Rabu, 17 Oktober 2012

Tapi aku sangat bangga sekali dengan Mr. Joe


                                    Tapi aku sangat bangga sekali dengan Mr. Joe


 Ketika Mr.  Joe (lebih akrab dipanggil Uncle Joe) pergi mengikuti beberapa lomba, kami belajar dengan Mr. Ay. Berbeda  dengan Uncle Joe, Mr. Ay lebih cenderung mengajar kami dengan melatih kefasihan lidah sesuai dengan bakat dan kemampuan Mr. Ay, yaitunya berbicara (speaking). Mr. Joe (Uncle Joe) biasanya seringkali melatih kami dengan menulis (writting), karena Uncle Joe memang sangat berbakat sekali dalam bidang menulis. Karena dengan menulislah kita dapat mencurahkan isi hati, dan Uncle Joe dengan menulislah ia menjadi sukses.   
            Walaupun berbeda dengan metode yang diajarkan Uncle Joe, tetapi belajar dengan Mr. Ay sangat menarik sekali. Apalagi ketika melatih kefasihan lidah Mr. Ay menggunakan cara yang menarik, yang membuatku tidak bosan. Beberapa waktu yang lalu, kami belajar menerjemahkan cerita yang diperdengarkan kedalam Bahasa Indonesia. Hal itu sangat menarik sekali, karena kebanyakan dari kami menyimpang dari cerita yang diperdengarkan setelah Mr. Ay sendiri menerjemahkammya kedalam Bahasa Indonesia. Memalukan sekali ketika mengetahui kita salah, tapi itulah yang namanya belajar.
            Setelah itu, dipembelajaran berikutnya kami belajar di Mushola. Di sana , kami dibagi atas beberapa kelompok (2 orang dalam satu kelompok). Kami disuruh menyalin dialog yang tertulis di sebuah kertas yang diletakkan di depan papan tulis.  Permainan ini bertujuan untukmengukur kecepatan dan ingatan kita. Kami seperti orang yang sedang mengikuti lomba lari karena bolak-balik menyampaikan dialog yang ditempelkan di papan tulis kepada teman yang ditugaskan mencatat. Setelah selesai, kamipun ditugaskan untuk menghafal dialog dan mempraktekkannya bersama dengan teman.
            Walaupun metode yang diajarkan Uncle Joe berbeda dengan Mr. Ay, namun mereka saling melengkapi satu sama lain. Misalkan Uncle Joe menuangkan perasaannya dengan menulis(tulisan), Mr. Ay menuangkan perasaannya atau inspirasinya dengan mengungkapkannya dengan lisan. Walaupun ada Mr. Ay, tapi rasanya ada sesuatu yang hilang ketika Uncle Joe pergi. Sekarang aku mengerti, Uncle Joe adalah Uncle Joe dengan segala yang dimilikinya dan Mr. Ay adalah Mr. Ay dengan segala yang ia punya. Jika Uncle Joe tak ada rasanya ada sesuatu yang kurang, dan mungkin begitu juga halnya dengan Mr. Ay.
            Tapi aku sangat bangga sekali dengan Mr. Joe. Ia meninggalkan kami bukan berarti ia pergi bersenang-senang. Uncle Joe pergi denganmengemban tugas yang sangat berat yaitu memperebutkan juara The Best Teacher ditingkat Naional. Dan semua itu berkat tulisannya. Wow, hebat sekalikan. Aku ingin sekali seperti Uncle Joe. Walaupun nantinya profesiku bukan guru, tetapi aku ingin sekali menjadi The Best pada profesi yang aku jalani. Dan yang lebih hebatnya lagi, ternyata Uncle Joe berhasil menjadi The Best Teacher ditingkat Nasional. Semoga, prestasi yang diraih Uncle Joe dapat menjadi gerbang kesuksesan bagi kami.       
            Uncle Joe membangkitkan semangatku untuk menjadi penulis. Menorehkan tinta-tinta pada selembar kertas putih, merangkai kata menjadi tulisan indah. Membuat pena-pena menari menabrak garis demi garis, menciptakan runtaian kata-kata penuh makna. Dan menggantungkan karya demi karya menjanjikan masa depan nan cerah.

Resti Illahi

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture