Selasa, 12 Januari 2016

Kiat- Kiat Sukses Dalam Belajar



Kiat- Kiat Sukses Dalam Belajar

            Wamendikbud (Antara News-2013) mengatakan bahwa Indonesia ketinggalan SDM yang bertitel Dokter, jumlah Doktor baru sekitar 75.000 dari populasi penduduk yang begitu besar (250 juta). Sementara negara China dan India jumlah Doktornya sudah sekitar 600 ribu orang. Mengapa negara Singapura lebih maju di Asean ? Itu karena jumlah populasi Doktornya lebih banyak. Malah kualitas pertanian Jepang bisa menjadi lebih maju karena pada umumnya pendidikan petani Jepang sudah level sarjana. Sementara mayoritas pendidikan petani di negara kita baru tamatan SD atau putus sekolah saat di SMP.
            Namun tujuan tulisan ini bukan untuk melihat mengapa ini terjadi. Artikel ini ingin mengajak bagaimana kita bisa memiliki daya kreatif dan kemampuan berfikir tingkat tinggi. Kita perlu memiliki kiat-kiat untuk sukses dalam belajar (kebiasaan belajar yang positif) yang berguna untuk mengejar ketertinggalan SDM kita.
Pengalaman sukses dalam belajar setiap orang tentu saja berbeda. Cara yang efektif bagi seseorang, bisa jadi tidak efektif bagi orang lain. Ada orang yang merasa nyaman dalam belajar kalau ia memiliki catatan yang rapi, sementara yang lain tidak, dia hanya membuat catatan dalam bentuk peta konsep saja.
J.l Michell Suherli (2012) membahas beberapa prinsip dasar yang bisa membuat kita jadi sukses dalam belajar.  Perlu diingat bahwa kesuksesan di kampus tidaklah hanya bergantung pada selusin tips. Bagi seorang mahasiswa, misalnya, harus mengupayakan berbagai cara untuk meraih kesuksesan secara akademik dan juga secara non-akademik di kampus.
Seorang mahasiswa harus punya jadwal belajar di rumah (di tempat kos). Untuk melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu, dia perlu membuat jadwal kegiatan dan rencana belajar, mulai dari bangun tidur, terus sederetan aktivitas kuliah, kegiatan lainnya, hingga kenbali tidur lagi. Kemudian dia  juga harus punya hubungan emosional dengan dosen. Mahasiswa yang sukses harus tahu bagaimana cara mendulang ilmu sebanyak mungkin dari para dosen.
Maka dia perlu mendatangi dosen sesuai dengan kesepakatan (janji) dan berdiskusi tentang materi kuliah. Dengan melakukan hal ini, dia akan mendapat nilai lebih baik dalam ujian, lebih puas dengan kuliah, dan merasa lebih terhubung dengan kampus dan para dosen.
Dia  juga perlu tahu tentang teknik belajar dan mencatat baik. Menguasai teknik belajar dan mencatat yang tepat memungkinkan seseorang untuk belajar lebih baik dan efisien. Mahasiswa harus melibatkan diri dalam belajar, lebih tepat kalau berebutan duduk di bangku depan, seperti kebiasaan mahasiswa di Jepang.
Kemudian dia juga perlu aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Sukses di kampus bukan berarti selalu menghadapi setumpuk buku. Mahasiswa yang ingin sukses juga harus aktif dalam berbagai kegiatan luar ruangan seperti di unit kegiatan mahasiswa (UKM). Aktivitas ini bisa memberi pengalaman kuliah yang lebihbanyak.
Juga penting seorang mahasiswa ikut aktif dalam organisasi kampus. Aktif di organisasi adalah salah satu hal wajib dilakukan. Karena, dengan mengikut organisasi, kita akan memiliki nilai tambah dibandingkan dengan mahasiswa yang cenderung pasif. Tidak lagi zamannya bagi kita menjadi mahasiswa “kupu kupu- kuliah-pulang-kuliah-pulang”. Dalam organisasi, kita akan dapat mengasah kemampuanmu berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat, diskusi, mengatasi masalah, serta membentuk karakter kepribadian kita. Keuntungan lainnya dari mengikuti organisasi adalah kita akan dikenal banyak orang sebagai “aktivis kampus” dan tentunya kita akan mendapat banyak teman.
Malah dalam fenomena kita lihat bahwa para tokoh yang sukses adalah orang yang memiliki banyak teman. Maka kita perlu merangkul teman sebanyak mungkin. Merangkul di sini maksudnya bahwa kita harus bisa berteman dengan siapa saja- tidak memilih-milih teman dan kita berteman dengan siapa saja. Jadi saat kita keluar dari universitas nanti kita tidak akan merasa rugi, karena kita memiliki relasi dengan orang manapun.
Membangun keterampilan berhubungan dengan orang sangatlah penting, karena melalui orang lain kita bisa meraih jauh lebih banyak daripada dengan usaha sendiri. Kita harus pandai menunjukkan kepada orang lain bagaimana mereka bisa benar-benar mendapatkan keuntungan dengan bergabung bersama kita. Jadi kita perlu mempelajari tentang keterampilan kepemimpinan sehingga kita bisa mengajak orang untuk membantu kita meraih misi dalam kehidupan. Semakin luas koneksi kita maka insyaAllah ini merupakan modal buat meraih kesuksesan kita di masa mendatang.
Sejak zaman gadget menjamur, maka banyak remaja atau mahasiswa tergila-gila mengotak atiknya hingga jadi lupa dengan tujuan kuliah. Namun mahasiwa yang ingin sukses selalu memanfaatkan sumber daya kampus. Ia senantiasa memanfaatkan perpustakaan dan pusat karier di kampus, jadi rajin kuliah dan aktif di kelas. Maka mahasiswa yang suka duduk di bisa lebih aktif dalam diskusi di kelas-  aktif bertanya dan memberikan pendapat. Tentu saja dosen akan hafal dengan mahasiswa yang aktif bertanya.
Sukses pada bidang akademik bisa dilihat melalui pencapaian hasil ujian. Bila ingin sukses maka perlu senantiasa siap menghadapi ujian, idealnya kita harus membuat kelompok belajar. Seseorang akan belajar lebih banyak ketika dia belajar bersama di sebuah kelompok kecil ketimbang belajar sendiri. Seseorang akan belajar lebih baik dengan mengajari orang lain karena materi yang kita ajarkan menjadi lebih kuat menancap di memori. Sebaliknya, kita juga bisa meminta saran dari teman tentang hal yang belum kita kuasai.
Ternyata untuk sukses dalam kuliah juga didukung oleh faktor istirahat yang baik.  Tidur yang cukup merupakan cara beristirahat yang terbaik. Kuliah membutuhkan tubuh yang sehat. Mahasiswa butuh istirahat yang cukup agar bisa  sehat secara fisik dan psikis. Lama tidur yang dijalani seseorang berdampak besar pada performa akademiknya. Mendapatkan otak yang encer dimulai dengan tidur yang cukup. Bisa jadi ini adalah fenomena bahwa pada banyak perguruan tinggi begitu banyak mahasiswa yang suka begadang hingga kekurangan tidur. Kebiasaan ini harus segera dicegah karena berdampak pada kualitas akademik perkuliahan.
Dua hal lain yang juga perlu kita biasakan untuk mendukung sukses dalam studi yaitu harus  sering mengikuti seminar dan sering membuka buku- perbanyak membaca. Mengikuti seminar akan dapat membuka wawasan, cara berfikir, serta juga memberikan masukan ilmu dan informasi baru yang tidak mungkin tidak kita peroleh dari bangku kuliah. Kita perlu mengikuti seminar yang berkualitas, dan kalau seminarnya bagus tentu tidak masalah kalau kita keluarkan uang sedikit untuk membayarnya demi untuk memperoleh ilmu dan pengalaman yang luar biasa.
Hari gini kita harus baca buku ? Tentu juga ada teman- teman yang menyeletuk seperti itu. Namun sebenarnya membaca buku memang merupakan hal yang sangat urgen (mendesak) untuk kita lakukan. Membaca adalah ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang berbunyi “iqra’….bacalah, iqra’ bismirabbikallazi khalak- bacalah dengan nama Tuhan mu yang menciptakan.
Ternyata negara Jepang bisa menjadi sangat maju karena bangsanya (terutama mahasiswanya)  amat gemar dalam membaca. Karena membaca berarti membuka jendela informasi yang dapat menghubungkan kita dengan dunia yang luas. Efek positif yang lain dari membaca adalah membuat kita menjadi kaya dengan wawasan sehingga kita akan nyambung dengan siapa saja saat ngobrol- jadi membaca membuat ilmu kita selalu ter-update.
Kalau di atas kita mengupas seputar kebiasaan positif sebagai mahasiswa dalam belajar, maka berikut adalah tentang kebiasaan kita yang berhubungan dengan karakter. Karakter positif yang perlu kita miliki untuk menunjang sukses kita adalah seperti: memiliki kebiasaan bertindak- melakukan tindakan yang besar, mampu membuat lebih banyak keputusan , dan suka melakukan sebuah proses. Memiliki kebiasaan bertindak dan melakukan tindakan yang besar atau “big action”, yaitu kita memiliki apa yang diperlukan untuk bisa menang dengan signifikan dalam kehidupan ini.
Zinedine Zidane, seorang pemain sepak bola dan immigrant Perancis, menjadi hebat di dunia karena ia selalu melakukan big action. Untuk itu di sepanjang jalan, kita perlu terus-menerus mengembangkan diri untuk menjadi semakin ahli- dalam perlombaan ditandai dengan peraihan medali emas.
Raihlah medali emas! Orang yang berprestasi tinggi tidak puas hanya dengan kualitas yang biasa- biasa saja. Mereka tidak mau menjadi nomor dua. Mereka tidak puas sekadar berbuat seperti cara orang-orang kebanyakan. Orang yang sukses ibarat seorang  pemenang selalu ingin menaikkan standar harapannya. Mereka ingin unggul dan ingin apa pun yang mereka lakukan berkualitas nomor satu. Mereka melangkah lebih jauh. Mereka berfokus untuk membangun reputasi yang akan membawa mereka menuju puncak.
Mulailah membuat lebih banyak keputusan yang bisa menuju pencapaian prestasi, sebagaimana yang dilakukan oleh seorang pemimpin dan masing- masing kita adalah seorang pemimpin untuk diri kita sendiri. Seoran pemimpin membuat keputusan – sepanjang waktu. Sedangkan seorang pengikut hanya mampu membuat saran. Membuat saran itu mudah karena tidak melibatkan tindakan dan membuat keputusan itu sulit. Hal itu memerlukan keberanian karena selalu ada sesuatu yang dipertaruhkan. Oleh sebab itu kita perlu mampu membuat lebih banyak keputusan. Mulailah lebih banyak bertindak. Semakin banyak yang kita lakukan, semakin mantap kepemimpinan kita atas diri sendiri, dan akan semakin maju pribadi kita, baik secara personal maupun profesional.
Jatuh cintalah pada proses, kita ambil contoh dari proses yang dilakukan oleh Zidan, yang mengantarkan Zidan menjadi pemain sepak bola yang hebat. Zidan dan orang tuanya adalah immigran di Perancis. Sebagai seorang immigrant tentu awal kehidupannya cukup memprihatinkan, atau dikatakan agak tergolong miskin. Semua orang yang ingin sukses, mereka harus bangkit dan musti memiliki harapan akan masa depan, demikian pula halnya dengan Zidan pada saat itu.
Harapan hidup membuat Zidan bisa melihat yang tak kasat-mata dan meraih yang mustahil. Bahwa tugas nomor satu seorang pemimpin (termasuk memimpin buat diri sendiri) adalah memberi pengikutnya harapan. Ketika memiliki harapan, orang akan bertarung demi impian mereka. Zidan pun punya harapan. Pada mulanya Zidane mau kuliah namun biayanya sangat mahal. Kemudian ia mendaftar pada sebuah klub sepak bola. Namun hasilnya biasa- biasa saja, hingga ia mengubah proses latihan bola yang dahsyat. Dia melakukan proses yang dahsyat terus menerus hingga ada saatnya dunia menyaksikan Zidane sebagai salah seorang pesepak bola yang disegani.
Ada prinsip yang perlu diketahui oleh setiap siswa dan juga mahasiswa yang ingin sukses bahwa seorang petani perlu menanam, beberapa minggu setelah itu baru bisa menuai. Jadi “ kita harus menanam sebelum menuai”. Kita harus menanam benih sebelum bisa menuai. Semakin banyak menanam, semakin banyak pula anda menuai. Jika menanam sebutir gandum, kita akan menuai setengah liter gandum. Jika menanam setengah liter, kita akan menuai lima liter. Yang kita tuai selalu lebih banyak daripada yang kita tanam. Jangan menilai setiap hari berdasarkan panena yang kita tuai, tetapi berdasarkan benih yang kita tanam.
Ada beberapa karakter positif yang lain yang juga perlu kita miliki dan kita amalkan untuk menuju sukses dalam studi dan hidup. Karakter tersebut adalah: keyakinan pada diri sendiri, memiliki dan menumbuhkan rasa percaya diri, dan menyingkirkan pikiran negatif sejak awal.
Yakinlah pada diri sendiri dan yakinlah bahwa kita bisa meraih impian kita. Jika kita yakin sesuatu itu mungkin dan bersedia melakukan apa pun, selama apa pun, yang diperlukan untuk menyelesaikannya, kesuksesan hanyalah masalah waktu. Kita bisa meningkatkan keyakinan diri melalui buku motivasi yang kita baca, atau CD/ audio  yang kita dengarkan, dan orang-orang dengan siapa kita berhubungan. Jika menaruh hal-hal baik dalam pikiran, kita akan menjadi lebih kuat dan lebih yakin pada diri sendiri.
Memilki percaya diri dan menumbuhkannya selalu. Kepercayaan diri muncul dari persiapan. Kepercayaan diri tidak bisa dipalsukan. Kepercayaan diri muncul dari melatih suatu keterampilan hingga menguasainya. Begitu menguasai suatu keterampilan, kita pun merasa percaya diri. Begitu menguasai bidang kita, maka kita akan merasa percaya diri. Dengan kepercayaan diri, kita bisa mulai meraih berbagai hal yang tak pernah kita bayangkan. Beberapa poin  yang yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri, antara lain seperti:
a) Pikirkan hal-hal positif saja.
b) Ganti pikiran negatif dengan pikiran positif.
c) Berjalanlah lebih cepat dan berjalanlah dengan tujuan.
d) Berdirilah dengan sikap percaya diri: kepala tegak, bahu tegap, perut masuk.
e) Tatap orang di matanya dan tersenyumlah.
f) Perkenalkan diri kepada orang lain, jangan tunggu orang lain untuk memperkenalkan diri kepada kita.
g) Ungkapkan pikiran kita.
Setelah percaya diri kita tumbuh dan berkembang maka kemudian kita harus menyingkirkan pikiran negatif sejak awal. Tantangan terbesar dalam perjalanan menuju kesuksesan adalah menguasai diri sendiri. Apa pun yang sedang kita lakukan, akan selalu ada saat di mana kita meragukan diri sendiri, mengalami konflik batin, serta ingin melakukan berbagai hal yang akan merintangi kita  mencapai tujuan. Teruslah bertanya kepada diri sendiri, “Apa selanjutnya yang bisa aku lakukan sekarang agar lebih dekat dengan tujuanku?”.
Demikian kiat-kiat sukses dalam belajar yang perlu kita pahami. Dimana kita perlu melaksanakan  sederetan kebiasaan positif dalam belajar. Kemudian kebiasan positif dalam belajar akan sangat signifikan kalau kita juga memiliki karakter yang juga positif. Akhirnya mimpi-mimpi kita insyaallah bisa terwujud.

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture