Minggu, 21 April 2013

Kenangan Dari Jepang


Melihat Jepang Dari Indonesia
            Masa 3 tahun berlalu sudah, malah aku sempat pergi lagi ke Jepang dan sekarang aku sudah menetap kembali di Sumatra. Aku beraktivitas di Sumatera Barat dan juga di Propinsi Lampung. Aku memiliki motivasi kerja yang lebih bagus disbanding sebelum aku bekerja/ tinggal di Jepang. Aku bersama- teman  mendirikan yayasan pendidikan Bahasa Jepang dan Mandarin di Lampung. Aku melihat eksistensi kualitas bangsa Jepang setelah aku pernah berada di sana.
            Yang berkesan secara umum tentang negeri Jepang adalah kita melihat kota-kotanya yang indah, bersih, dan nyaman. Kendaraan umum tidak berisik- pengendara mobil dan pengguna jalan raya tidak ada yang ugal- ugalan. Tidak ada yang tertarik asal memotong dan mendahului kendaraan di depannya.
            Tentang pribadi, mereka memiliki sikap jujur, dan suka menolong kita. Kalau kita satu grup kerja/ grup belajar dengan mereka  mereka bersedia menolong kita hingga hingga kita bisa mengerti. Di negeri ini urusan untuk publik tidak begitu berbelit- belit.
            Di mana- mana orangnya suka menolong, tidak begitu individualis dan acuh seperti pribadi orang Barat. Seseorang pernah  tersesat di Osaka dan dia bertanya pada penduduk setempat- mereka menjelaskan sesuatu dengan jelas dan senang hati. Sementara kalau di kampungku pernah seseorang bertanya tentang suatu tempat, namun  memperoleh jawaban yang kurang memuaskan- kadang kadang asal jawab saja.
            “Orang Jepang kalau mereka tidak tahu maka akan mengatakan tidak tahu- bukan pura pura tahu. Mereka mengungkapkan kemampuan apa adanya. Seorang guru tidak akan marah kalau muridnya tidak tahu/ tidak mengerti”.
Menyebut kata “Jepang”, yang terlintas  dalam fikiran kita tentu tentang  keberadaan Jepang itu sendiri sebagai negara yang modern, maju, stabil, berbudaya tinggi, dan menguasai teknologi dan industri. Mengapa ini bisa terjadi, pada hal Jepang ini  adalah sebuah negara kepulauan yang luasnya terbatas dan sering dilanda bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami, namun tetap maju di internasional ? Ini tentu saja karena sistem pendidikan Jepang, mengapa mereka dapat maju hampir dalam berbagai bidang dan memiliki sumber daya manusia yang dapat diandalkan. Penyebabnya mungkin sebagai berikut:
1) Pendidikan Moral Buat Siswa
Kemajuan teknologi di Jepang, tak terlepas dari peran sistem pendidikan yang dikembangkan di negaranya. Pendidikan di Jepang mulai mengalami kemajuan sejak dilakukannya reformasi pendidikan pada masa Restorasi Meiji (Meiji Ishin) dan bertambah pesat setelah masa pendudukan Amerika Serikat, yaitu setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II. Tekad dan semangat bangsa ini untuk bangkit dari keterpurukan sangat patut  untuk kita tiru.
Pendidikan memegang peranan yang sangat penting buat pertumbuhan dan perkembangan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Pendidikan sejak usia dini, yang ditanamkan kepada anak-anak Jepang di SD memberi penekanan pada  pendidikan karakter dan moral. Proses pembelajaran tentang pelajaran moral  tidak memberi doktrin: mendikte, memberi materi untuk dihafal. namun dengan mengajak anak-anak berdiskusi- misal tentang akibat berbohong.
“Saat berdiskusi tidak ada yang malu bertanya dan tidak ada teman yang mentertawakan teman yang sedang bertanya, bahkan dalam menjawab pertanyaan guru pun, semuanya beradu cepat serentak mengacungkan tangan seraya meneriakkan “haik” dengan lantang”.
Diskusi interaktif itu menggiring siswa untuk berpikir tentang pentingnya melaksanakan nilai-nilai moral yang akan diajarkan. Dalam pendidikan moral tidak ada proses menghafal, juga tidak ada tes tertulis untuk pelajaran moral ini. Untuk mengecek pemahaman siswa tentang pelajaran moral yang diajarkan, mereka diminta untuk membuat karangan, atau menuliskan apa yang mereka pikirkan tentang tema moral tertentu. Kadang mereka juga diputarkan film yang memiliki muatan moral yang akan diajarkan, kemudian mendiskusikan makna dari film tersebut.
“Nah bagaimana tentang pendidikan moral di sekolah kita di Indonesia ? Ya sendiri, tentu tergantung pada persepsi masing- masing- yang jelas mungkin basih ada berbentuk pemberian ceramah, ada hafalan, ada system ujian dengan bentuk multiple choice”.
2) Pendidikan Teamwork dan Kepemimpinan
Anak- anak Jepang juga memperoleh pendidikan karakter tentang membentuk teamwork dan kepemimpinan, bukan dalam bentuk doktrin atau berceramah, namun dalam bentuk praktek. Misal untuk anak- anak SD, mereka diajar tentang teamwork dan kepemimpinan. Dalam  sistem keberangkatan siswa/ anak- anak SD Jepang ke sekolah. Siswa SD Jepang diharuskan berjalan kaki ke sekolah, mereka berkumpul di pos masing-masing tiap-tiap wilayah secara berkelompok, tidak ada yang berjalan sendiri, saling menunggu dan akan berangkat apabila anggota kelompok sudah lengkap, mereka berjalan berbaris di pimpin anggota kelas 6 yang berjalan di urutan paling depan.
Sri Hartuti[1] menceritakan tentang pendidikan karakter dalam membentuk team work dan kepemimpinan. Pada gerbang sekolah tertulis jadwal memasuki gerbang. Kelompok pertama yang mencapai gedung sekolah tidak akan memasuki gerbang sekolah terlebih dahulu, mereka berbaris rapi di depan gerbang, menunggu kedatangan kelompok yang lainnya. Begitu kelompok berikutnya tiba, mereka saling mengucapkan salam, “ohayougozaimasu! (selamat pagi), disambut langsung dengan jawaban “ohayougozaimasu!” kembali. Lalu mereka menyambung barisan menanti teman-teman lainnya datang, membuat barisan menjadi semakin panjang. Begitu kelompok terakhir datang, kelompok-kelompok tersebut memasuki pintu gerbang dengan barisan yang rapi, tidak berpencar, tanpa ada keributan, dan hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Meskipun dalam cuaca dingin bersalju, semua siswa tetap melakukannya dengan penuh semangat, rasa sabar yang tinggi dan tanpa berkeluh kesah.
Belajar dari hal tersebut diatas, dapat kita jadikan sebagai contoh dan ide yang bernilai apabila diterapkan juga kepada siswa di Indonesia, sehingga mampu mengajarkan arti tanggung jawab dan peran seorang siswa untuk bekerja sama dalam sebuah tim. Berjalan efektifnya suatu metoda ajar dalam dunia pendidikan, tak terlepas dari peran seorang guru, sebab guru lah yang menjadi sosok teladan dan contoh yang baik bagi siswanya. Di Jepang sendiri, dengan diadakannya pelatihan guru untuk menjadi tenaga professional, salah satunya dengan pemberlakuan evaluasi guru, pemberian penghargaan dan bonus kepada guru yang berprestasi, pembentukan suasana kerja yang kondusif untuk meningkatkan etos kerja, dan pelatihan bagi guru yang kurang cakap di bidangnya, mampu menghasilkan guru-guru dengan kualitas yang sangat baik.

B. Menjadi Maju Tanpa Meninggalkan Budaya Bangsa
            Meskipun bangsa Jepang sudah maju dan modern, mereka tidak perlu menjadi bangsa yang individualis. Aku merasakan orang Jepang masih berkarakter suka menolong. Saat aku punya masalah dan aku mengungkapkan masalah tersebut pada teman, mereka mau mendengar dan memberi solusi. Hal ini akan berbeda dengan karakter orang Barat yang tidak suka mendengar keluhan kita, dengan alasan bahwa mereka juga punya banyak masalah. Memang aku akui, bahwa orang maju- Orang Barat dan juga orang Jepang- mereka tidak terbiasa untuk berkeluh kesah. Orang yang banyak keluh kesah menggambarkan fikiran yang cenderung menjadi kerdil.
Itulah kenyataan yang aku lihat/ aku rasakan tentang beda orang Jepang dengan orang Barat[2]. Namun berikut ini beberapa perbedaan dan persamaan orang Barat dan orang Jepang. Dalam pergaulan kita rasakan bahwa orang Barat suka berterus terang dalam menyampaikan pendapat, orang Jepang dengan ekpresi yang pelan dan hati- hati. Di Restoran, Orang Barat berbincang-bincang dengan suara pelan, orang Timur berbincang-bincang dengan keras, namun orang Jepang juga dengan suara pelan.
Boss orang Barat menganggap dirinya sederajat dengan bawahannya, boss orang Timur menganggap dirinya superior. Orang Barat dan juga orang Jepang biasanya tepat waktu. Orang Barat dan orang Jepang dulu menggunakan menggunakan mobil, dan sekarang menghargai sepeda (karena takut pemanasan global). Orang timur: dulu menggunakan sepeda, sekarang suka menggunakan mobil (karena kemajuan jaman). Orang Barat dan orang Jepang suka menyelesaikan masalah, bukan menghindari masalah. Saat berwisata, orang Barat biasanya hanya melakukan sightseeing, orang Timur biasanya banyak melakukan foto-foto. Orang Barat cenderung individualis, orang Timur dan juga orang Jepang suka bersama-sama, prilaku ini terlihat dalam kegiatan tour mereka.
1) Orang Jepang tidak Pelit
            Rata-rata orang mengatakan bangsa Jepang itu pelit. Termasuk anggapan aku sendiri waktu dulu. Aku yakini sekerang berdasar pengalaman hidup disana bahwa mereka tidak pelit, namun mereka tidak suka asal memberi. Kalau memberi sesuatu musti ada alasannya- untuk apa uang itu diberi.
Di Jepang, untuk apa uang diberikan  haruslah jelas, tidak peduli suami isteri atau di dalam keluarga sekali pun. Pinjam uang berarti harus dikembalikan. Ini adalah prinsip dan budaya di Jepang. Jadi seorang kakak meminjam satu juta yen dari adiknya, harus mengembalikan satu juta yen, kalau perlu ditambah bunga pinjaman. Tidak ada romantisme di dalam keluarga, apalagi  kalau sudah menyangkut uang.
Itu sebabnya mungkin Jepang bisa berkembang maju di bidang ekonomi, karena sejak dari lingkungan keluarga saja sudah ada penggarisan yang jelas bahwa uang tak bisa digantikan kata “kasihan” sehingga uang pinjaman memungkinkan tidak kembali. Ini adalah segi  positif dari bidang ekonomi dan ini juga membuat orang Jepang tidak suka menjadi “tangan di bawah, orang yang suka meminta- minta, butuh belas kasihan”. Dalam pergaulan, teman yang minjam uang, uangnya harus dikembalikan. Namanya saja pinjam, jadi harus dikembalikan. Kebiasaan ini sulit buat kita terapkan, apalagi kalau sudah menyangkut keluarga.
“Ah kamu sama adik sendiri kok pelit banget, kita satu keluarga berhitung amat sih”. Begini komentar anggota keluarga lain kalau mereka tahu ada pinjam meminjam antara adik- kakak di dalam keluarga.
Ketegasan soal uang ini membentuk pengusaha Jepang tidak bisa menerima perlakuan korupsi. Satu yen yang mereka dapat dari keringat mereka, "Kok enak saja minta uang dengan cara korupsi? Kan mereka sudah digaji," begitulah keluh mereka.
2) Orang Jepang Ramah dan Baik.
Orang Jepang adalah orang timur juga dan orang timur terkenal dengan keramahannya. Keramahan orang Jepang aku rasakan saat terbang bersama pesawat Malaysia Airline dari Kuala Lumpur menuju Osaka. Teman sebangkuku adalah seorang pria Jepang, kami ngomong  dan aku merasakan bahwa ia sangat ramah. Temanku yang lain dari Indonesia juga merasakan bahwa bangsa Jepang adalah bangsa yang ramah.
 Ini adalah pengalaman seorang teman. Sebut saja teman tersebut bernama Emi Surya, Nadilla dan Fachrul. Saat dia sampai di Osaka, mereka tidak mencatat map tempat hostelnya. Kebetulan bertemu dengan orang Jepang yang tinggal di Osaka dan baru pulang dari dinas. Dia membantu  mereka  mencari tempatnya, bener bener membantu hingga bertemu alamat yang mau dituju. Padahal dia bawa koper juga. Awalnya Emi Surya berfikir kalau- kalau mereka  mungkin searah, tapi lama kelamaan Emi Surya berfikir bahwa orang Jepang itu sangat tulus. Orang Jepang itu bertanya tentang nama  hostelnya, terus dia mengeluarkan ePad-nya dan  searching di Internet. Ternyata ternyata mereka salah jalan, dan dia memberi tahu jalannya, dan juga diantar sampai ke pintu hostel. Baik banget….!!.
Di perjalanan Emi Surya ke tempat penginapan menggunakan bis. Pada saat itu Emi Surya membawa koper yang dia letakkan di tengah jalan (tempat orang berdiri). Emi Surya duduk di bangku yang sebelahnya masih kosong, tapi tidak mungkin kopernya ditaroh, sempit banget. Dan banyak orang Jepang yang tereganggu sama kopernya, lagi jam pulang kantor sepertinya. Tapi, tidak ada yang memintanya  untuk geser atau apapun itu. Orang Jepang sangat baik, tidak mau mengusik orang lain.
Perjalanan pulang grupku dari liburan ke asrama, ada  banyak anak- anak dan remaja pengendara sepeda yang kami halangi jalannya, jadi mereka perlu membunyikan klakson sepedanya. Ya, cukup klakson sepeda yang enak didengar tanpa ada mulut yang berbicara. Beberapa teman dan aaya punya pemikiran yang sama.
“Wah kalau di kampung kita, orang yang terhalang jalannya akan membunyikan klaksonnya dan juga pakai mulut, mungkin mengomel pada kita. Tutur kata mereka- kalau lagi sedang ngobrol- menurutku sangat ramah, seakan-akan mereka menghormati lawan bicaranya. Ditambah dengan gaya salam yang membungkuk”.
Tentu saja bahasa dan karakter yang sopan santun karena system pendidikan di sekolah juga faktor di rumah.             Orang tua memberi model untuk berbahasa sopan pada anak-anak, sopan santun amat penting dalam pergaulan sosial.

C. Hormat dengan Membungkukkan Badan
Kalau kita perhatikan orang Jepang punya kebiasaan yang unik, yaitu membungkukan badan hampir di setiap saat, seperti ketika bertemu kerabat, berkenalan, meminta maaf, mengatakan permisi bahkan ketika mengangkat telpon mereka akan mengangguk sedikit. Kita semua sudah tahu- paling kurang lewat menonton di TV bahwa hormat dengan membungkukan badan sudah menjadi tradisi- budaya mereka[3].
Kebiasaan ini adalah sebuah keharusan bagi orang Jepang dan telah diajarkan semenjak kecil. Membungkuk ala Jepang atau yang disebut Ojigi ini ternyata bukanlah sekedar membungkuk saja, melainkan ada aturan tertentu sesuai maksud dan tujuan serta kepada siapa bungkukan itu ditujukan.
1). Mengangguk Pelan, 5 derajat.
Anggukan ini biasanya dilakukan jika bertemu dengan teman, keluarga dekat atau tetangga. Bagi mereka yang memiliki strata yang lebih tinggi, anggukan ini biasanya digunakan untuk membalas anggukan/ bungkukan yang lebih dalam dengan maksud untuk menunjukan bahwa strata sosialnya lebih tinggi.
2) Membungkuk Salam (Eshaku),15 derajat
Ini merupakan cara formal dalam membungkuk. Fungsinya untuk menyampaikan salam kepada teman atau rekan kerja yang kita ketahui tapi tidak terlalu dekat.
3) Membungkuk Hormat (Keirei),30 derajat.
Ini merupakan cara membungkuk yag sangat formal. Biasanya disampaikan untuk menunjukan rasa hormat kepada atasan, orang yang lebih tua atau yang jabatannya lebih tinggi.
4) Membungkuk Hormat Tertinggi (Sai-Keirei ),45 derajat
Ini merupakan cara membungkuk yang bermakna bahwa si pembungkuk merasa sangat menyesal dan bersalah sehingga ia memohon untuk diberikan maaf. Cara ini juga bisa digunakan untuk memberikan penghormatan kepada orang yang memiliki jabatan atau status sosial yang sangat tinggi,seperti kepada Kaisar Jepang.
5) Membungkuk Berlutut.
Ini merupakan cara membungkuk terakhir yang memiliki arti yang paling dalam. Biasanya dilakukan sebagai permintaan maaf karena telah melakukan kesalahan yang sagat fatal( seperti membunuh). Juga dilakukan sebagai penghormatan kepada raja pada jaman dahulu.

D.Pernikahan Generasi Muda
1) Masa Berpacaran
            Menikah tentu juga sesuatu yang mereka dambakan. Bila sudah menikah seperti orang kebanyakan mereka juga ingin punya keturunan. Anak mereka rata- rata satu atau dua orang, atau juga ada tanpa punya anak. Sebelum menuju ke jenjang pernikahan tentu ada beberapa tahap yang dilakukan oleh sepasan pemuda- pemudi Jepang. Tahap- tahap tersebut adalah seperti[4]:
a) Moment kokuhaku (penembakan)- di Jepang moment nembak cewek namanya Kokuhaku, biasanya sebelum menyatakan cinta, seorang cowo bakal ngajak temen ceweknya buat jalan rame-rame bareng- bareng teman- teman lain. Nah waktu dalam perjalanan pulang dari jalan-jalan itulah, si cowok bakal nembak cewek yang disukainya.
b) Tidak bilang cinta, Cuma bilang suka- pasangan yang sedang berpacaran di Jepang tidak pernah mengatakan  Aishiteru (cinta) ke pasangannya. Mereka Cuma bilang Daisuki (suka banget) ke pasangannya. Hal ini karena ungkapan aishiteru hanya diungkapkan pria kepada wanita jika mereka sudah memutuskan akan melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.
c) First date  di Restaurant mewah- nah, ketika baru saja menjadi pasangan, cowok Jepang akan mengajak pacarnya untuk kencan pertama di sebuah Restaurant mewah. Kalo kencan- kencan selanjutnya tentu saja boleh, misal dalam bentuk  jalan- jalan ke mall atau nonton bareng.
d) Tidak menjemput pasangan- tradisi antar jemput pasangan di Jepang dengan di Indonesia berbeda. Karena  di Jepang sebagian besar penduduknya menggunakan kereta sebagai sebagai sarana transportasi, maka pasangan pacaran lebih banyak bertemu di stasiun daripada menjemput ke rumah pasangannya. Begitu juga waktu pulang “ngedate”, cowok tidak akan mengantar ceweknya untuk sampai ke rumah, mereka akan berpisah di stasiun. Ketika suda sampai di rumah masing-masing, maka si cowok akan kirim sms pada ceweknya untuk memastikan bahwa  ceweknya sudah sampai di rumah dengan keadaan selamat.
e) Tidak ada istilah traktir- di Jepang tidak ada tradisi cewek makan dibayar oleh cowonkya. Habis makan ya bayar sendiri- sendiri. Jadi paket hemat kalo pacaran seperti ini ?
f) Tidak Memperkenalkan pada Orang Tua Kecuali Telah Memutuskan untuk
    Menikah- di Jepang, mengenalkan pasangan ke orang tua ga akan dilakukan sampe benar- benar  serius dan memutuskan untuk menikah.
2) Pernikahan
Meskipun Jepang dikenal sebagai negeri yang berteknologi canggih dengan masyarakat yang sangat modern, orang Jepang tetap mempunyai kesadaran untuk berkeluarga serta tetap taat pada adat istiadat warisan leluhur.  Saat ini di Jepang, terdapat dua tata cara pernikahan yaitu, tata cara pernikahan modern yang dilangsungkan di gereja dengan sistem agama Kristen dan tata cara pernikahan tradisional yang dilangsungkan di kuil dengan sistem Budha atau Shinto.
Masyarakat Jepang sendiri saat ini lebih tertarik pada upacara pernikahan dengan cara yang Modern, yaitu menikah dengan cara agama Kristen di gereja meski keduanya tidak beragama Kristen, tapi  yang menikahkan keduanya tetap pendeta. Banyak diantara mereka yang tertarik dengan tata cara ini karena ingin memakai gaun pengantin berwarna putih yang indah serta disaksikan oleh keluarga, teman dan kerabat dekat.
Orang Jepang memang menyukai berbagai perayaan serta trend, buktinya perayaan pernikahan yang paling diminati oleh setiap pasangan yang akan menikah saat ini berupa upacara pernikahan di atas kapal pesiar. Pengucapan janji nikah dihadapan kapten kapal serta disaksikan oleh keluarga, teman dan kerabat ini memakan biaya hanya sekitar  ¥ 6.000.000 dengan mempelai wanita yang mengenakan gaun  pengantin ala barat serta sang pria yang mengenakan busana ibarat kapten kapal.
Pernikahan tradisional Jepang[5]  sendiri saat ini masih ada yang melakukan khususnya mereka yang tinggal di pelosok pedesaan, dimana penduduknya masih memegang teguh adat istiadat warisan nenek moyang yang sudah dilakukan secara turun temurun. Seperti juga yang terjadi di belahan dunia lainnya saat ini jarang pasangan Jepang yang menikah pada usia muda, karena setelah menamatkan pendidikan mereka mulai memikirkan karir setelah itu baru pernikahan.
Usia menikah untuk pria rata-rata di atas 28 tahun, sedangkan wanita di atas usia 26 tahun dan kebanyakan dari mereka akan menikah ketika usia sudah menginjak sebuah kemapanan. Uniknya para wanita Jepang rata-rata menginginkan pria-pria yang sudah memenuhi syarat 3T untuk dijadikan pendamping, yaitu Tinggi badan, Tinggi pendidikan, dan Tinggi pendapatan.
Kemudian  bagi mereka yang terlalu disibukkan oleh pekerjaan hingga sempat sejenak melupakan soal jodoh, tentu kesulitan untuk mencari pasangan pendamping. Untuk itu apabila usia mereka sudah cukup mapan untuk menikah, mereka akan mencari jodoh lewat acara-acara  perkenalan yang sering diadakan di negara yang terletak di sebelah timur Asia. Biasanya, jika si pria merasa tertarik dengan seorang wanita, ia akan meminta untuk menjadi temannya. Selanjutnya bila ada kecocokan diantara keduanya dapat dilanjutkan kejenjang pernikahan.
Sebelum upacara pernikahan dilangsungkan, sang pria meminta izin kepada ayah kekasih. Apabila orang tua dari pihak wanita sudah menyetujui, maka segera dicarikan hari baik. sebab di Jepang ada kalender yang menerangkan mana hari baik dan mana hari buruk.
Untuk suatu acara penting seperti pernikahan, hari baik sangat mempengaruhi. Sehingga umumnya bulan-bulan yang sering dipakai orang untuk menikah adalah bulan Juni, atau pada musim semi dan musim gugur. Hari yang ditentukan pun tiba, keduanya terlihat anggun mengenakan busana tradisional adat jepang. Sang mempelai wanita terlihat cantik dengan Kimono putihnya, yang berarti suci, disebut juga Shiromuku. Rambut mempelai wanita disanggul dan dihiasi dengan bermacam-macam perhiasan, lalu ditutup dengan Tsuno Kakushi atau kerudung. Sedangkan mempelai pria terlihat gagah dalam balutan Hakama hitam, yaitu busana tradisional adat Jepang untuk pria.
Kedua mempelai diantar keluarga, teman dan kerabat bersama sama pergi ke kuil yaitu Kuil Meiji Jingu lalu melaksanakan upacara ritual pernikahan tradisional agama Shinto. Setelah seluruh keluarga, teman, dan kerabat berkumpul, kedua pengantin berdiri ditengah tengah diiringi dengan lagu tradisional kiyari. Pendeta kemudian melaporkan kepada dewa, bahwa kedua pasangan ini akan menikah lalu berdoa untuk para orang-orang tua yang sudah meninggal.
Pengantin pria membaca sumpah perkawinan kepada pengantin wanita, Lalu kedua pengantin minum anggur sebanyak tiga kali kemudian diulang lagi tiga kali. Di hadapan Dewa kedua pengantin mengucapkan janji nikah, disaksikan keluarga, teman dan kerabat, segera setelah itu dilanjutkan dengan resepsi. Pada acara ini, kedua pengantin sudah berganti busana, yaitu busana ala barat. Tersedia juga minuman khas sake yang menandakan keluarga mereka bersatu serta hidangan untuk para tamu, dengan posisi tamu kehormatan biasanya diisi oleh pimpinan tempat pengantin pria bekerja..
E. Kuliner Buat Keluarga
            Orang Jepang menyukai sayur, sayur yang mereka konsumsi sama dengan sayuran yang kita konsumsi di Sumatra, seperti: kol, wortel, selada…dengan nama khusus dalam bahasa Jepang. Banyak makan sayur sangat  banyak manfaatnya, seperti pencernaan lancer dan kebutuhan vitamin dan mineral tubuh terpenuhi. Sayur mereka terlihat bening saja.
Ciri khas makanan Jepang umumnya bahwa bahan-bahan masakan Jepang berupa: beras, hasil pertanian (sayuran dankacang-kacangan), dan makanan laut. Bumbu berupa dashi yang dibuat dari konbu, ikan danshiitake, ditambah miso dan shōyu… Berbeda dengan masakan negara-negara lain, makanan Jepang sama sekali tidak menggunakan bumbu berupa rempah-rempah dari biji-bijian (merica) atau penyedap yanng mengandung biji (seperti cabai) yang harus ditumbuk atau dihaluskan. Masakan Jepang juga tidak menggunakan bumbu yang berbau tajam seperti bawang putih… Kacang kedelai merupakan bahan utama makanan olahan. Penyedap biasanya berupa sayur-sayuran beraroma harum yang dipotong-potong halus atau diparut. Masakan Jepang umumnya rendah lemak, tapi mengandung kadar garam yang tinggi.
“Orang Jepang paling suka makanan laut,, kenapa..??  yak arena makanan laut itu sangat sehat loh… apalagi kalau di jepang hidangan makanan lautnya rata- rata  dihidangkan setengah matang,, jadi pasti makanan nya masih segar-segar.”
Kuliner mereka tidak banyak mengandung minyak. Orang Jepang tidak menyukai makanan berminyak. Kata seorang temanku bahwa bahwa makanan yang sering mengandung minyak membuat kita mudah sakit- seperti gangguan jantung dan juga empedu.
            Orang Jepang doyan makan ikan, kepiting dan udang. Manfaat banyak makan ikan menyehatkan badan. Makanan sehat khas Jepang[6]  memang terkenal dengan sesuatu yang baru, kreatif, unik, dan bahkan aneh. Sebagai contoh, makanan khas Jepang yang amat terkenal adalah Sushi. Selain rasanya yang unik dan segar karena diolah seminimal mungkin, sushi termasuk makanan sehat. Jika berbicara soal makanan tersehat di dunia, masakan Jepang-lah yang berada di posisi atas.
Kebiasaan makan di Jepang dipuji akan singkatnya dan kesederhaannya. Tak cuma itu masakan Jepang sehat karena selalu berkaitan dengan alam. Makanan sushi yang dimasak sangat sedikit sehingga mempertahankan sebagian besar nutrisinya. Bahan-bahan makanan yang digunakan pun juga sangat sehat, dan tidak diolah berlebihan. Bahan-bahan itu seperti kedelai, rumput laut, dan berbagai macam jenis ikan membuat sushi dinobatkan sebagai salah satu masakan sehat di seluruh dunia.
Sebab bagi kita yang terbiasa mengolah makanan, pasti sudah tahu kalau memasak dengan waktu berlebihan  menghilangkan nutrisi yang terkandung dalam makanan. Lebih jelasnya, dari percakapan dengan teman tentang masakanan Jepang membuat aku bisa tahu tentang sejumlah alasan masakan Jepang dianggap paling sehat.
a) Makanan ala Jepang menyehatkan Jantung,  karena seafood atau makanan laut adalah sumber utama protein dalam masakan Jepang. Ikan laut memiliki kandungan omega-3 yang amat tinggi. Itulah sebabnya, makanan Jepang membuat jantung sehat dibanding masakan lain di seluruh dunia.
b) Makanan direbus, ya bahwa masakan Jepang terdiri dari makanan rebus atau yang direbus. Kita pastinya jarang menemukan makanan yang digoreng atau direndam rempah-rempah dalam masakan Jepang.
c) Kedelai, bahwa kedelai yang digunakan dalam masakan Jepang tidak diproses berlebihan, dan karena itu sangatlah sehat.
d) Sangat sedikit garam, bahwa makanan Jepang sehat karena kandungan sodiumnya relatif rendah. Masyarakat Jepang makan banyak makanan laut yang memiliki natrium alami, kandungan garam dalam makanannya pun berkurang.
e) Ubi, bahwa karbohidrat dalam makanan Jepang tersedia di ubi jalar. Ubi adalah karbohidrat kompleks yang memberi energi dan nutrisi.
f) Makanan Jepang kaya antioksidan, bahwa ikan dan sayuran memiliki antioksidan tinggi dalam keadaan mentah. Dan karena Jepang memasak dengan cara minimal, maka ia pun mendapatkan hasil yang maksimal dari antioksidan yang terkandung di dalamnya.
g) Rumput laut, bahwa masakan Jepang selain sehat, termasuk masakan paling langka di dunia. Pasalnya, rumput laut digunakan sebagai bahannya. Ada banyak manfaat kesehatan dari rumput laut. Mulai dari kaya mineral laut hingga nol kalori. Sehingga makanan ini sempurna untuk menemani program diet kita.

F. Wisata di Jepang
1) Metropolitan Tokyo
Aku bersama teman- teman menikmati jalan- jalan yang sangat asyik di Tokyo[7]. Kami mengunjungi Tokyo tower….(Turis Canada mengira kalau aku orang Chinese, atau orang Jepang dan orang Jepang mengira aku orang Jepang totok- sehingga mereka memakai bahasa Jepang totok pula denganku). Banyak alasan mengapa kita tertarik untuk mengunjungi kota ini, keindahan bunga sakuranya, tata perkotaan yang rapi serta pertumbuhan ekonomi yang pesat membuat kota ini paling terkenal di Jepang. Kota ini juga terkenal sebagai ibukota negara Jepang dengan jumlah penduduk terpadat di negara sakura ini.
Ketika berjalan menyusuri Tokyo, kami terpukau melihat kebersihan di sekeliling kawasan ini. Namun secara keseluruhannya kota-kota di Jepang memang sangat terjaga kebersihannya. Tidak hanya di jalan-jalan utamanya saja, tetapi ketika memasuki gang-gang kecil pemandangan yang serupa dapat kita jumpai. Mayarakat Jepang memang dikenal sangat peduli lingkungannya dan mempunyai sikap yang ramah terhadap orang lain. Hal ini ditunjukkan dengan budaya orang Jepang yang selalu membungkuk (dalam bahasa Jepangnya: Ojigi) ketika berkenalan, bertamu di rumah orang, meminta maaf bahkan mengatakan permisi dengan orang lain. Oleh karena keramahannya jangan heran bila kita sedang berwisata ke Jepang dan hendak mencari informasi tempat yang sedang dicari, orang Jepang tidak enggan untuk mengantarkan kita  ke tempat tersebut.
Untuk memulai perjalanan di kota ini, kami bingung harus memulai dari mana karena banyaknya tempat-tempat yang menarik dan layak dikunjungi. Kami ingin mengunjungi Tokyo Tower yang terletak di Shiba Koen (Taman Shiba). Tinggi keseluruhannya mencapai 332,6 m. Selain berfungsi sebagai antena pemancar siaran radio dan TV analog, tower ini dijadikan sebagai ikon dari Tokyo. Para pengunjung diizinkan naik ke atas dengan menggunakan elevator.  Pada ketinggian sekitar 120-125 meter terdapat dua lantai observasi utama dan lantai observasi khusus pada ketinggian 223 meter. Dari lantai observasi ini pengunjung dapat melihat indahnya pemandangan kota Tokyo. Namun pengunjung tidak diperbolehkan sampai ke Lantai 5 karena lantai ini diisi berbagai perangkat saluran televisi dan tidak dibuka untuk umum.
Uniknya ketika malam hari, pemandangan dari Tokyo Tower akan semakin terlihat anggun karena dihiasi dengan lampu-lampu yang disesuaikan dengan musimnya. Lampu berwarna orange dinyalakan di kala musim semi, musim gugur dan musim dingin. Sementara itu lampu berwarna putih dinyalakan saat musim panas. Hal ini bertujuan memberikan efek sejuk bagi pengunjung.
Setelah asyik melihat kemegahan Tokyo Tower yang bentuk bangunannya seperti Menara Eiffel di Paris, saatnya kami memanjakan diri (maklum masa kecil kami yang kurang bahagia…ha…ha..!!!) dengan mengunjungi Pokemon Center Tokyo yang berada di Hamamatsucho, Tokyo. Tokoh atau karakter yang dimainkan dalam serial TV animasi Jepang ini sempat menarik perhatian anak-anak. Di Pokemon Center Tokyo ini semua barang-barang yang berbentuk dan terdapat gambar Pokemonnya di jual di sini.
Tak lengkap rasanya jika jalan-jalan di Tokyo tanpa mengunjungi Ueno Park yang berada di Taito. Di tempat ini kita dapat melihat keindahan bunga khas Jepang yaitu Bunga Sakura yang semakin cantik apabila sedang bermekaran. Waktu yang pas untuk melihat keindahan Bunga Sakura yang sedang mekar ialah saat musim semi yang datang sekitar bulan April. Warna-warna bunga akan berubah menjadi merah muda nan cantik. Pemandangan lainnya di sekitar Ueno Park ini adalah sebuah patung terkenal yang melegenda di Jepang, yaitu Saigo Takamori bersama seekor anjingnya. Selain itu, di tempat ini terdapat Kuil Yushima Tenjin Shrine. Kuil ini didirikan pada tahun 1355 dan menjadi tempat yang sangat populer bagi para pelajar untuk berdoa agar sukses dalam ujian sekolahnya.
2) Disneyland Tokyo
Selama tinggal di Jepang aku juga pergi berlibur ke   Disneyland Tokyo. Aku merasa rugi kalau tidak sempat pergi ke sana. Kita bisa bertemu dengan tokoh kartun. Ini sangat bagus untuk mengembangan daya khayal/ imajinasi anak- anak. Disneyland Tokyo adalah taman rekreasi Disney dengan luas mencapai 465,000 m² dan merupakan taman rekreasi dan resort Disney pertama yang dibangun di luar Amerika. Dibangun oleh Walt Disney Imagineering, taman rekreasi ini dibuat mirip dengan Disneyland yang terletak di Anaheim,California. Disneyland Tokyo terbagi dalam 7 area yaitu: Bazar Dunia/World Bazaar, ini  adalah nama lain untuk Mainstreet U.S.A.Disini terdapat Pulau Petualang/Adventureland, Pulau Barat/Westernland, Critter Country, Pulau Fantasi/Fantasyland, Kota Kartun/Toon Town, dan Pulau Esok/Tomorrowland.
3) Kyoto
Kami juga sempat pergi jalan- jalan atau berlibur ke Kyoto. Disana kami melihat objek sejarah, seperti kuil. Kota Kyoto ibarat kota Bukittinggi di Sumatera. Kyoto merupakan kota yang berada di Pulau Honshu yang merupakan bagian dari daerah metropolitan Osaka-Kobe-Kyoto. Di Kyoto terdapat banyak sekali situs bersejarah dan tempat wisata alam yang akan memanjakan mata dan bathin setiap pengunjungnya. Pada masa lampau, kota indah ini kerap disebut dengan Rakuchu, Kyoraku atau Rakuyo. Penamaan tersebut ternyata mengikuti kebiasaan Tiongkok yang memiliki ibukota di Rakuyo.
Didalam kota terdapat beberapa aliran sungai seperti Kamogawa yang alirannya bersatu dengan Takanogawa di Timur, Katsuragawa di Barat dan Ujigawa di Selatan. Posisinya berapa di Lembah Kyoto atau disebut juga dengan Lembah Yamashiro yang dikelilingi oleh tiga gunung yakni Kitayama, Higashiyama dan juga Nishiyama. Karena lokasinya yang dikelilingi oleh pegunungan inilah menyebabkan iklimnya bersifat iklim darat sehingga perbedaan suhu antara siang dan malam atau antara musim dingin dan musim panas cukup besar.
Pada bagian pusat kotanya didesain berbentuk kotak-kotak laiknya papan catur, dengan bentuk jalannya yang sebagian besar jalan lurus. Setiap jalannya, sama seperti di Indonesia, memiliki penamaannya tersendiri dan di setiap persimpangan jalannya diberinama sesuai dengan nama jalan yang bertemu.
Kyoto memiliki sekitar 17 situs yang disebutkan dalam daftar warisan dunia (UNESCO), terdapat 34 universitas, 24 museum dan ada ratusan candi dan kuil. Bertandang ke Kyoto akan membawa kita  pada penemuan objek yang merupakan perpaduan antara tradisionalitas dengan modernitas. Ada banyak tempat yang menarik untuk kita kunjungi di Kyoto ini seperti Arashima Park yang merupakan salah satu tempat wisata terkenal dengan dominasi bunga-bunganya. Kita  juga dapat melihat 110 jenis tanaman bamboo di Kyoto City Rakusai Bamboo Botanical Garden. 
4) Mesjid Kobe
Masjid Kobe Muslim terletak di Nakayamatedori, Chuo-ku, Kobe City, Hyogo. Masjid tua ini dibangun tahun 1935 dengan biaya yang diberikan oleh para pedagang muslim dan warga muslim yang tinggal di Kobe saat itu.  Pada tahun 1955 Kobe mengalami gempa bumi namun masjid ini bisa bertahan hanya kaca bangunan yang mengalami sedikit kerusakan, selain itu masjid ini juga dijadikan tempat berlindung oleh warga sekitar. Mesjid Kobe Muslim ini berada di salah satu area terbaik untuk di kunjungi turis. Area ini bagunan tua western-style mulai dari restorandan toko makanan. Tempat ini juga tempat paling populer bagi pengunjung muslim.
Aku beruntung bisa mengunjungi Mesjid ini. Kebetulan saat itu di bulan Ramadhan, jadi aku bisa sholat bareng dengan jemaah muslim lainnya. Mereka adalah warga Pakistan, Bangladesh, beberapa keturunan Arab dan juga ada orang Jepang yang beragama Islam. Ceramahnya ada dalam bahasa Inggris dan juga dalam bahasa Jepang. Aku hanya mengerti ceramah dalam bahasa Jepang.
5) Universal Osaka
Dalam sebuah liburan kami pergi jalan-jalan ke Osaka. Kami pergi dengan menggunakan Shinkansen( kereta tercepat di Jepang). Di sana kami mengunjungi Universal Studios Japan- bagus sekali. Di sana, kami bermain dengan beberapa permainan seperti Terminator 3,ET.Jaws,dan lainnya. Pengalaman yang sangat menyenangkan sekaligus melelahkan.
Kami juga pergi ke Osaka zoo. Hebatnya bahwa disana hewannya tidak terkurung, tetapi dilepas dan kita melihat dari dalam mobil, melihat atraksi anjing laut, ikan lumba- lumba dan panda. Osaka zoo berada di kompleks Taman Tennoji. Didalamnya ada banyak satwa yang dilindungi, dimana salah satunya ada Panda merah dan Koala yang biasanya menjadi pusat perhatian pengunjung.
6) Nagano
Aku bersyukur karena bisa berlibur ke Nagano. Kami bisa main ski dan snowball- bola salju. Tiga tahun di Jepang, tidak mungkin ya kiranya kalau aku tidak mencoba untuk main ski. Aku coba main ski di ski-resort dekat Hakuba, Nagano dalam musim dingin. Kami dalam grup kecil menggunakan tiket ju-hachi-kippu (tiket kereta yang bisa digunakan untuk seluruh kereta lokal untuk perjalanan dengan grup.
Tujuan pertama: Hakuba, Nagano untuk main ski. Dengan kereta lokal, perjalanan terasa panjang, sampai Hakuba siang hari  kami cari informasi dan menemukan info bahwa hostel dan ski resort bisa kami dapat dicapai dengan bis hanya 1,5 jam, dan artinya kami masih bisa sampai sana sore hari dan merasakan main-main ski. Kami bertanya pada penjaga guest hotelnya bagaimana kalau kami mau main ski- sipenjaga memberitahu kami bahwa terdapat beberapa tempat penyewaan sepanjang jalan menuju Hakuba resort (agak jauh dari hotel kami, kurang lebih 1 km).
Dengan mengucapkan Arigatou gozaiamsu, kami meluncuuurrr. Sampai di rental perlengkapan ski, kami harus main sendiri. Astaga…..ternyata main ski itu susah. Kami gak bisa sama sekali main ski, tapi gak mau rugi, mau tetap liat ski resort, main sama salju.
Lalu mulailah kami mencari-cari kegiatan. Kami merental sliding yang biasanya digunakan anak-anak. Kemudian mulailah kami meluncur dengan sliding itu bergantian. Bosan sliding, kami liat ada nihon-jin lucu bawa-bawa alat ski. Lalu kami dekati, kami pinjam alat ski dan kami poto-poto dengan alat ski itu, serasa profesional skiing hahaha. Lalu pinjam snowboard nihon-jin dan kembali poto-poto. Hahahahha. Entah apa yang ada dalam pikiran nihon-jin itu, kami tidak peduli.
7) Mencoba Baju Kimono
Ada- ada saja pengalamanku di Jepang. Karena mataku agak sipit maka aku dianggap orang Jepang sehingga mereka pake bahasa Jepang totok dan aku tidak mengerti. Aku punya pengalaman indah dalam memakai kimono.
Kimono adalah pakaian tradisional Negeri Sakura itu (Jepang), kalau di Indonesia "Kebaya". Kalau di Indonesia yang memakai kebaya hanya para wanita, lain halnya dengan di Jepang. Kimono dapat di pakai oleh pria dan wanita, tetapi kimono pria berbeda dengan kimono wanita. Kimono untuk wanita biasanya berbentuk baju terusan serta sabuk yang dililitkan di pinggang atau perut (biasanya disebut obi) sedangkan untuk pria kimononya berbentuk setelan. Aturan memakai kimono yaitu kerah bagian kanan harus berada di bawah kerah bagian kiri (lihat gambar). Alas kaki sewaktu kita mengenakan kimono disebut geta atau zoori. Sebelum orang Jepang mengenal pakaian Barat, mereka setiap hari memakai kimono.
Namun sekarang kimono hanya dipakai oleh para wanita saja, itu pun kalau ada acara khusus atau istimewa saja. Ternyata kimono ada tingkatanya dan kimono juga bisa menunjukkan umur si pemakai, status perkawinan dan tingkat formalitas dari acara yang dihadiri. Untuk kimono wanita:
a). Kurotomesode adalah kimono yang paling formal untuk wanita yang sudah menikah. Kuro artinya Hitam jadi kurotomesode berarti Tomesode Hitam. Semua kimono yang berwarna hitam disebut kurotomesode. Kurotomesode dipakai untuk menghadiri resepsi pernikahan dan acara-acara yang sangat resmi. 
b) Irotomesode adalah kimono yang terbuat dari kain berwarna, boleh warna apa saja bukan cuma hitam seperti kurotomesode. Irotomesode bisa dipakai oleh para wanita yang sudah menihak maupun yang belum menikah. Irotomesode biasanya dipakai untuk menghadiri suatu acara dimana kita tidak diperbolehkan untuk memakai kurotomesode misalnya acara resepsi di Istana Kaisar.
c). Furisode adalah kimono paling formal untuk wanita yang belum menikah, terbuat dari bahan yang berwarna-warni dan motif di seluruh bagian. Ciri khas furisode adalah lengan yang sangat lebar dan menjuntai kebawah.  Furisode ini dapat dikenakan untuk menghadiri acara seijin shiki, menghadiri resepsi pernikahan teman, dan wisuda.
d). Iromuji adalah kimono semiformal, namun bisa beralih fungsi menjadi formal apabila diberi lambang keluarga (kamon) sesuai dengan tingkat formalitasnya. Dapat dikenakan untuk menghadiri acara penikahan atau pesta pernikahan.


[1] Sri Hartuti (2012) Pendidikan Karakter Jepang, Cerminan Bangsa Maju. Yanagido, Gifu - Japan: Gifu University. (http://www.padangmedia.com/3-Berita/78569-Pendidikan-Karakter-Jepang-Cerminan-Bangsa-Maju-.html)

 

[2] http://henrygunawan.wordpress.com/2009/07/10/perbedaan-orang-barat-dan-timur/
[3] http://jejepangann.blogspot.com/2013/02/ojigi-budaya-membungkuk-orang-jepang.html

[6] http://www.waspada.co.id
[7] http://ezytravel.co.id/blog/jalan-jalan-asyik-ke-tokyo.html

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture