Senin, 03 April 2017

Beberapa Kebiasaan Yang Membuat Seseorang Jadi Hebat

Beberapa Kebiasaan Yang Membuat Seseorang Jadi Hebat
Oleh: Marjohan, M.Pd
(Guru SMAN 3 Batusangkar)
Semua orang saat lahir ke dunia, semua memiliki kemampuan yang sama yaitu “crying- menangis”. Ibarat perlombaan lari, mereka sama-sama memulai pada garis start atau “titik nol”. Namun setelah 5 tahun mulai terlihat perbedaan. Setelah 10 tahun perbedaan kualitas hidup terlihat jelas dan setelah 20 atau 30 tahun perbedaan- perbedaan tersebut sudah semakin melebar. Latar belakang siapa yang merawat dan mendidik dan pengalaman serta perlakuan yang mereka peroleh sangat menentukan siapa mereka jadinya. Hingga ada orang yang kualitasnya biasa-biasa saja, ada yang tertinggal dan dilupakan, dan malah ada yang menjadi orang yang sangat super.
Perjalanan hidup membuka kita jadi berbeda secara berevolusi. Saya terinspirasi dengan tulisan Tom Corley pada situs www.success.com dengan judul “16 Rich Habits: Your Autopilot Mode Can Make You Wealthy or Poor”. Namun saya akan mengulas hanya 6 kebiasaan saja, yaitu kebiasaan yang bisa membuat seseorang bisa jadi kaya. Kebiasaan tersebut adalah seperti:
- Membaca setiap hari
- Tidak banyak menghabiskan waktu dengan internet dan gadgets.
- Menghindari kebiasaan menunda waktu.
- Talk less and listen more.
- Menghindari toxic people.
- Milikilah seorang mentor (penasehat pribadi)
1)- Membaca setiap hari
Membaca harus menjadi kebutuhan utama karena membaca sangat penting, mungkin sudah menjadi kebutuhan primer. Kalau kita ingin menjadi orang sukses maka kita harus membaca yang banyak tentang informasi. Itu semua akan meningkatkan ilmu pengetahuan kita. Kalau mau sukses dalam bidang bisnis, maka kita perlu membaca tentang bisnis dan bidang lain. Dengan cara begini akan membuat kita lebih bernilai di mata teman-teman, pelanggan atau klien. Di antara orang-orang sukses, 88 persen maasih menyempatkan diri buat membaca. Paling kurang mereka masih meluangkan waktu selama 30 menit atau lebih buat membaca setiap hari.
Begitu pentingnya membaca sehingga meluangkan waktu buat menciptakan “reading time”. Mereka tidak asal membaca saja. Maka ada beberapa buku yang mereka prioritaskan buat dibaca. Khususnya buku-buku “autobiography, educational career, personal development, biography of succsess people, peristiwa-peristiwa terbaru, sejarah dan hiburan”.Dari variasi bacaan tadi maka Tom Corley memaparkan tentang proporsinya, yaitu sebagai berikut:
- 94 % mereka membaca tentang current event atau peristiwa terkini. Bacaan jenis sangat penting agar tidak ketinggalan informasi.
- 79 % membaca tentang educational career atau tentang topik yang berhubugan dengan karir yang dipilih.
- 63 % kalau tidak sempat membaca buku maka mereka mendengar audio book. Jadi saat kita bosan membaca teks, kita bisa mendengar audio book, dan tidak harus telinga
kita disodori dengan jutaan megabyte fitur lagu-lagu melulu. Namun lagu-lagu tersebut tetap signifikan sebagai selingan.
- 58 % mereka membaca biografi tentang orang-orang sukses. Dengan membaca biografi kita bisa memperoleh cermin hidup tentang proses tumbuh-kembang dalam kehidupan mereka.
- 51 % membaca tentang sejarah. Sejarah yang dibaca bisa jadi tentang perkembang suatu domain, seperti perdagangan, sosial, wisata, bisnis, olahraga, dll.
11 % mereka membaca hal-hal yang berhubungan dengan hiburan, ya tentang profil seorang atlit, bintang film, figur publik, dll.
Alasan mengapa orang-orang yang sukses masih membaca adalah agar selalu meningkatkan kualitas diri. Kebiasaan inilah yang membedakan mereka- membuat mereka menang dalam kompetisi dalam hidup. Dengan meningkatkan pengetahuan akan membuat mereka mampu melihat lebih banyak kesempatan, yang mana mereka terjemahkan- wujudkan- ke dalam bentuk keuntungan (finansial).,
Ada juga orang yang tergolong sudah sukses, namun malas dalam membaca. Yang selalu gemar membaca- memperbarui pengetahuan dan wawasan- kesuksesan serta karir mereka selalu bertahan dan malah cenderung meningkat. Sementara bagi mereka yang enggan buat menambah pengetahuan biasanya karirnya pelan-pelan merosot.
2)- Tidak banyak menghabiskan waktu dengan internet dan gadgets.
Menggunakan internet buat tujuan menambah wawasan dan memperluas jaringan adalah sangat tepat. Internet merupakan media komunikasi yang menyuguhkan bervariasi fitur seperti Facebook, Twitter, Instagram, Friendster, dll. Itu semua merupakan fitur untuk tujuan medsos alias media sosial. Melalui aplikasi androit orang juga bisa mengguakan jenis medsos yang lain seperti Whatsup, BBM, Skype, Line, dll. Jadi sudah demikian banyak variasi media sosial yang disuguhkan buat pengguna internet/ androit.
Jumlah medsos yang berlimpah dapat diibaratkan dengan jenis hidangan yang tersaji di atas meja makan. Apa semuanya harus dikonsumsi, paling hanya satu atau dua saja. Orang yang menyantap semua jenis sajian yang berkalori tinggi sepanjang waktu akan berefek diserang oleh penyakit stroke, diabetes, gangguan pencernaan. Hal yang sama adalah orang yang mengkonsumsi semua fitur medsos juga akan menimbulkan banyak masalah- utamanya kehabisan waktu, hingga menjadi orag yang anti sosial. Medsos yang dipakai ala kadarnya tentu bisa punya manfaat yang optimal. Bagaimana penggunaan mendsos yang tidak terkontrol ?
Saya sempat menjadi salah seorang yang juga cenderung mengkonsumsi banyak fitur medsos. Ya saya pernah tergila-gila menggunakan fitur Twitter, Facebook, BBM, Line, WA, dll. Memang saya bisa punya banyak koneksi ke seluruh nusantara hingga ke negara lain. Bagaimana efeknya, apakah saya jadi produktif ? Saya hanya menjadi ngetop secara fatamorgana- ngetop yang penuh kepalsuan. Namun produktivitas saya telah mendekati titik nol.
Tahun 1990-an saya belum mengenal internet, apalagi androit, karena benda ini belum ditemukan. Saat itu saya sangat produktif. Setiap kali saya punya kelebihan waktu, maka saya mampu menghasilkan banyak artikel. Saya hanya mengetik menggunakan mesik ketik bermerek olympus dan menggunakan tipe-ex kertas untuk mengkoreksi kesalahan. Terasa lebih sulit, namun saya amat produktif dalam menghasilkan tulisan.
Saya mengirim semua tulisan ke koran-koran. Dan setelah itu tulisan saya pada bermunculan. Efek dari memiliki banyak tulisan, saya juga bisa mengkompilasinya menjadi tujuah buah judul buku yang sempat diterbitkan dan buku-buku tersebut tersedia di toko buku di seluruh Indonsia.
Karena saya mempunyai lebih dari seratus tulisan hingga saya mampu memperoleh penghargaan dari Kementrian Pendidikan dan juga dari Presiden RI. Saya juga sempat mengunjungi pendidikan di beberapa negara seperti di Australia, Singapura dan Malaysia. Bagaimana kemudian ?
Saya jatuh cinta dengan medsos yang bayak. Memang saya merasakan manfaatnya, punya banyak teman. Efek negatif yang saya peroleh adalah bahwa saya kekurangan waktu buat berkarya dan melakukan hal-hal positif. Ada sekitar 3 tahun saya jadi vakum untuk
menulis secara produktif. Dan saya juga kehilangan waktu untuk melayani kepentingan keluarga. Jadinya kemudian, saya “memutuskan untuk membuat jarak dengan medsos” dan akan berkarya seproduktif pada saat-sat sebelumnya. Saya tidak mengajak orang untuk memusuhi medsos, namun juga menginginkan mereka agar menggunakannya dengan bijak. Orang sukses tidak banyak menggunakan internet dan juga androit.
Tom Corley mengatakan bahwa sungguh cukup banyak waktu yang sangat berharga telah hilang gara-gara kita terbiasa parkir (duduk berlama-lama) di depan layar laptop. Bahwa 2/3 dari orang-orang sukses hanya menonton TV hanya kurang dari satu jam setiap hari. Kemudian hampir 63 % dari mereka menggunakan waktu kurang dari satu jam untuk internet. Itupun mereka gunakan untuk tujuan pekerjaan.
Memang orang-orang sukses menggunakan waktu lowong mereka buat hal-hal yang lebih effektif, yaitu untuk pengembangan diri, memperluas networking- jaringan pekerjaan- menjadi volunteering, buat melakukan kerja samping atau untuk bisnis yang lain. Atau untuk mencapai tujuan positif lain yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan orang banyak. Namun bagaimana dengan generasi sekarang, dimana yang banyak terlihat adalah generasi merunduk- bola mata mereka hanya fokus membaca fitur pada layar androit.
Mata mereka melotot pada gadget dan melepaskan diri dari ikatan emosi dengan orang-orang terdekat di sekitar mereka. Mereka merespon dan beramah tamah pada banyak orang yang menstimulus di dunia medsos- cyber. Hingga mereka terlihat begitu sibuk dan menjadi kurang produktif untuk menekuni pelajaran, pekerjaan dan keakraban dengan sesama.
3)- Menghindari kebiasaan menunda waktu.
Avoid procrastnation- hindari kebiasaan menunda waktu, menunda pekerjaan baik lainnya. Kalau ada pekerjaan atau tugas maka segeralah untuk diselesaikan. Tuhan (Allah swat) juga memberi nasehat pada kita (hamba-Nya)- lihat Al Quran surat 94:7- bahwa apabila kita sudah menyelesaikan suatu pekerjaan maka kita tetap bekerja serius dan melakukan pekerjaan lainnya.
Orang-orang sukses sangat memahami bahwa menunda pekerjaan akan membuat kualitas diri juga jadi menurun, berdampak menimbulkan ketidak-puasan pada orang lain. Juga mempengaruhi kepercayaan klien/ pelanggan dan juga menghancurkan hubungan non bisnis. Tom Corley memaparkan 5 strategi yang akan membantu kita untuk meninggalkan kebiasaan suka menunda-nunda waktu, yaitu:
- Ciptakan agenda harian (daftar kegiatan harian) kemudian targetkan bahwa 70 %
akan bisa rampung tiap hari.
- Prioritaskan agar kita bisa menyelesaikan 5 agenda setiap hari.
- Tuliskan dateline atau batas waktu atas target kerja yang kita rencanakan
- Miliki sejumlah teman yang cukup akuntabilitas, yang teruji kemampuan dan keterampilan mereka dan berkomunikasilah dengan mereka setiap hati dalam rangka mencapai target kerja, juga saling memotivasi satu sama lain.
- Tuliskan kata “do it now- aku akan segera mengerjakannya”. Dan betul-betul segera kerjakan dan selesaikan.
4)- Talk less and listen more.
Saya mengikuti sbuah seminar di IAIN Batusangkar dengan pembicaranya Dr Louis Down dari Amerika Serikat. Dalam waktu senggang saya mengajak dia buat ngobrol. Saya mengajukan sejumlah pertanyaan. Saya berfikir bahwa ia akan merespon dengan begitu bersemangat. Ternyata dalam ngobrol ia lebih memilih menjadi pendengar yang aktif, sedikit berbicara dan banyak tersenyum. Itu tidak hanya terjadi padanya, pada saat lain saya juga ngobrol dengan beberapa guru internasional seperti John Duke, Marry Cameroun, Katty- semua dari Australia- mereka ternyata juga ngomong sedikit dan banyak mendengar. Talk less and listen more adalah ciri-ciri orang sukses.
5)- Menghindari toxic people.
Toxic people yang berarti “manusia racun”. Wah ini sebuah istilah yang cukup sarkasme yang ditulis oleh Tom Corley. Toxic people adalah orang-orang yang punya kebiasaan meracuni pemikiran orang. Yaitu seseorang yang dari ucapannya atau
pengaruhnya bisa orang jadi bertengkar, jadi putus asa, jadi pecah belah- pokoknya kepribadiannya selalu mengganggu orang lain.
Memang kita harus bergaul dengan banyak orang. Apalagi Unesco juga merekomendasi bahwa tujuan belajar abad ke 21 adalah untuk: learning to be, learning to do, learning to know and learning to live together”. Kita musti bertoleran dengan banyak orang yang berbeda kepercayaan, karakter dan pemikiran. Namun kita sangat dianjurkan untuk selalu menghindari toxic people. 86 % dari orang sukses selalu berhubungan baik degan orang sukses lain dan menghindari bergaul dengan orang yang pribadinya tidak begitu positif.
6)- Milikilah seorang mentor (penasehat pribadi)
Mentor berarti seorang guru khusus, seseorang yang bisa meng-update, melatih kita hingga mengarahkan jalan hidup kita. Maka banyak orang sukses, 93 %, memiliki mentor yang berhubungan dengan kesuksesan mereka. Tentu mentor yang kita miliki boleh saja banyak dan tidak harus satu orang.
Para mentor secara aktif dan secara teratur berpartisipasi dalam pertumbuhan kualitas pribadi kita. Mentor yang baik akan selalu bersedia meminjamkan tangannya kepada kita. Dia biasanya memberi kita arahan tentang apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita hindari- some do’s and some don’t in our life.

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture