Selasa, 07 Januari 2014

Pesawat in Delay



Pesawat in Delay

1. Delay selalu bikin stress
            Pesawat in delay, pesawat lagi tertunda terbangnya. Ini seolah- olah sudah menjadi fenomena, terutama bagi armada pesawat kelas ekonomi. Pesawat yang bakal aku naiki juga tertunda penerbangannya. Penundaanya bukan setengah jam atau satu jam. Namun penundaan sudah sampai tiga jam.
Terus terang aku juga gelisah. Tadi aku mematok bahwa aku akan sholat zuhur di Jakarta. Ya itu kalau jadwal terbang normal maka aku akan berada di Jakarta seputar pukul 12.00 siang. Namun sekarang sudah pukul 14.00 dan kami sudah menunggu sejak lepas pagi. Sholat zuhurku bakal hilang. Aku tidak melihat praying room di lounge executive ini buat sholat. Kalau mau sholat ya harus ke luar ruang tunggu ini. Ini pun kelak juga bisa bikin ribet, yaitu kalau kalau ada panggilan boarding mendadak. Apalagi kita juga harus keluar melalui pemeriksaan metal detector lagi.
Aku lihat orang orang yang satu grup terbang bersamaku rata rata sudah terlihat bosan, malah ambang stress mereka sudah terlihat dari wajah mereka. Apalagi orang orang yang datangnya lebih belakangan sudah pada terbang menuju Medan, Batan dan juga menuju Jakarta. Aku berprinsip bahwa penundaan ini harus disikapi dengan sabar. Apalagi dalam Tuhan berkata sebagaimana tertulis dalam Al-Quran: fashobrun jamil- sabar itu sangat indah.  

2. Kegaduhan penumpang karena bosan
            Namun tiba- tiba ada suara pria dan juga suara wanita yang lagi emosional- protes atas manajemen pesawat yang suka terlambat atau penundaan terbang yang amat lama. Keributan pada mulanya agak kecil, kemudian nada suara penuh ketidak puasan menjadi tinggi.
            “Mengapa penundaan yang lama ini tidak diberitahu secara resmi. Mengapa penumpang ditelantarkan dan diabaikan dan bukankah maskapai anda sudah berkelas internasional !!!”
            Berbarengan dengan suara ribut aku dengar bahwa beberapa anak kecil dan juga bayi juga ikut jadi gelisah dan menangis. Aku berfikir bahwa marah- marah itu tidak berguna. Namun dilain pihak marah marah juga perlu agar manajemen juga bereaksi- marah ini bisa memancing respon positif dari manajer perusahaan. Aku mendengar bahwa telah ada solusinyanya yaitu bakal ada pesawat alternative untuk pengganti pesawat kami yang datangnya sangat terlambat dari Jakarta. Kami bakal boarding ke pesawat alternative- pesawat pengganti. Aku berharap agar aku bisa terbang dan bisa sampai di Jakarta dengan selamat. Dan juga kalau perlu pemilik maskapai ini belajar ke maskapai penerbangan lain bagaimana untuk meningkatkan pelayanan pada publik.
            Sebetulnya penundaan penerbangan juga ada di luar negeri. Saat aku terbang dengan pesawat Qantas. Di bandara internasional Sydney pesawat kami juga mengalami penundaan sebanyak beberapa kali. Namun lama penundaan diungkapkan secara resmi lewat mikrofon. Saat itu adabeberapa kali pada mulanya 20 menit, kemudian penundaan 30 menit dan terakhir penundaan 40 menit. Akhirnya dicarikan pesawat pengganti.
            “Saat itu kami terbang dengan peswat Qf dan ada penundaan dua kali, kemudian setelah penundaan terakhir ada pesawat pengganti yaitu pesawat Qf 22. Komplain penumpang bisa diredam. Itu adalah bentuk manajemen yang cerdas”.

3.Bersikap manis saat keributan dalam pesawat
            Akhirnya pesawat penganti sudah standby dan semua penumpang sudah boleh untuk boarding. Namun suasana boarding kurang tertip. Sayup sayup aku dengar ada suara protes. Namun aku tidak begitu peduli, aku hanya menebar senyum paling kurang untuk mengungkapkan bahwa kondisiku selalu senang.
Aku akhirnya bisa duduk pada bangku 12 A, ya dekat pintu di depan posisi sayap. Dari sana nanti aku bisa melepaska pandangan. Agaknya pesawat ini sudah lama menunggu kami untuk terbang. Namun ruangan pesawat tidak begitu nyaman, AC nya ada berfungsi, tetapi tidak membuat ruang pesawat sejuk. Kami merasa gerah dan pramugari yang mondar mandir juga terlihat berkeringat. Seorang ibu yang berpenampilan anggun di depanku terlihat gelisah, ia duduk dan berdiri berkali, kali. Sekali sekali tangannya terlihat menyentuh hembusan AC pada lotenng ruangan.
“Wah ini berbahaya, Ac nya tidak berfungsi. Pantesan pesawat terasa panas. Kita nanti terbang di udara…amat berbahaya. Jangan main main dengan urusan nyawa. Kalau system AC pesawat kurang berfungsi maka pesawat ini tidak laying terbang….ayo mari turun atau pilih mati. Kalau aku tidak mau mati”.
Perempuan itu ketakutan dengan kondisi suhu panas dalam pesawat, emosinya ikut memprofokasi penumpang lain. Bersama dengan ia juga ada 12 penumpang lain yang juga ikut turun. Aku pada mulanya sedikit juga terganggu dan juga ingin turun. Aku menenangkan diri dan aku saling berbagi perasaan dengan teman sebangku.
“Ibu dan juga mau turun ?” Tanyaku pada teman sebangku dan suasana dalam pesawat memang agak rebut, terutama ada beberapa bayi dan anak kecil bertangisan karena memang merasa kurang nyaman.
“Saya punya Tuhan…..saya tidak mau ikut rebut rebut. Memang ruang pesawat ini terasa panas dan tidak nyaman, namun kan sudah diumumkan layak terbang. Kalau mau mati itu urusan yang ghaib….hidup dan mati saya serahkan pada Allah”. Teman sebangkuku begitu mantap dengan keputusannya untuk tetap berada dalam pesawat dan aku juga. Kami memperlihatkan wajah yang tenang. Bersama beberapa orang yang bikin keributan ada 12 penumpang yang memutuskan untuk turun dari pesawat. Tetapi yang terpikir olehku, bagaimana dengan bagasinya. Tentu bagasinya yang sudah berada dalam pesawat akan terbang duluan ke Jakarta dan aku yakin bahwa stress 12 orang penumpang ini akan bertambah lagi saat mereka tahu barang atau bagasinya terbawa dalam pesawat ini.
Wah aku tidak ingin bicara banyak tentang keributan dalam pesawat ini. Aku segera menikmati duduk dalam pesawat. Aku melemparkan pandanganku ke pemandangan puas-puas.awan terlihat menggantung dan saling berkejaran. Aku berfikir bahwa andai tidak ada awan di dunia…wah betapa kepanasan makhluk yang hidup di muka bumi dan juga betapa tidak menariknya pemandangan langit lagi.       
Sebetulnya, menurut pandangaku, bahwa fungsi awan tidak hanya buat keindahan langit, namun juga buat melindungi makhluk dari panas terik cahaya matahari. Adanya awan juga menjadi indikator bahwa bumi yang berada di bawah bakal jadi subur karena sebentar lagi akan jatuh butiran- butiran hujan sebagai sumber kesuburan dan kehidupan di muka bumi, subhanallah!!!

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture