Selasa, 06 Oktober 2015

Kualitas Diri Yang Sejati Ada Dalam Diri



Kualitas Diri Yang Sejati Ada Dalam Diri  
Oleh:  Marjohan M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar
            Tidak saja Indonesia yang menggunakan sekolah berlabel unggul untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Amerika Serikat yang pendidikannya sudah dapat dikategorikan sangat baik masih mempelopori sekolah unggulan. Walau Negara ini tidak menggunakan label yang kentara dengan sebutan “school plus” atau “excellent school”. Walau bagaimana gebrakan Amerika selalu menjadi kiblat bagi Negara lain, termasuk Negara kita yang juga sering mengadopsi program sekolah Amerika.
            Pendidikan kita, kadang kala, terasa masih bercorak gaya tempo dulu. Orang tua dan guru masih suka banyak melarang. Kebiasaan banyak melarang telah membuat anak menjadi sulit untuk mengambil nisiatif, miskin inovasi dan kreatifitas. Kalau kita sulit untuk melakukan prakarsa dan mengambil keputusan, suka menunggu dan senang untuk diatur, maka ini adalah buah dari hidup dalam rumah dan sekolah yang membudayakan “suka melarang”. Kini saatnya berubah, dalam pendidikan tidak tepat lagi kalau terlalu banyak melarang dan mengatur, namun memberi kebebasan positif.
            Salah satu pusat belajar unggulan di Amerika Serikat, yaitu metropolitan learning center interdistrict magnet school for global and international studies (http://www.mlc.crec.org). Stakeholder pendidikan menjanjikan kecerdasan pada anak didik untuk menghadapi masa depan yang maju. Prinsip pengajaran yang dianut oleh pusat belajar ini adalah “let them talk, let them lead, let them learn, let them join, let them play, let them live, let them dance/ move, in the break time- let them eat”. Dari semua frase tadi, yang perlu dicatat adalah kata “let” atau “biarkan”. Ini berarti sebuah kata untuk pembebasan dan mendorong mereka untuk menjadi kreatif dan inovatif, serta kontra dengan kemalasan dan suasana yang statis.
            Ciri cirri keunggulan pertama dalam pembelajaran  di sekolah MLC adalah kebebasan dalam berekspresi atau let them talk. Di Negara Negara berkembang atau di sekolah yang kualitas pendidikannya rendah, kebebasan dalam berekspresi kurang terwujud, malah ekspresi anak didik cendrung terbelenggu atau tidak ada saluran untuk mengekspresikannya. Dalam kelas hanya guru yang sibuk berbicara, dalam event-event sekolah anak didik Cuma pintar berekspresi berdasarkan hafalan.
Kepemimpinan di sekolah unggulan ini bukan bercirikan “one man show” dalam arti hanya monopoli atau otoriter seorang kepala sekolah. Namun kesuksesan kepemimpinan sekolah unggulan ini adalah karena team work antara Kepla Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Eksistensi Staff sekolah, juga eksistensi dari ketua jurusan untuk mata pelajaran . Team work kepala sekolah memotivasi, member model dan menemani agar anak didik untuk merencanakan masa depan dan hidup ini perlu ambisi atau cita-cita, setiap anak didik harus punya ambisi.
Cinta belajar adalah budaya utama di sekolah MLC yang telah membuat sekolah memiliki daya tarik ibarat magnet atau magnet school. Di sekolah sekolah yang kualitasnya sering dipertanyakan yang menjadi cirri khas atau budaya adalah warga sekolah yang gemar hura hura atau kongkow, duduk bareng bareng dan tertawa terbahak bahak. Saling meledek, saling meremehkan berpotensi membuat orang untuk malas berkembang. Anak didik yang telah membudayakan gemar belajar selalu berfikir dan berusaha bagaimana mereka bias sukses. Mereka sangat yakit dengan ungkapan bahwa pendidikan dan ilmu pengetahuan  adalah berkah yang bisa datang kalau dikejar.”Belajar ketika belajar dan bermainlah ketika bermain”. Siswa di sekolah MLC tampak sangat professional, begitu untuk belajar dating maka mereka segera serius dan berkosentrasi dan berharap tidak ada yang mengganggu, “Maaf teman saat saya belajar mohon jangan mengganggu”.
Sekolah SMA di Indonesia mengenal ada tiga jurusan yaitu jurusan IPA (sains), jurusan IPS (Ilmu Sosial) dan jurusan Bahasa. Maka entah mengapa orang dan siswa sangat mengagungkan jurusan IPA dan memandang sebelah mata jurusan bahasa, dan jurusan IPS sebagai jurusan kelas dua. Di sekolah MLC (metropolitan learning center) juga ada penjurusan. Ada siswa yang belajar di SMA dengan core class (Kelas Inti), elective class (kelas elektif) dan essential class (kelas Esensial). Semua jurusan ini terisi oleh anak didik, ini berarti tidak ada prima dona kelas seperti kelas di sekolah kita.
Mata pelajaran pokok pada core class adalah matematika, ilmu social, bahasa Inggris, bahasa asing dan sains. Di jurusan elective class, siswa mempelajari mata pelajaran “seni, sejarah dunia, geografi manusia, bahasa Spanyol, sastra dan kalkulus, akuntasi, anatomi dan ilmu jaringan, fitness dan ilmu gizi. Sedangkan di kelas essensial, anak didik mempelajari seni, kesejahteraan personal, literature keuangan, music, latihan sains, bahasa dunia, seminar. Setiap siswa memahami agar menjadi orang yang well-rounded (orang berguna) maka harus menjadi well-educated (orang yang kaya ilmu dan wawasan).
Mata pelajaran yang diajarkan pada ketiga jurusan ini ibarat lingkaran yang saling bersinggungan. Coba kita lihat mata pelajaran dalam  juruan di SMA, ibarat tiga linggaran yang hamper tidak bersinggungan. Anak anak yang lulusan dari jurusan IPA, saat kuliah akan melahap semua jurusan yang semestinya disediakan untuk jurusan ilmu social atau ilmu bahasa. Penjurusan di SMA telah menciptakan siswa yang sangat membanggakan jurusan IPA dan secara tidak langsung jurusan social dan bahasa menjadi inferior.
Ciri-ciri lain dari sekolah unggulan, atau sekolah yang berkualitas adalah para siswa yang sangat bangga dan menghargai guru-guru mereka. Tentu saja ini terjadi karena guru guru di sana sangat professional, menguasai mata pelajaran dan hangat dalam berkomunikasi dan bergaul dengan siswa mereka. Hubungan guru dan urid di sana bercirikan kekeluargaan, siswa atau murid dengan leluasa mengekspresikan isi hati dan fikiran pada guru mereka dan tentu saja sang guru akan memberikan respon positif, appresiati atau penghargaan.  

Belajar , let them lead, let them learn, let them join, let them play, let them live, let them dance/ move, in the break time- let them eat”

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture