Senin, 11 Februari 2013

Mencegah Siswa Membolos

Mencegah Siswa Membolos
            Membolos dari sekolah sudah menjadi permasalahan pada banyak sekolah. Tidak hanya di kampung kita di Sumatra (dan Indonesia) malah juga di Australia. Siswa yang membolos dari sekolah bisa disebabkan oleh banyak factor seperti rendahnya motivasi belajar, kurangnya pengawasan dan kepedulian orang tua terhadap anak, lebih menariknya aktivitas bermain di luar sekolah disbanding aktivitas dalam sekolah dan kurang menariknya pembelajaran/ iklim sekolah.
            Apapun alasannya siswa yang membolos perlu untuk dicegah dan guru/ sekolah musti proaktif untuk mencegahnya. Karena pendidikan merupakan isu sensitif maka sekolah dan pemerintah negara bagian di Australia berusaha keras untuk memastikan kehadiran murid di sekolah tinggi persentasenya. Untuk mencegah murid bolos, murid-murid ini ditawari hadiah, seperti iPod, voucer untuk belanja di kantin, dan makan siang gratis. Selain itu, sekolah juga akan mengirimkan SMS ke orang tua murid segera setelah absen pagi.
Menurut laporan situs “news.com.au” (http://www.informasipendidikan.com/pendidikan-luar-negeri) bahwa untuk meningkatkan angka kehadiran murid sekolah—di beberapa kawasan hanya 60-70 persen yang hadir—menjadi penting guna meningkatkan performa akademik, khususnya di daerah-daerah yang tingkat sosial ekonominya lebih rendah. “Sekarang kita banyak mendengar alasan-alasan anak-anak tidak sekolah, alasan yang tidak pernah kita dengar 20 tahun lalu,” demikian tulis buletin salah satu sekolah pemerintah.
“Alasan itu antara lain merayakan ulang tahun sendiri atau saudara dekat, absen karena tidur terlalu malam setelah menonton televisi, pergi belanja membeli pakaian, atau anak yang tidak mau sekolah karena tidak mau ikut kegiatan olahraga.” Menurut salah satu buletin sekolah di Sydney Barat, berbagai alasan ini menunjukkan, para orang tua tidak memberikan contoh yang baik kepada anak mereka.
“Anak-anak Australia hanya menghabiskan 15 persen dari waktu mereka seharian di sekolah. Waktu tidur mereka malah lebih panjang dibandingkan kehadiran di sekolah,” tulis buletin Sekolah Menengah Condobolin.  Sebuah buletin dari sekolah di kawasan Sydney Barat menulis bahwa “anak-anak yang tingkat kehadiran di sekolah melebihi 85 persen akan mendapatkan hadiah”. Hadiah diberikan kepada murid dari setiap tingkatan dan mereka yang beruntung akan mendapatkan sebuah iPod. “Semua murid kelas VIII diharapkan menggunakan iming-iming ini untuk meningkatkan pendidikan dan kehadiran sekolah mereka. Mereka yang hadir lebih dari 85 persen di kuartal ini akan diundang menghadiri makan siang bersama dan mendapatkan sertifikat,” demikian bunyi salah satu itemnya.
Pemerintah Federal Australia merasa perlu untuk memberikan dana tambahan kepada sekolah-sekolah sehingga tingkat kehadiran murid bisa naik. Beberapa sekolah menggunakan SMS untuk memberitahu orang tua atau pengasuh bila anak mereka tidak hadir, dan usaha ini berhasil meningkatkan kehadiran sebesar 8 persen. Selain itu, orang tua juga diancam terkena denda bila mereka kedapatan mengizinkan atau membantu anak mereka bolos dari sekolah. Dendanya bisa mencapai 11.000 AusD (atau sekitar Rp 110 juta).

Marjohan, UNP

Marjohan, UNP

Emi Surya Joe

Emi Surya Joe

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Sylvia Charisma Rostika (Rostian Kasmiati)

Islamic mysticism - Selections from Encyclopaedia Britannica

Marjohan Usman

Marjohan Usman
a day before graduation day

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980

Marjohan, SMPN 1 Payakumbuh 1980
Ada kesalahan di dalam gadget ini

ular luncur 2

ular luncur 2

ular luncur

ular luncur

Label

Blogger Dashboard

The Daily Panorama Picture