Sabtu, 27 Juni 2015

Prestasi Olahraga Negara Kita Selalu Merosot



Prestasi Olahraga Negara Kita Selalu Merosot
By; Marjohan Usman
Guru SMAN 3 Batusangkar
marjohanusman@yahoo.com
sms. 085264340180
 
            Negara kita  termasuk negara terpadat populasinya di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Secara logika tentu kita harus berbangga karena dari tebaran manusia lebih dari 251 juta jiwa akan ada manusia unggul untuk mengharumkan nama tanah air kita di kancah perlombaan internasional.Ah ternyata tidak, malah akhir- akhir ini prestasi bangsa kita sering menuai penurunan dan ini membuat kita menjadi malu sebagai bangsa yang besar dan penduduknya termasuk terpadat di dunia.
            Setiap kali ada ajang Asian Games- Ajang perlombaan olah raga bangsa- bangsa Asia, maka Indonesia hanya mampu menempati posisi bawah selalu. Pada Asian Games tahun 2014, Indonesia menempati posisi nomor 16, Hongkokng, Malaysia dan Singapura yang merupakan negara kecil lebih baik prestasinya dari pada prestasi kita. Sementara itu Cina, Korea Selatan dan Jepang adalah negara terbaiknya.
            Bagaimana prestasi olahraga Indonesia pada kelas pertandingan Sea Games (bangsa-bangsa Asia Tenggara) ? Sea Games adalah pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara. Diadakan setiap 2 tahun sekali, Sea Games yang melibatkan 11 negara yaitu Thailand, Singapura, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Philipina, Myanmar, Kamboja, Laos, Brunei dan TimorLeste. Dan Sebagai bangsa yang terbesar populasinya dan terluas wilayahnya maka untuk Sea Game tahun 2015 ini, Indonesia hanya menempati posisi nomor 4. Sementara Thailand, Singapura, Vietnam, Malaysia lebih baik.
            Mengapa negara kita tidak menempati posisi terbaik, tidak banyakkah atlit-atlit yang unggul dari penduduk yang populasinya lebih dari 251 juta jiwa itu ? Kalau nggak mengapa saja kerja mereka dan kerja kita selama ini di negara ini? Alam kita sangat subur dan belum memberi kontribusi yang optimal terhadap kualitas SDM kita.
            Sebenarnya bangsa ini bisa menjadi bangsa yang hebat untuk bidang olah raga. Alasannya adalah untuk Sea Game tahun  1997 di Jakarta Indonesia, Indonesia juara umum dengan 194 emas dan Sea Games 2011, Palembang dan Jakarta, Indonesia juara umum dengan 182 emas. Bisa jadi kita jadi juara umum karena main di kandang sendiri (di negeri sendiri). Namun kalau main di negeri orang hanya mampu memperoleh peringkat 4 atau 5 dari beberapa negara anggota Asean plus Timor Leste.
Prestasi Indonesia sebenarnya tidak buruk-buruk amat, dari 20 kali perhelatan Sea Games dari tahun 1977 sampai tahun 2015 kemarin, Indonesia sempat meraih prestasi sebagai juara umum 10 kali. Untuk cabang sepak bola, misalnya, di tahun 1950-an Tim Nasional Indonesia sempat Berjaya. Kalau saat ini Indonesia terus terpuruk di rangking FIFA, yang bulan Agustus 2012 bercokol di urutan 168 dunia. Prestasi terburuk sejak Indonesia bergabung di organisasi tertinggi sepakbola dunia itu.
Indonesia adalah negara Asia pertama yang berpartisipasi dalam Piala Dunia. Dengan cara yang aneh, Indonesia berangkat ke Prancis di tahun 1938 setelah Amerika Serikat dan Jepang sama-sama menolak bertanding dalam laga play-off. Saat itu Indonesia yang masih dikuasai Belanda bernama Hindia Belanda. Petualangan di Piala Dunia hanya berlangsung selama 90 menit, Indonesia dihajar Hungaria enam gol tanpa balas. Kekalahan ini menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya tim yang hanya bermain dalam satu pertandingan di putaran final Piala Dunia. Meloncat ke era 50-an, Indonesia mulai bangkit dan menunjukkan kualitas mereka di level Internasional. FIFA menyebut era ini adalah masa keemasan sepakbola Indonesia.
Kalau akhir akhir ini prestasi olah raga Indonesia cenderung merosot tentu ada penyebabnya. Menurut Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo menilai, sarana dan prasarana yang dimiliki dunia olahraga Indonesia menjadi salah satu sebab merosotnya prestasi Indonesia. Ia  mencontohkan Indonesia dengan negara Singapura yang kecil. Di cabang olah raga renang, Indonesia jauh ketinggalan  karena intensitas latihan yang dijalani oleh Indonesia jauh lebih kurang dari yang dilakukan Singapura. Indonesia tidak punya kolam renang indoor. Dari jam 11 siang sampe jam 4 sore, tidak mungkin latihan karena panas, kolamnya outdoor soalnya, sementara negara pesaing Indonesia bisa latihan jam segitu dan sejatinya, Indonesia memiliki kolam renang indoor.
Ya…mengapa prestasi olah raga Indonesia cenderung merosot ? Kalau di atas disebutkan penyebabnya adalah karena kita kurang memiliki sarana olah raga yang memadai, ya apa lagi ?
Tak ada yang menyangkal bahwa prestasi olahraga Indonesia menurun drastis. Untuk bidang sepak bola, Indonesia sempat dijuluki  sebagai "Macan Asia" kini luntur. Mengapa ini bisa terjadi?
Krisis moneter yang kala itu melanda Indonesia juga memengaruhi prestasi olahraga nasional, semua sponsor mengundurkan diri untuk membantu. Atlit dan pelatih butuh uang untuk memenuhi kebutuhan mereka dan keluarga mereka, akibatnya kurang semangat buat berlatih. Juga penyebab merosotnya olahraga nasional karena sebagian besar induk olahraga melakukan cara-cara yang instan untuk menciptakan prestasi. Olahraga tidak dapat dikarbit sehingga menciptakan prestasi luar biasa dalam waktu cepat. Untuk itu musti ada proses latihan, kalau besar porsi latihan dan berkualitas maka hasilnya juga berkualitas.
Sebaliknya mengapa Cina, Korea Selatan dan Jepang selalu bagus kualitasnya ? China dikenal sebagai negara yang berkembang pesat dalam bidang prestasi olahraga. Pada perhelatan Olimpiade 2012 yang digelar di London tahun lalu, China berhasil menduduki peringkat kedua dalam daftar pemenang kejuaraan setelah berhasil meraih 88 medali, 38 di antaranya adalah emas. Di balik prestasi gemilang ini, ternyata para atlet di Negeri Tirai Bambu harus menjalani latihan yang keras dan berat dalam perjalanannya untuk mencapai kesuksesan.
China memang patut berbangga atas medali emas yang berhasil diraih oleh perenang belianya yang masih berusia 16 tahun, Ye Shiwen. Tapi siapa sangka kalau China melatih para calon atlet yang masih kecil-kecil dengan begitu keras supaya berhasil dengan mudah meraih medali emas dalam setiap ajang perlombaan dunia seperti Olimpiade London 2012 ini.
Apakah Ye Shiwen juga mengalami hal yang sama ketika dia masih kecil? Di Nanning ada sebuah pusat pelatihan senam yang dijadikan tempat latihan bagi anak-anak yang masih berusia 5-6 tahun. Tempat pelatihan itu adalah Nanning Gymnasium. Namun, tempat ini menerapkan program latihan yang dinilai terlalu kasar dan berat oleh negara-negara barat.
Bagaimana dengan Prestasi Korea Selatan ? Olahraga Korea Selatan bisa maju pesat, seperti majunya kegiatan di bidang lain seperti hasil produk berbasis teknologi, budaya seperti film, hiburan dan fashion. Kemajuan Korea ini terjadi hanya dalam 4 dekade, pada hal pasca Perang Korea merupakan termiskin. Sekarang rata-rata, penduduk Korea mendapat penghasilan US$35,406 per tahun, atau sekitar Rp 405.398.700,- dengan jam kerja sekitar 2.092 jam. Kemajuan ini ada penyebabnya. Tiga kunci Sukses Korea Selatan yaitu pada orangnya sebagai Hardworker and Dedicated, Highly Discipline, dan Respectful.
Hard worker and dedicated, atau Pekerja keras dan berdedikasi tinggi dengan apa yang mereka lakukan. Bagi orang Korea, tingkat pendidikan menentukan status sosial seseorang dari masyarakat. Kesuksesan tidak hanya dilihat dari kekayaan materi, tetapi juga tingkat pendidikannya. Mereka sudah dibiasakan untuk berkompetisi sejak kecil. Anak-anak di Korea, khususnya mereka yang melanjutkan studi di universitas terkemuka, sudah biasa masuk sekolah jam 7 pagi hingga jam 5 sore. Dan tugas utama siswa disana adalah belajar, belajar, dan belajar… Kerja keras dan dedikasi yang dipupuk sejak di bangku sekolah ini, yang kemudian di bawa dalam dunia kerja. Tak heran jika produktivitas mereka sangat mencengangkan.
Highly Discipline, Mereka sangat disiplin pada waktu. Orang-orang di Korea punya kebiasaan untuk datang sebelum waktunya. Mereka tidak ingin kehilangan setiap peluang. Tidak heran jika semua hal bisa dilakukan dengan cepat. Sistemnya pun dibangun dengan baik sehingga bisa menghindari adanya antrian, menghindari menunggu yang nggak penting, menghindari hal-hal yang tidak ada nilai tambahnya.
Respectful, mereka sangat menghormati orangtua, orang yang lebih senior, dan tamu-tamu. Bahkan khusus untuk tamu, mereka menghormati melebihi hormat pada orang-orang Korea sendiri. Sepintas mereka terlihat cuek, tidak peduli, dan tidak saling menyapa diantara sesama. Tapi jika kita butuh bantuan atau ingin bertanya sesuatu, banyak diantara mereka yang siap membantu. Kalau kita bertanya jalan, kadang tidak hanya ditunjukkan kemana arahnya, bisa jadi kita malah diantar sampai tempat tujuan.
Dari uraian di atas telah kita lihat bahwa prestasi olah raga cenderung turun. Penyebabnya bisa adalah fasilitas olar raga yang belum standar, sehingga kenyamanan untuk latihan belum diperoleh. Kemudian factor keuangan juga ikut mempengaruhi motivasi pelatih dan atlit.Setelah itu karakter juga menentukan, dimana kita perlu memiliki karakter suka berlatih dan bekerja keras,  serius, disiplin waktu yang tinggi, berdedikasi  seperti atlit di Cina dan Korea Selatan  dan juga negara negara maju lainnya. 

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture