber belajar yang dapat diakses atau dipelajari siswa dengan cepat.

B. Saran
            Ada beberapa saran yang cukup signifikan untuk mengembalikan marwah (kualitas pendidikan) Aceh ini, antara lain:
-       Menghidupkan kembali semua perpustakaan paling kurang di tingkat SD dan mengaktifkan minat baca siswa SD.
-       Mengkatifkan mading(majalah dinding) sejak bangku SD hingga SLTA agar kemampuan ekspresi menulis juga meningkat.
-       Mengaktifkan lomba akademik dan non akademik untuk wilayah regional dan Sumatera agar Aceh bisa menjadi tujuan tempat pendidikan.
-       Mengaktifkan lomba debat dan lomba pidato agak berfikir kritis siswa meningkat.
-       Lebih sering mengundang para tokoh wirausaha dan tokoh orang sukses untuk memotivasi siswa sejak dini untuk kegiatan ekskul di sekolah.
-       Lebih sering melakukan kegiatan studi banding ke sekolah dan tempat yang SDM mereka lebih bagus.
-       Mengembangkan budaya memberi reward bagi siswa yang berprestasi (sukses) untuk bidang akademik dan non akademik.
-       Menganjurkan dan merekomendasi para guru- utamanya guru muda yang energik, untuk senantiasa menambah kualitas pengetahuan. Mengikuti seminar, pertukaran guru dan mengikuti pelatihan dan pendidikan.


Daftar Kepustakaan

Ali Muhtadi. 2005. Penanaman Nilai - Nilai Agama Islam Dalam Pembentukan Sikap Dan
Perilaku Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu, Yogyakarta :Luqman Al- Hakim.
(portalgaruda.org/article.php?article)

Bobbi De Porter dan Mark Reardon. 2002. Quantum Teaching. Bandung: Kaifa.

Dedi Supradi, 2000. Mengangkat Citra dan Martabat Guru, Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.

Ekosiswoyo, Rasdi. & Maman Ranchman. 2000. Manajemen kelas. Semarang: CV. IKIP
Semarang press.
(http://istimaazzahra.blogspot.co.id/2014/06/manajemen-penataan-kelas.html)

Fasli jalal dan Dedi Supriyadi. 2001. Reformasi Pendidikan Nasional dalam Konteks
Otonomi Daerah Daerah, Yogyakarta : Adicita Karya Nusa.

H.A.R Tilaar. 2002, Membenahi Pendidikan Nasional, Jakarta: Renika Cipta.

Jamal Ma’mur Asmani. 2013. Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif dan Inovatif. Jogjakarta:

Jones, B.F. (1985). Reading and Thinking. In Costa, A.L. (ed.). Developing
Minds: A Resource Book for Teaching Thinking. Alexandria: ASCD.  

Muhammad Saroni. 2006. Manajemen Sekolah: Kiat Menjadi Pendidik yang kompeten.
Jogjakarta: Ar-Ruzz.

Munif Chatib (2012). Sekolahnya Manusia. Bandung: Kaifa

Syarifudin 2002. Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan, Konsep, Strategi dan
Aplikasi, Jakarta: PT Grasindo.

Zubaidah Ningsih. (2009). What I've learned from Australia. Melbourne: Master by Research
Student in Chemistry, Soft Condensed Matter Group, School of Chemistry, Melbourne University.







Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture