Jumat, 09 Januari 2015

Sukses Juga Bisa Berawal Dari Desa



Sukses Juga Bisa Berawal Dari Desa
            Fenomena menyerbu sekolah di perkotaan sudah ada sejak dahulu. Apalagi kalau sekolah tersebut berlabel unggul, maka sekolah tersebut  sangat diserbu. Sebetulnya sukses itu ada dimana-mana. Aku yakin bahwa keberhasilan (sukses)  juga dapat terjadi di sekolah pedesaan, seperti dari SMAN 1 Lintau buo. Maksudnya bahwa anak anak yang sekolah di daerah pedesaan (pelosok) juga bisa berhasil, jadi sukses tidak selalu menjadi konsumsi anak anak yang sekolah di tempat yang favorit.  
            Ada dua orang mantan murid yang paling berkesan dalam memoriku, nama  mereka adalah  “Revalin Herdianto dan Oki Muraza”. Dahulu kedua-duanya juga  belajar di sekolah desa di Kecamatan Lintau Buo yang saat itu masih terasa seperti kampung yang terisolir (karena akses transportasi yang terbatas), namun sekarang mereka berdua telah menjadi Doktor.
Profil  mereka pun memberi  inspirasi atas tulisan ini. Revalin Herdianto dapat dikatakan sebagai figur  yang berhasil dalam menggapai mimpinya dalam bidang akademik. Di awal tahun 1990-an ia hanya belajar di SMAN 1 Lintau, sekolah yang masih bersuasana kampung saat itu. Ia tidak pernah mengikuti bimbel (bimbingan belajar) seperti lazimnya anak-anak sekarang. Ia hanya banyak belajar sendirian  dan telah menjadi siswa yang mandiri dalam belajar. Agaknya ia tidak membutuh komando dari orang tua dan guru dalam belajar. Orang tuanya tidak akan berteriak teriak menganjurkanya dalam belajar. Ia dan teman-teman (kelompok belajarnya) sudah punya  kebiasaan belajar sebagai kebutuhan.
Bukan berarti ia harus terpaku pada meja belajar sepanjang hari dan membenamkan kepala di atas tumpukan buku-buku di pojok kamarnya. Sebagai warga masyarakat, Revalin juga melibatkan diri dalam berbagai aktifitas masyarakat di kampungnya. Ia juga ikut ke ladang, ikut gotong royong membangun jalan desa, dan juga ikut menjelajah alam bersama teman-teman. Saat di SMA, kemampuan belajar Revalin biasa-biasa saja- namun ia duduk di  kelas unggulan.
Tamat dari SMA ia hanya memutuskan untuk kuliah di Politeknik saja, mungkin itu setelah mengambil serangkaian keputusan yang terbaik dalam hidupnya. Pada saat duduk di bangku Politeknik ia memperoleh strategi belajar yang tepat dan kemampuan akademiknya pun melejit. Ia menyelesaikan pendidikan di Politeknik tepat waktu dengan nilai terbaik dan kemudian memperoleh beasiswa untuk strata 1 di ITB- Bandung, ia kembali ke almamaternya sebagai assisten dosen. Untuk selanjutnya ia mencari beasiswauntuk program master di luar negeri.  
Ada prinsip belajar yang ia jalani yaitu “study while studying  and play while playing- belajarlah saat belajar dan bermainlah saat bermain.  Banyak siswa sekarang kurang menerapkan prinsip belajar yang begini. Mereka malah mengadopsinya menjadi prinsip belajar yang berbalik arah yaitu “play while studying  dan study while playing- bermainlah saat belajar dan di sini bearti kurang ada keseriusan dan konsentrasi dalam belajar.
Belajar di sekolah berarti harus terjadi komunikasi dua arah antara guru dan murid. Anak-anak yang berasal dari rumah yang punya komunikasi dua arah maka di sekolah akan terbiasa juga dengan komunikasi dua arah. Di rumah, Revalin juga terbiasa dengan suasana komunikasi dua arah. Orang tuanya tidak sekedar menyuruh dan melarang. namun orang tua/ keluarganya  juga melibatkan fikiran dan tenaga Revalin dalam menjalankan kegiatan harian di rumah.
Ia memperoleh beasiswa penuh untuk mengikuti program master ke Australia. Pelamar beasiswa ke luar negeri harus bisa memperoleh standar TOEFl- Test Of English as Foreign Language yang disaratkan oleh program, mungkin skornya 500 atau lebih. “Apa rahasia agar kita  bisa memperoleh TOEFl yang tinggi ?”
Ada tiga hal yang diuji dalam TOEFL yaitu kemampuan membaca, mendengar dan tata bahasa (structure). Cara yang terbaik untuk meraih TOEFL  tinggi adalah dengan berlatih dalam mengerjakan soal-soal. Kemudian membiasakan diri dalam membaca teks bacaan yang agak panjang. Sementara untuk meningkatkan kemampuan listening kita harus tahu strateginya- apakah pertanyaan dalam listening menanyakan tentang informasi umum, informasi tersirat, informasi rinci, menanyakan tujuan dari reading dan yang paling penting adalah banyak latihan mendengar.
Ia bisa menyelesaikan program master tepat waktu dan sekarang juga sedang menyelesaikan program post-graduatenya (program Doktoral). Setiap orang, termasuk siswa yang bearasal dari kampung bisa mencari beasiswa untuk program master dan program doctoral dalam negeri, maupun dari luar negeri. Revalin Herdianto sendiri merampungkan  program graduate  melalui beasiswa IALF- Indonesia Australia Language Foundation yang punya kantor di Bali dan Surabaya.
Di awal tahun 1990-an aku  juga sempat berbincang-bincang  dengan seorang pelajar cerdas yang bernama  Oki Murasa- seorang siswa SMPN 1 Lintau yang punya fenomenal dengan peringkat NEM (Nilai Ebtanas Murni ) paling tinggi di Kabupaten Tanah Datar saat itu. Daya serap belajar Oki Muraza sangat bagus- daya rekamnya ibarat mesin fotokopi. Ternyata Oki bisa menjadi siswa yang fenomenal dengan peringat nilai tertinggi bukan lewat pemanjaan. Tidak membebaskan Oki dari tanggung jawab di rumah
“Orang tuanya- yang tamatan Fakultas Hukum di Universitas Sriwijaya-Palembang-  tidak memberikan pemanjaan, namun ia memberikan kasih sayang, perhatian, tanggung jawab dan penghargaan kepada Oki. Pemanjaan berarti mengikuti semua kemauan anak tanpa pengontrolan. Oki juga terbiasa untuk ikut bekerja dalam merapikan rumah.
Ketika belajar di SMP (di Lintau Buo) malah tinggal hanya dengan orang tua tunggal- ibu kandung. Saat aku sempat mampirke rumahnya, ibunya sedang  memberi Oki tanggung jawab membantu  mengupas kelapa, mencat pagar, mencuci piring atau mungkin pekerjaan lain.
Aktifitas ini penting  untuk memperkaya anak dengan pengalaman hidup- life skill. Sukses dalam bidang akademik di bangku SMP/ SMA tentu akan memberikan kemudahan bagi siswa untuk memperoleh pendidikan lebih tinggi melalui jalur bea-siswa. Bagi Oki sendiri ia memperoleh beasiswa untuk melanjutkan ke sekolah SMA Taruna Nusantara, sekolah unggulan yang paling diminati oleh lulusan SMP se Indonesia, dan sejak tahun 1993  aku tidak mendengar banyak tentang Oki Muraza.
Setelah belasan tahun tidak mendengarnya maka aku di tahun 2010  mengetahuinya sebagai Doktor Oki Murasa. Lagi-lagi ia menjadi inspirasi bagiku untuk menulis tentang siswa yang sempat bersekolah di pedesaan juga berhak jadi Doktor. Facebook lagi-lagi memberi kemudahan bagi kita untuk tahu banyak tentang dia secara langsung. Oki juga memiliki blogger.
Melalui blognya  aku juga bisa mengetahui tentang kisah sukses dan perjalanan hidupnya. Dalam usia muda (30 tahun) Oki bisa menjadi Doktor dan bekerja sebagai tenaga peneliti di Abu Dhabi, United Arab Emirates. Dan sebelumnya  ia bekerja di beberapa institute di Eropa. Meski berada jauh dari kampung (Indonesia), namun kecintaannya terhadap tanah air masih tergores.
Pendidikan Oki dalam menggapai mimpi menjadi Doktor adalah, setelah menyelesaikan pendidikan SMP Negeri 1 Lintau, ia melanjutkan pendidikan ke SMA Taruna Nusantara di Magelang. Selanjutnya ia memilih studi di ITB Bandung, kemudian program masternya pada Chemical Engineering, Technische Universiteit Delft, Delft, the Netherlands dan selanjutnya untuk doctoral (PhD) pada  Chemical Engineering, Technische Universiteit Eindhoven, Eindhoven, the Netherlands. Ia mengatakan bahwa penguasaan bahasa asing mutlak diperlukan untuk studi yang lebih tinggi, apalagi kalau di luar negeri.
Oki Muraza juga memperoleh “honor and award” dalam menggapai mimpi menuju Doktoral, yaitu seperti dari  NIOK (Netherlands Institute for Catalysis Research- Institut Belanda untuk Riset Catalysys). Oki memperoleh nilai tertinggi saat menyelesaikan program Doktoralnya. Ia memperoleh berbagai beasiswa dan termasuk beasiswa yang disponsori oleh Unesco- Belanda.
Anak anak yang sekarang sedang belajar di SMP dan SLTA (SMK dan SMA) di kampung atau di pedesaann juga bisa sukses, menjadi Doktor seperti halnya Revalin Herdianto dan Oki Muraza. Yang suka bersantai saja tentu saja tidak akan berhasil, namun yang bisa banting stir- paling kurang seperti pola dan gaya hidup Revalin dan Oki kemungkinan bisa juga menjadi Doktor. “Bagaima karakter anak-anak pedesaan yang diperkirakan bakal sukses kelak ?”
Ya mereka harus menjadi siswa yang mandiri dalam belajar. Jangan pernah butuh komando/ diperintah  orang tua dan guru untuk memulai belajar, “Belajar lagi nak….buat Pe-er nya segera….!” Orang-orang yang telah sukses dalam profesi mereka, saat belajar di bangku  SMP dan SMA bukan berarti mereka harus terpaku pada meja belajar sepanjang hari. Namun mereka  juga melibatkan diri dalam berbagai aktifitas masyarakat. Mereka serius dalam belajar, belajarlah saat belajar dan bermainlah saat bermain. Mereka memiliki komunikasi dua arah di rumah (yaitu antara anak dan orang tua) dan di sekolah (antara siswa dan guru). Mereka juga ikut serta/ berpartisipasi dalam mengurus diri dan mengurus rumah. Mereka bisa sukses (karena rido dari Allah Swt). Kemudian  juga memiliki kemampuan bahasa Inggris dan meraih skor TOEFl- Test Of English as Foreign Language yang disaratkan oleh program mungkin seputar 500 atau lebih. Selanjutnya mereka juga memiliki mental yang tangguh, tidak cengeng, tidak gemar minta bantuan- tapi mereka terbiasa dengan “help your self terlebih dahulu, gampang beradaptasi dan bergaul dengan berbagai macam karakter dan pola fikir orang. Akhir kata bahwa mereka juga terbiasa punya tanggung jawab atas diri sendiri dan dalam membantu orang lain

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture