Senin, 03 April 2017

Buatlah Dirimu “Attraktif” Agar Sukses Segera Datang

Buatlah Dirimu “Attraktif” Agar Sukses Segera Datang
Oleh: Marjohan, M.Pd
(Guru SMAN 3 Batusangkar)
Keinginan untuk meraih sukses sudah menjadi kebutuhan banyak orang, mulai dari yang berusia muda hingga berusia dewasa. Demikian juga di kalangan pelajar, terutama bagi yang sudah duduk di kelas 12- atau kelas akhir- tingkat SMA/MA, maka mereka mendaftarkan diri pada bimbel (bimbingan belajar). Buat apa ?
Mereka mengatakan agar mereka bisa sukses- jebol di perguruan tinggi favorit di pulau Jawa atau pada jurusan- jurusan favorit di perguruan tinggi negeri yang terkemuka di Indonesia. Jadinya begitu banyak anak- anak muda yang berjibaku dalam belajar hingga bisa memperoleh kejuaraan dalam suatu perlombaan, prestasi akademik, hingga lulus dengan nilai yang gemilang. Namun apakah mereka betul- betul bisa meraih sukses 5 tahun atau 10 tahun setelah itu ?
Saya tiba-tiba menjadi lebih sadar akan makna mencari sukses setelah saya membaca sebuah artikel, yang ditulis oleh Melisa Stanger, dengan judul “Attractive people are simply more successful”, bahwa orang- orang yang terlihat attraktif (lebih menarik) akan lebih mudah untuk meraih sukses. Dia mengatakan bahwa orang- orang yang terlihat attraktif akan lebih cepat buat mendapatkan pekerjaan dan memperoleh bayaran yang lebih tinggi.
Mereka juga memperoleh promosi lebih cepat dan mereka juga dibayar lebih banyak dari pada orang-orang yang bekerja pada bidang yang sama, namun penampilannya kalah attraktif. Dengan demikian betapa penting menjadi orang-orang yang penampilannya terlihat attraktif, karena mereka yang terlihat attraktif akan mampu memperoleh nafkah sedikit lebih baik dari pada orang-orang yang penampilannya biasa-biasa saja.
Daniel Hamermesh, seorang profesor ilmu ekonomi dari Universitas Texas- Amerika Serikat, juga meyakini tentang fenomena bahwa orang yang terlihat attraktif akan bisa menjadi lebih sukses. Ia menulis tentang fenomena ini menjadi sebuah buku yang berjudul “Beauty pays: why attractive people are more successful”.
Kemudian, Melisa Stanger juga mengatakan bahwa ada sejumlah penelitian yang mempelajari tentang konsep kecantikan/ ketampanan sebagai sebuah faktor dalam meraih kesuksesan seseorang secara berkali-kali. Terbukti bahwa orang- orang yang cantik memang cenderung mampu membawa lebih banyak uang ke dalam perusahaan dimana mereka bekerja. Sehingga mereka terlihat sebagai karyawan yang sangat bernilai dan sebagai orang yang bekerja lebih keras.
Dalam pengalaman lain bahwa para salesmen yang beroperasi- menjajakan dagangan- secara door to door ternyata para salesmen yang penampilannya lebih attraktif akan mampu menjual dagangan lebih laris kepada pelanggan mereka. Karena pelanggan mereka memang lebih suka untuk berhubungan dengan orang-orang yang memiliki wajah yang good looking.
Dario Maestripiene, seorang professor neurobiology dari Universitas Chicago, mengatakan bahwa orang- orang yang memiliki penampilan “good looking” atau attraktiv memang memiliki daya tarik sehingga banyak orang yang tertarik untuk berinteraksi dengannya. Mereka senang menghabiskan banyak waktu untuk ngobrol dan melakukan kebersamaaan dan juga. Banyak orang yang juga senang untuk membeli produk dari mereka yang memiliki wajah good looking tersebut, sehingga perusahaan juga akan membayarkan upah dengan bonus yang lebih tinggi pada mereka.
Daniel Hamermesh mengatakan bahwa faktor good looking tidak hanya faktor utama pembentuk daya tarik tersebut. Namun juga ditentukan oleh faktor karakter- karakter positif yang mereka miliki- seperti keberanian, sopan santun, ramah tamah, dll. Jadi bukan suatu hal yang sia-sia kalau banyak orang sangat peduli dengan penampilan. Menghabiskan dana ekstra buat perawatan tubuh, hingga mereka bisa tampil lebih attraktiv.
Kecantikan dan ketampanan dapat memantulkan rasa percaya diri seseorang. Memang rasa percaya diri tersebut terlihat pada prilaku, sehingga mereka yang memiliki penampilan good looking dan rasa percaya diri akan mampu menghargai diri mereka (self esteem) yang lebih tinggi. Mereka menjadi orang yang disenangi dan cenderung lebih mudah diterima oleh banyak kalangan.
Riset tentang efek faktor kecantikan/ketampanan juga pernah dilakukan di Universitas Rice dan Universitas Houston. Mereka membatasi studi tentang bagaimana penampilan wajah mempengaruhi keungguan seseorang dalam melakukan wawancara.ditemukan bahwa orang-orang yang wajahnya kurang terawat- bernoda, jerawatan, ada goresan luka dan komedo- ini semua bisa mempengaruhi kualitas wawancara dan penurunan kuaitas rasa percaya diri. Ada kesan bahwa mereka kehilangan daya tarik, sehingga banyak informasi penting yang ada pada mereka yang kurang tergali.
Juan Madesa, professor dari Universitas Houston, mengatakan bahwa semakin sering pewawancara memperhatikan noda-noda pada wajah maka semakin sedikit dia mengingat tentang konten (isi) dari topik yang dibahas selama wawancara berlangsung. Akhirnya kualitas materi wawancara juga ikut jadi menurun.
Sehubungan dengan uraian di atas tentang kesuksesan dalam belajar, bekerja, dan faktor noda pada wajah yang merusak daya tarik penampilan. Saya juga teringat pada pengalaman sendiri. Bahwa ada teman masa remaja saya yang sangat rajin dan disiplin dalam belajar sehingga setiap dia ujian, dia mampu meraih nilai ujian yang lebih tinggi. Dalam ujian harian, ujian tengah semester, dan ujian kenaikan kelas, dia juga mampu meraih angka- angka yang fantastis. Sehingga pada rapornya tertera nilai- nilai yang mengagumkan. Bagaimana reaksi teman- teman kepadanya ?
Sebagian merasa kagum pada kemampuan akademik dan merasa biasa-biasa saja, apalagi melihat performance nya yang sedikit kaku, kurang ramah, kurang suka berkomunikasi sehingga banyak orang yang kurang tertarik buat ngobrol dengannya. Juga dia sendiri juga kurang peduli dengan penampilannya. Dia membiarkan wajahnya kurang terawat sehingga membuat lawan jenis juga malas banyak ngobrol dengannya atau ngobrol hanya sebatas basa-basi saja.
Sehubungan dengan judul tulisan ini, bahwa orang-orang yang memiliki attraktif akan lebih sukses. Daya tarik atau attraktif sangat dipengaruhi oleh faktor good looking- wajah yang tampan atau wajah yang cantik. Namun itu semua merupakan anugerah dari Tuhan (Allah Swt).
Daniel Hamermesh juga menambahkan bahwa bagi mereka yang memiliki faktor wajah yang kurang beruntung, tentu akan juga bisa membuat keberuntungan yang lebih. Mereka masih memiliki tempat- tempat untuk mewujudkan kesuksesan.
“Jangan mencari pekerjaan dimana faktor wajah menjadi penentu keberhasilan. Maka jangan putuskan untuk menjadi pembawa acara di TV, namun bisa bekerja sebagai penyiar radio. Jangan menjadi aktor film, namun carilah tempat pekerjaan yang anda senangi dimana wajah bukan sebagai faktor penentu yang utama,” demikian nasehat Daniel Hamermesh.
Apa daya tarik (attraktif) semata- mata hanya terfokus pada faktor good looking ? Saya pernah membaca artikel tentang Sri Owen, seorang perempuan yang berasal dari Sumatra Barat. Dia memperoleh pendidikan bahasa Inggris dan kemudian bekerja sebagai penyiar radio BBC London. Sri berkenalan dengan seorang pemuda Inggris yang punya nama Owen.
Owen adalah pemuda Inggris yang tinggi dan tampan dan Owen adalah wanita Asia (asal Sumatra Barat/ Indonesia) yang wajahnya biasa- biasa saja. Namun kecantikan yang dimiliki oleh Sri bukan semata-mata ditentukan oleh faktor good looking. Pribadi Sri yang menarik, wawasannya yang luas dan daya tarik dari dalam diri Sri membuatnya punya
punya pesona tersendiri di mata Owen. Akhirnya Owen memutuskan untuk menikah dengan Sri dan setelah menikah nama Sri lebih akrab disapa dengan “Sri Owen”. Hingga sekarang mereka masih menetap di Inggris dengan bahagia dan mereka berdua mengembangkan usaha dalam bidang kuliner Indonesia.
Jadi bagaimana implikasi dari judul artikel ini ? Bahwa orang dengan penampilan yang attraktif akan lebih mudah buat meraih sukses. Namun kualitas kepribadian juga menjadi penentu dari daya tarik lainnya. Mereka yang memiliki pribadi yang menarik juga akan lebih cepat buat sukses.
Wajah yang hanya sekedar good looking- cantik atau ganteng- saja belum bisa memberikan jaminan bahwa dia punya daya tarik bagi orang lain. Kecuali kecantikan atau ketampanannya didukung oleh faktor yang lain seperti kemampuan berkomunikasi, kemampuan beradaptasi, kemampuan bergaul, mengambil keputusan, kemampuan bersimpati dan kemampuan sosial lainnya.
Sejak dahulu banyak orang sangat yakin bahwa untuk sukses sangat ditentukan oleh faktor kompetensi. Maka ramailah orang berusaha untuk menjadi lebih cerdas dalam bidang akademik. Dan mereka bisa memproleh kesuksesan, namun sebagian kesuksesan tersebut hanya berjalan di tempat. Agar sukses bisa lebih ditingkatkan maka- seperti yang saya paparkan pada bagian atas artikel ini- maka milikilah daya tarik (attraktif) pada pribadi kita. Mari perhatikan penampilan diri, rawatlah wajah kita, rambut dan cara berbusana kita yang lebih elegan. Kemudian miliki pula kecantikan yang terpancar dari dalam diri yang terbentuk karena nilai karakter kita.
Juga taatlah pada Allah Swt, karena Dia lah yang membolak balikan hati kita dan yang mampu memberi kesejukan dan ketenangan pada hati kita. Peliharalah hubungan baik dengan sesama dan jadilah pendengar yang baik yang mampu bersimpati. Kemampuan berkomunikasi dan bersosial juga sangat menentukan. Moga- moga kesuksesan segera berpihak kepada kita. (Marjohan, M.Pd adalah Guru SMAN 3 Batusangkar- Sumatra Barat)

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture